Kamis, 23 Januari 2025

Temu Pendamping dan Pengelola Science Center Seluruh Indonesia Secara Daring

Kepala UPT Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Kaharullah, SE., MM., bersama dengan Kepala Seksi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Sri Wahyuni Djamaludin, mengikuti acara Temu Pendamping dan Pengelola Science Center yang dilaksanakan secara daring oleh Direktorat Kemitraan Riset dan Inovasi, Kamis (23/01/2025).

Acara ini dipimpin oleh Dr. Asep Riswoko, B.Eng., M.Eng., Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi, yang menyampaikan informasi penting terkait Keputusan Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi Nomor: 05/II.8/HK.01.00/1/2025. Keputusan tersebut menetapkan pembentukan tim pendamping untuk kegiatan penyelenggaraan Science Center dan Kebun Raya di Indonesia tahun 2025. Dalam konteks ini, tim pendamping untuk Puspa Peraga IPTEK Sulawesi Selatan, Makassar, adalah Anggun Ratna Gumilang.

Dr. Asep Riswoko juga mendengarkan berbagai masukan dan saran dari pengelola Science Center di Indonesia, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan kawasan Science Center di tanah air. Pada kesempatan tersebut, Kaharullah menekankan pentingnya perpustakaan sebagai pusat sumber informasi yang dapat diakses oleh masyarakat. Menurutnya, perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga wahana edukasi yang dapat mengenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara lebih interaktif melalui alat peraga.

"Keberadaan alat peraga interaktif di perpustakaan menjadi bagian penting dalam mengenalkan sains dan teknologi kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan metode ini, konsep-konsep ilmiah yang kompleks dapat dijelaskan dengan lebih mudah dan menarik," ujar Kaharullah.


Selain itu, Kaharullah juga mengharapkan adanya dukungan dalam bentuk penambahan alat peraga di Layanan PP-IPTEK Sulawesi Selatan. Menurutnya, peningkatan jumlah dan kualitas alat peraga akan semakin memperkaya pengalaman belajar pengunjung dan meningkatkan minat masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia pun berharap Dr. Asep Riswoko dapat berkunjung ke layanan tersebut untuk melihat langsung kebutuhan yang ada serta memberikan dukungan dalam pengembangannya. (***)

Kunjungan Ketiga SDIT Darussalam: Meningkatkan Literasi dan Wawasan Sains di Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan

Sebanyak 70 siswa kelas III dari SD Islam Terpadu Darussalam, didampingi para wali kelas, melakukan kunjungan ketiga ke Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Sultan Alauddin Km. 7, Tala'salapang, Makassar, pada Kamis (23/01/2025). Rombongan disambut oleh Hj. Feby Primajanti, Kepala Seksi Layanan Umum dan Multimedia, di ruang baca perpustakaan umum.

Kepala sekolah, H. Jakfar Sadik, S.Sg., Lc., Gr., menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program Outing Class dengan tema “Meningkatkan Literasi, Kemandirian, dan Wawasan Global.” Selama kunjungan, setiap siswa diberikan tugas literasi oleh wali kelas untuk meningkatkan kemampuan membaca dan pemahaman mereka.

Para wali kelas yang turut mendampingi kegiatan ini adalah Anik Siswanti, S.Pd.I. (wali kelas IIIa), Tika Lestari, S.Pd. (wali kelas IIIb), dan Murni, S.Pd.I., M.Pd. (wali kelas IIIc). Setelah menyelesaikan tugas literasi di ruang baca umum, rombongan melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK).

Di PP-IPTEK, Sri Wahyuni Djamaluddin, Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, menyambut hangat rombongan dan memberikan pengenalan edukatif mengenai berbagai alat peraga interaktif. Para siswa terlihat antusias mencoba alat-alat seperti Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Halilintar, dan Gyro Xtreme. Alat-alat ini tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga memperluas wawasan siswa dalam bidang sains dan teknologi.

Demonstrasi “Koin Mengapung” menjadi daya tarik tersendiri dengan penjelasan fenomena fisika yang menarik. Puncak kegembiraan terjadi ketika siswa mencoba Bola Listrik, alat yang memanfaatkan perbedaan potensial untuk menunjukkan aliran energi listrik. Siswa juga dibuat kagum saat lampu neon menyala hanya dengan didekatkan pada bola listrik, menunjukkan bagaimana arus listrik dapat mengalir melalui perbedaan potensial.

