Rabu, 30 Juli 2025

Naoemi Octarina Ajak Siswa Waspadai Kekerasan Seksual di Era Digital Lewat Literasi dan Edukasi Sains

Makassar, 30 Juli 2025 — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025 diwarnai dengan kegiatan edukatif bertajuk Goes to School, yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Makassar. Kegiatan ini dihadiri sekitar 500 siswa dan menghadirkan Naoemi Octarina selaku Ketua TP PKK Sulsel sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulawesi Selatan, yang telah memberi perhatian khusus terhadap isu kekerasan seksual di kalangan remaja.

Naoemi Octarina, yang juga merupakan alumni SMA Negeri 2 Makassar, dalam kesempatan ini turut menyerahkan Penghargaan Guru Teladan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan TP PKK dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Program Goes to School merupakan kolaborasi antara Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.

PIC kegiatan dari Pokja II TP PKK Sulsel, Kirana Anissa dan Suryanarni Sultan, berperan aktif dengan berkoordinasi bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk menghadirkan materi edukatif seputar literasi dan perlindungan anak kepada para siswa. Keduanya juga memberikan hadiah kepada siswa yang aktif selama kegiatan berlangsung.

Dukungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan diwujudkan melalui layanan mobil perpustakaan keliling yang memberikan akses bacaan kepada siswa, serta mendorong minat baca. Kegiatan ini dikoordinir langsung oleh Kepala UPT Perpustakaan, Kaharulla, SE., M.M., bersama Kepala Seksi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), Sri Wahyuni Djamaluddin.

Naoemi Octarina menyempatkan diri berdialog dengan siswa yang sedang menikmati bacaan dari mobil layanan perpustakaan keliling. Ia mengangkat isu penting seputar kekerasan seksual di media sosial, mendorong siswa untuk lebih sadar, kritis, dan berani berbicara. “Anak-anak perlu paham bagaimana melindungi diri di dunia digital,” ujarnya.

Sesi literasi diperkuat dengan materi edukatif dari pustakawan Desy Selviana, berjudul Literasi dan Perlindungan Anak melalui Edukasi Sains dan Teknologi. Materi ini menyoroti keterkaitan antara literasi, perlindungan anak, serta sains dan teknologi sebagai elemen yang saling mendukung dalam membentuk generasi muda yang cerdas, empatik, dan terlindungi.

“Literasi adalah kemampuan berpikir dan empati. Perlindungan anak adalah tanggung jawab kolektif. Dan sains-teknologi adalah alat bantu edukasi yang membangun,” jelas Desy kepada para siswa.

Untuk memperkuat pemahaman, tim PP-IPTEK menghadirkan sejumlah alat peraga edukatif, seperti Robot Halang Lintang yang mendemonstrasikan prinsip kerja sensor, Kacamata Ultrasonik sebagai simulasi alat bantu tunanetra, permainan logika Tebak Tanggal Lahir, serta simulasi Tes Otak Kiri dan Otak Kanan untuk mengasah kreativitas dan daya analitis siswa.

Tak hanya fokus pada edukasi, Dinas Perpustakaan juga memberikan pembinaan kepada perpustakaan sekolah, termasuk Perpustakaan SMAN 2 Makassar sebagai bagian dari klaster binaan Gemes De (Gerakan Mencerdaskan Anak Bangsa dari Desa).

Kegiatan Goes to School ini menjadi bagian dari upaya strategis mewujudkan anak-anak Sulawesi Selatan yang literat, kritis terhadap ancaman kekerasan seksual, serta melek sains dan teknologi. (***)


Senin, 28 Juli 2025

Dispusipda Luwu Utara Konsultasi Transformasi Digital ke Perpustakaan Sulsel

MAKASSAR — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menerima kunjungan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Luwu Utara pada Senin (28/07/2025). Pertemuan berlangsung di Ruang Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan dan diterima langsung oleh Kepala UPT Perpustakaan Sulsel, Kaharullah, SE., MM.

