MAKASSAR — Sebanyak 50 siswa kelas 3 dan 4 SD Negeri Kumala Makassar didampingi tiga pendamping melakukan kunjungan literasi ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan (DispusArsip Sulsel), Jalan Sultan Alauddin Km 7, Talasalang, Kamis (2/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas peserta didik sekaligus menumbuhkan minat baca melalui pengalaman belajar yang lebih dekat, interaktif, dan menyenangkan.
Kepala sekolah SD Negeri Kumala, Ika Andriany, menyampaikan kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan peserta didik pada berbagai sumber informasi, tetapi juga memberikan pengalaman pembelajaran sains melalui layanan Science Center. Menurutnya, perpustakaan dapat menjadi ruang belajar yang mempertemukan siswa dengan sumber pengetahuan sekaligus pengalaman belajar yang lebih praktis.
Rombongan disambut Plt. Kepala Bidang Perpustakaan sekaligus Kepala Seksi Layanan Umum dan Multimedia, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di layanan perpustakaan umum. Dalam kesempatan tersebut, Feby memperkenalkan berbagai layanan perpustakaan yang dapat diakses masyarakat secara gratis.
Ia menjelaskan, siswa dapat berkunjung ke perpustakaan pada hari Senin hingga Jumat tanpa harus didampingi pihak sekolah. Perpustakaan juga dapat dikunjungi bersama keluarga sehingga siswa memiliki kesempatan untuk menjadikan perpustakaan sebagai salah satu ruang belajar di luar sekolah.
Usai mendapatkan pengenalan layanan perpustakaan, para siswa diajak berkeliling melihat berbagai fasilitas yang tersedia. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK).
Di layanan PP-IPTEK, rombongan disambut Kepala Seksi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin. Para siswa mendapatkan pengalaman belajar sains melalui sejumlah demonstrasi dan alat peraga interaktif.
Kegiatan diawali dengan demonstrasi beberapa eksperimen sederhana, di antaranya Air Ajaib yang Tidak Tumpah, Kantong Plastik Antibocor, dan Gelas Terbalik. Setelah itu, siswa diberi kesempatan mencoba secara langsung berbagai alat peraga yang tersedia.
Antusiasme siswa terlihat ketika mereka bergantian mencoba wahana edukatif, seperti Tebak Tanggal Lahir, Harpa Tanpa Dawai, Energi dan Daya, serta Gyro Extreme. Melalui wahana tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat memahami konsep sains melalui pengalaman langsung.
Sri Wahyuni mengapresiasi antusiasme para siswa yang aktif mengikuti eksperimen dan mencoba berbagai alat peraga selama kegiatan berlangsung. “Kami senang bisa berbagi pengetahuan dengan anak-anakku sekalian. Semangat belajar seperti ini perlu terus dijaga,” katanya.
Salah satu wahana yang paling diminati siswa adalah Gyro Extreme. Wahana tersebut memberikan pengalaman simulasi layaknya astronot di luar angkasa sekaligus memperkenalkan konsep gyroscope kepada peserta.
Melalui wahana itu, siswa diperkenalkan pada prinsip gyroscope, yakni kemampuan benda yang berputar untuk mempertahankan orientasi atau arah serta melawan pengaruh gravitasi.
Kegiatan di layanan PP-IPTEK turut didukung mahasiswa dan siswa magang, yakni Aurel Novia dan Firyal Amatullah dari Jurusan Bahasa Inggris serta Fely Aulia Pertiwi dari Jurusan Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Makassar, dan Hernita dari SMK Negeri 4 Takalar.
Kunjungan tersebut memberikan pengalaman belajar yang memadukan literasi, pengenalan layanan perpustakaan, dan pembelajaran sains secara interaktif. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diajak mengenal perpustakaan sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar, bereksplorasi, dan menemukan pengetahuan melalui pengalaman langsung. (*)