Kunjungan ketiga ini memberikan pengalaman berharga bagi para siswa, mengintegrasikan literasi dan eksplorasi sains dalam suasana yang menyenangkan dan edukatif. (***)

Rabu, 22 Januari 2025

Kunjungan Hari Kedua SDIT Darussalam Tingkatkan Literasi dan Wawasan Siswa di Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan

Sebanyak 54 siswa kelas IV dari SD Islam Terpadu Darussalam, bersama para wali kelas dan guru pendamping, mengunjungi Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Sultan Alauddin Km. 7, Tala'salapang, Makassar, pada Rabu (22/01/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari program Outing Class dengan tema “Meningkatkan Literasi, Kemandirian, dan Wawasan Global” sekaligus menjadi kunjungan hari kedua dari sekolah ini, setelah sebelumnya siswa dari kelas lain juga melakukan kegiatan serupa.

Rombongan disambut oleh Hj. Feby Primajanti, Kepala Seksi Layanan Umum dan Multimedia, di ruang baca perpustakaan umum. H. Jakfar Sadik, S.Sg., Lc., Gr., Kepala Sekolah SDIT Darussalam, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendorong kemampuan literasi siswa melalui tugas rangkuman buku yang diberikan oleh wali kelas.

Setelah kunjungan ke layanan perpustakaan umum, siswa melanjutkan aktivitas di Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Sri Wahyuni Djamaluddin, Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, menyambut hangat rombongan dan memberikan pengenalan edukatif mengenai alat peraga interaktif. Para siswa antusias mencoba berbagai alat, termasuk Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Halilintar, dan Gyro Xtreme. Wahana ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memperluas wawasan sains dan teknologi.

Demonstrasi "Koin Mengapung" berhasil mencuri perhatian siswa dengan penjelasan fenomena fisika yang menarik. Puncaknya, siswa merasakan sensasi seperti berada di luar angkasa melalui wahana Gyro Xtreme, alat berbasis prinsip giroskop yang juga bermanfaat untuk terapi tulang belakang.

Program ini diapresiasi oleh para guru pendamping, termasuk Ramlah, S.Pd., Gr., dan Misdayani, S.Pd., Gr., yang menyatakan bahwa pengalaman ini memberikan dampak positif terhadap kemandirian dan wawasan global siswa.

“Kegiatan ini menunjukkan betapa pentingnya perpustakaan sebagai sarana belajar yang interaktif dan inspiratif,” ujar Ramlah (***).

Selasa, 21 Januari 2025

Kunjungan SDIT Darussalam ke Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan: Mengasah Literasi dan Wawasan Teknologi

Sebanyak 70 siswa kelas V dari SD Islam Terpadu Darussalam bersama para wali kelas mengunjungi Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Sultan Alauddin Km. 7, Tala'salapang, Makassar. Rombongan disambut langsung oleh Hj. Feby Primajanti, Kepala Seksi Layanan Umum dan Multimedia, di ruang baca perpustakaan umum, Selasa (21/01/2025).

H. Jakfar Sadik, S.Sg., Lc., Gr., selaku kepala sekolah, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program Outing Class dengan tema “Meningkatkan Literasi, Kemandirian, dan Wawasan Global.” Ia menambahkan, setiap siswa diberikan tugas khusus oleh wali kelas untuk meningkatkan kemampuan literasi mereka.

Wali kelas yang turut mendampingi kegiatan ini adalah Iskandar, S.Pd., Gr. (wali kelas Va), Andi Mas'ud, S.Pd., M.Pd., Gr. (wali kelas Vb), dan Muh. Syahril Nur, S.Pd. (wali kelas Vc). Setelah menyelesaikan tugas literasi di ruang baca, para siswa melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK).

Di Layanan PP-IPTEK, siswa mendapatkan informasi edukatif dari pengelola layanan serta mencoba berbagai alat peraga interaktif. Salah satu  yang menarik perhatian adalah demonstrasi sains "Koin Mengapung," yang memberikan wawasan tentang fenomena fisika. Selain itu, wahana Gyro Xtreme, alat simulasi berbasis prinsip giroskop yang menciptakan sensasi seperti berada di luar angkasa, menjadi daya tarik utama bagi para siswa.

“Kunjungan ini bertujuan untuk mengintegrasikan pembelajaran di luar kelas dengan pengembangan wawasan global serta kemandirian siswa,” ungkap H. Jakfar Sadik.

Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi siswa untuk lebih semangat belajar, memperluas wawasan, dan meningkatkan minat terhadap literasi serta sains.(***)

Jumat, 17 Januari 2025

Kunjungan Dinas Perpustakaan Kolaka Utara ke Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan: Fokus pada Layanan Disabilitas dan Alih Media Koleksi

Sri Wahyuni Djamaluddin, Kepala Seksi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) menerima kunjungan Hirmayanti, Kepala Bidang Layanan Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kolaka Utara, didampingi pustakawan Sumarni, di ruang baca layanan perpustakaan umum pada Jumat (17/01/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin kerja sama dan berbagi wawasan, terutama dalam pengelolaan layanan disabilitas dan alih media koleksi. 