Rombongan tersebut dipimpin oleh Drs. H. Zaenal, MM selaku Kepala Dinas, didampingi Yusra, S.Sos (Penelaah Teknis Kebijakan) dan Ira Widyastuti (Pengolah Data dan Informasi). Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan konsultasi teknis terkait pengembangan perpustakaan elektronik.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas strategi pengelolaan layanan perpustakaan digital, termasuk pemanfaatan aplikasi seperti iPusnas dan iSulsel guna memperluas akses literasi masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Luwu Utara.

Usai konsultasi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Mereka disambut oleh Sri Wahyuni Djamaluddin, Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK. Di sana, pengelola layanan memperkenalkan sejumlah alat peraga interaktif seperti Harpa Tanpa Dawai, Bola Listrik, Gyro Extreme, dan Tebak Tanggal Lahir.

Dari semua alat yang ditampilkan, Tebak Tanggal Lahir menjadi favorit rombongan. Alat tersebut menarik perhatian karena mampu menebak tanggal lahir seseorang melalui logika matematika sederhana, menjadikannya sarana edukatif yang menghibur.

Menurut Ira Widyastuti, kunjungan ini menjadi langkah awal yang penting dalam merancang pengembangan perpustakaan elektronik di Luwu Utara.
"Kami sangat terinspirasi dengan pendekatan PP-IPTEK dalam menghadirkan teknologi yang bersifat edukatif dan menyenangkan. Harapannya, kami dapat membangun perpustakaan elektronik yang tak hanya informatif, tetapi juga interaktif dan menarik bagi generasi muda di daerah kami," ujarnya.

Selain itu, rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi Layanan Deposit untuk melihat secara langsung literatur terkait Kabupaten Luwu Utara. Mereka meninjau beberapa koleksi terbitan daerah, khususnya yang berasal dari Luwu Utara. Dalam kesempatan tersebut, Yusra, S.Sos mengungkapkan bahwa sejumlah koleksi, termasuk koran dan literatur penting lainnya, sempat rusak parah akibat banjir bandang yang melanda Luwu Utara beberapa waktu lalu dan tidak dapat diselamatkan. Hal ini menjadi catatan penting akan perlunya pengelolaan literatur dalam bentuk digital untuk menghindari kehilangan informasi akibat bencana.

Kamis, 17 Juli 2025

Pustakawan Sulsel Bangun Budaya Literasi di SMAN 16 Makassar

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan melalui Klaster Pustakawan "The Six", bersama sejumlah pustakawan layanan dan pejabat struktural, melakukan kunjungan literasi ke SMA Negeri 16 Makassar pada Kamis (17/07/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun dan memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar tingkat menengah di Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala UPT Perpustakaan, Kaharullah, SE., MM., serta Sri Wahyuni Djamaluddin Kepala Seksi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Tim pustakawan dari Klaster The Six yang terdiri dari Andi Amriana, Nurmiati, Megawati, Andi Darlianti, I Tappa, Salma, Muh. Rusli, Abd Samad, Muh. Yusuf, Rudianto, Nina Maria, Ainun, dan Rahayu—bertindak sebagai panitia penyelenggara kegiatan ini.

Sebanyak 384 siswa bersama guru mata pelajaran dan pengelola perpustakaan sekolah, menyambut dengan antusias kunjungan ini. Para siswa mengikuti berbagai kegiatan edukatif yang dirancang untuk menumbuhkan minat baca, memperkenalkan teknologi sederhana, dan mendorong keterampilan literasi.

Melalui layanan mobil perpustakaan keliling, siswa diberi kesempatan membaca buku di halaman sekolah. Setelah membaca, mereka diajak untuk menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca. Kegiatan ini bertujuan melatih pemahaman bacaan, kemampuan menyampaikan ulang informasi, serta membangun rasa percaya diri dalam berbicara di depan umum.

Sebagai bentuk penguatan literasi, siswa juga diajak untuk mengikuti lomba menulis resensi buku dan lomba membuat video konten literasi. Kedua lomba tersebut terbuka untuk seluruh peserta dan mendapat sambutan hangat dari siswa. Hadiah menarik disiapkan bagi para pemenang sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas dan kemampuan mereka dalam mengolah ide dan pesan literasi secara menarik.

