Makassar, 30 Juli 2025 — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025 diwarnai dengan kegiatan edukatif bertajuk Goes to School, yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Makassar. Kegiatan ini dihadiri sekitar 500 siswa dan menghadirkan Naoemi Octarina selaku Ketua TP PKK Sulsel sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulawesi Selatan, yang telah memberi perhatian khusus terhadap isu kekerasan seksual di kalangan remaja.
Naoemi Octarina, yang juga merupakan alumni SMA Negeri 2 Makassar, dalam kesempatan ini turut menyerahkan Penghargaan Guru Teladan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan TP PKK dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Program Goes to School merupakan kolaborasi antara Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.
PIC kegiatan dari Pokja II TP PKK Sulsel, Kirana Anissa dan Suryanarni Sultan, berperan aktif dengan berkoordinasi bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk menghadirkan materi edukatif seputar literasi dan perlindungan anak kepada para siswa. Keduanya juga memberikan hadiah kepada siswa yang aktif selama kegiatan berlangsung.
Dukungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan diwujudkan melalui layanan mobil perpustakaan keliling yang memberikan akses bacaan kepada siswa, serta mendorong minat baca. Kegiatan ini dikoordinir langsung oleh Kepala UPT Perpustakaan, Kaharulla, SE., M.M., bersama Kepala Seksi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), Sri Wahyuni Djamaluddin.
Naoemi Octarina menyempatkan diri berdialog dengan siswa yang sedang menikmati bacaan dari mobil layanan perpustakaan keliling. Ia mengangkat isu penting seputar kekerasan seksual di media sosial, mendorong siswa untuk lebih sadar, kritis, dan berani berbicara. “Anak-anak perlu paham bagaimana melindungi diri di dunia digital,” ujarnya.
Sesi literasi diperkuat dengan materi edukatif dari pustakawan Desy Selviana, berjudul Literasi dan Perlindungan Anak melalui Edukasi Sains dan Teknologi. Materi ini menyoroti keterkaitan antara literasi, perlindungan anak, serta sains dan teknologi sebagai elemen yang saling mendukung dalam membentuk generasi muda yang cerdas, empatik, dan terlindungi.
“Literasi adalah kemampuan berpikir dan empati. Perlindungan anak adalah tanggung jawab kolektif. Dan sains-teknologi adalah alat bantu edukasi yang membangun,” jelas Desy kepada para siswa.
Untuk memperkuat pemahaman, tim PP-IPTEK menghadirkan sejumlah alat peraga edukatif, seperti Robot Halang Lintang yang mendemonstrasikan prinsip kerja sensor, Kacamata Ultrasonik sebagai simulasi alat bantu tunanetra, permainan logika Tebak Tanggal Lahir, serta simulasi Tes Otak Kiri dan Otak Kanan untuk mengasah kreativitas dan daya analitis siswa.
Tak hanya fokus pada edukasi, Dinas Perpustakaan juga memberikan pembinaan kepada perpustakaan sekolah, termasuk Perpustakaan SMAN 2 Makassar sebagai bagian dari klaster binaan Gemes De (Gerakan Mencerdaskan Anak Bangsa dari Desa).
Kegiatan Goes to School ini menjadi bagian dari upaya strategis mewujudkan anak-anak Sulawesi Selatan yang literat, kritis terhadap ancaman kekerasan seksual, serta melek sains dan teknologi. (***)










.jpeg)
.jpeg)



.png)
.png)