Dalam kunjungan tersebut, Hirmayanti dan Sumarni berdiskusi mengenai layanan disabilitas dan program alih media, khususnya untuk koleksi langka yang telah dialihmediakan. Sri Wahyuni menjelaskan bahwa layanan koleksi disabilitas di perpustakaan ini diperoleh melalui kerja sama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Setra Wyataguna Bandung. "Koleksi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi bagi penyandang disabilitas netra agar mereka dapat meraih pengetahuan tanpa batas," ujarnya.

Selain konsultasi, rombongan juga melihat berbagai layanan yang ada, mulai dari layanan buku tamu, layanan sirkulasi, hingga layanan referensi. Kunjungan dilanjutkan ke Layanan PP-IPTEK, di mana para tamu diperkenalkan pada alat peraga interaktif, seperti Harpa Tanpa Dawai, Bola Listrik, Gyro Extreme, dan Tebak Tanggal Lahir.

Salah satu alat yang mencuri perhatian adalah Baterai Tangan, sebuah alat peraga yang menggunakan logam aluminium dan tembaga. Dengan menempelkan logam pada kedua telapak tangan, jarum mikroampermeter bergerak, menggambarkan keberadaan elektrolit dalam tubuh. Pengalaman ini memberikan pemahaman langsung mengenai konsep-konsep ilmiah melalui interaksi dengan alat peraga.

Hirmayanti memberikan apresiasi terhadap berbagai layanan dan inovasi yang telah dikembangkan oleh Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan. “Kami sangat terinspirasi dengan layanan disabilitas dan alat peraga interaktif di sini. Ini menjadi masukan penting bagi kami untuk mengembangkan layanan serupa di Kolaka Utara. Khususnya, kami ingin memperkuat layanan berbasis teknologi dan memastikan koleksi langka dapat diakses oleh lebih banyak orang melalui program alih media,” ungkapnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat kerja sama antara kedua institusi, khususnya dalam pengembangan layanan disabilitas dan teknologi perpustakaan untuk meningkatkan literasi masyarakat. (***)


Jumat, 10 Januari 2025

10 Januari dan Tritura: Dari Tuntutan Rakyat ke Intrik Kekuasaan

Protes mahasiswa dengan menggelar poster bertuliskan Tritura : Turunkan Harga, 
Hapuskan Monopoli dan Reformasi disegala bidang. [DR/Bodi CH]

Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan literatur yang mengupas peristiwa Tritura, membuka cakrawala sejarah dan politik bagi masyarakat. Inisiatif ini bukan sekadar memperingati "Hari Tritura", tetapi juga bagian dari komitmen dalam mengelola layanan bagi pemustaka agar tetap terhubung dengan perjalanan bangsa. 

Setiap tanggal 10 Januari, peringatan Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) kembali mengingatkan bangsa pada peristiwa besar yang mengubah sejarah politik Indonesia. Gerakan mahasiswa yang awalnya murni memperjuangkan aspirasi rakyat, seiring waktu menunjukkan adanya berbagai kepentingan yang menungganginya.lmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) menghadirkan literatur yang membahas peristiwa ini guna memperkaya wawasan sejarah dan politik masyarakat. Publikasi ini merupakan salah satu bagian dari upaya mengelola layanan kepada pemustaka, Setiap tanggal 10 Januari, peringatan Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) kembali mengingatkan bangsa pada peristiwa besar yang mengubah sejarah politik Indonesia. Gerakan mahasiswa yang awalnya murni memperjuangkan aspirasi rakyat, seiring waktu menunjukkan adanya berbagai kepentingan yang menungganginya.

Pada tahun 1974, momentum Tritura digunakan kembali oleh mahasiswa untuk mengkritik kebijakan ekonomi pemerintah, terutama terkait dengan meningkatnya investasi Jepang di Indonesia. Gelombang protes memuncak saat Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka berkunjung ke Jakarta pada 14 Januari 1974. Demonstrasi mahasiswa berkembang menjadi kerusuhan besar yang dikenal sebagai Malapetaka 15 Januari (Malari).

Dari berbagai rekonstruksi peristiwa, muncul dugaan kuat bahwa ada kelompok lain di luar mahasiswa yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan politik tertentu. Operasi intelijen sebelum puncak kerusuhan semakin menguatkan indikasi adanya aktor-aktor negara yang turut berperan dalam eskalasi konflik.

Banyak pelaku sejarah, termasuk Hariman Siregar dan Judilherry Justam, memberikan kesaksian mengenai keterlibatan elemen-elemen tertentu dalam peristiwa ini. Bahkan, foto-foto dokumentasi Tempo menunjukkan situasi yang lebih kompleks dari sekadar aksi mahasiswa.

Tritura yang awalnya murni merupakan tuntutan rakyat—yakni turunkan harga, bubarkan Aspri (Asisten Pribadi Presiden), dan gantung koruptor—ternyata tidak hanya berujung pada reformasi, tetapi juga menjadi alat politik yang sarat dengan intrik kekuasaan. Sejarah mencatat bahwa peristiwa seperti Malari dan reformasi 1998 menjadi cerminan bagaimana gerakan massa dapat diarahkan oleh kepentingan-kepentingan tertentu.

Peringatan Tritura setiap tahun bukan hanya sekadar refleksi sejarah, tetapi juga pengingat bahwa kekuatan rakyat seharusnya tetap berpegang teguh pada kepentingan bangsa, bukan dijadikan alat oleh segelintir elite yang memiliki agenda terselubung. 

Tritura tidak hanya disuarakan tahun 1965-1966, tahun 1974 gerakan mahasiswa juga menyuarakan Tritura bentuk lain yang disesuaikan dengan kondisi penjajahan gaya baru di era orde baru.

Untuk melihat lebih mendalam, literatur yang relevan dapat ditemukan dalam buku Apa Saja Tuntutan Tritura Mahasiswa Angkatan 1974 yang diterbitkan oleh Tempo Publishing menggambarkan gerakan tidak hanya disuarakan tahun 1965-1966, tahun 1974 gerakan mahasiswa juga menyuarakan Tritura bentuk lain yang disesuaikan dengan kondisi penjajahan gaya baru di era orde baru. (***)

Jumat, 03 Januari 2025

Duta Pelajar dan Duta Lingkungan MAN 2 Parepare Eksplorasi Literasi dan Sains di Perpustakaan Provinsi

Sebanyak 17 siswa MAN 2 Kota ParePare, yang terdiri dari Duta Pelajar, Duta Lingkungan, Duta Dara Daeng, Duta Peduli Sejarah, dan Duta Putra Putri Lasinrang bersama siswa lainnya, melakukan kunjungan edukatif ke Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Sultan Alauddin Km. 7, Tala'salapang, Makassar, Jumat (03/01/2025). Mereka didampingi oleh dua guru, Bakir, S.Pd, dan Septiana, S.E, dalam rangka meningkatkan literasi dan wawasan.

Rombongan disambut hangat oleh Megawati, Koordinator Layanan Umum dan Multimedia, di ruang baca perpustakaan umum. Dalam sambutannya, Bakir menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada para siswa untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan dan menggali wawasan baru. "Kami membawa para siswa yang merupakan duta sekolah dengan harapan mereka dapat menjadi agen perubahan, memotivasi teman-teman mereka untuk mencintai literasi dan belajar," katanya.

Selain mengunjungi perpustakaan, para siswa juga melanjutkan kegiatan ke Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) . Di sana, mereka disambut oleh pengelola layanan yang memberikan edukasi tentang alat peraga interaktif, seperti seperti Katrol, Gyro Xtreme, Menurung Ke Atas, Tebak Tanggal Lahir, serta alat peraga lainnya selain itu pengelola layanan juga memperagakan demo sains. 

Salah satu wahana yang menarik perhatian adalah katrol. Para siswa diajak memahami prinsip kerja katrol, di mana jumlah tali dan sistem katrol memengaruhi gaya yang dibutuhkan untuk mengangkat beban. "Semakin banyak jumlah tali dan sistem katrol, semakin kecil gaya yang dibutuhkan, sehingga mempermudah pekerjaan. Contohnya bisa kita temui pada timba sumur dan lift," jelas pengelola PP-IPTEK sambil menunjukkan demonstrasi.


Kegiatan ini memberikan wawasan baru dan pengalaman belajar yang interaktif bagi para siswa. "Saya sangat senang bisa mengikuti kunjungan ini. Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung, terutama di PP-IPTEK," ujar salah satu siswa Duta Lingkungan.

Melalui kunjungan ini, para siswa diharapkan mampu memperkuat semangat belajar, menjadikan literasi dan sains sebagai bagian penting dalam kehidupan, serta menularkan semangat positif kepada komunitas sekolah mereka. (***)