Tak hanya buku, siswa juga dikenalkan pada sejumlah alat peraga ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bagian dari edukasi sains. Alat-alat yang diperkenalkan antara lain Robot Halang Lintang, yang menunjukkan prinsip kerja sensorik pada robot; Kacamata Ultrasonik sebagai simulasi alat bantu tunanetra; Tebak Tanggal Lahir sebagai permainan logika numerik; serta simulasi Tes Otak Kiri dan Otak Kanan yang mengasah kemampuan berpikir analitis dan kreatif siswa.

M. Taufik, salah seorang guru pendamping, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran pustakawan dan berbagai kegiatan yang diselenggarakan. Menurutnya, kegiatan semacam ini memberi pengalaman baru yang edukatif dan mampu menggugah minat siswa terhadap dunia baca dan ilmu pengetahuan secara bersamaan.

Kepala UPT Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Klaster The Six atas inisiatif dan kontribusi aktif dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah. Ia berharap sinergi antara perpustakaan dan institusi pendidikan ini terus berlanjut demi menciptakan generasi pembelajar yang literat dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kegiatan ditutup dengan pembagian bingkisan kepada siswa yang aktif serta sesi foto bersama. Seluruh peserta kemudian bersama-sama menyerukan semangat literasi melalui yel-yel: “Literasi Kuat, Sulsel Hebat!” (***)

Kamis, 10 Juli 2025

PP-IPTEK Sulsel Jadi Wisata Edukatif Gratis, Perkuat Ikatan Orang Tua dan Anak

Libur semester menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak untuk beristirahat dari rutinitas belajar di sekolah. Namun bagi banyak orang tua, masa liburan justru menjadi tantangan: bagaimana mengisi waktu anak secara bermanfaat dan menyenangkan?

Di tengah pilihan tempat wisata yang lazim dikunjungi seperti pusat perbelanjaan dan taman hiburan, muncul alternatif edukatif yang semakin diminati warga Makassar dan sekitarnya: Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. 

Berlokasi di Jalan Sultan Alauddin Km. 7, Tala'salapang–Makassar, PP-IPTEK memberikan akses gratis kepada masyarakat untuk menikmati berbagai wahana pembelajaran interaktif yang dirancang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sejak dini.

"Kami sangat terbuka untuk siapa saja, dan semua wahana bisa diakses secara gratis. Anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan," ujar Desy Selviana, pengelola PP-IPTEK, saat ditemui pada Kamis (10/07/2025).

Beberapa wahana interaktif yang tersedia antara lain Tebak Tanggal Lahir, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Gyro Extreme, Baterai Tangan, hingga Trainer Panel Surya. Alat-alat ini dirancang untuk membangkitkan rasa ingin tahu anak terhadap konsep dasar sains melalui pendekatan visual dan eksperimen langsung.

Layanan ini juga dilengkapi dengan beragam koleksi buku seperti ensiklopedia umum dan agama, komik sains, cerita rakyat, serta seri ilmu pengetahuan yang mendorong kebiasaan membaca sejak usia dini.

Pada hari yang sama, dua keluarga tercatat berkunjung ke PP-IPTEK. Satu keluarga datang membawa tujuh anak, sementara keluarga lainnya membawa tiga anak. Selain itu, dua anak laki-laki datang secara mandiri setelah mengetahui tempat ini melalui media sosial.

Salah satu orang tua pengunjung, Dewi Agustina, menyampaikan apresiasinya terhadap layanan ini. 

“Terima kasih atas layanan yang diberikan. Ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga ruang untuk mempererat keakraban kami dengan anak-anak. Di sini kami bisa bermain bersama, tertawa, dan belajar dalam situasi yang berbeda. Rasanya lebih dekat dan hangat,” ungkapnya.

Menurut Dewi, bermain sambil belajar di PP-IPTEK memberi pengalaman yang berbeda dari rumah maupun tempat wisata lainnya.

“Biasanya kalau di rumah, anak-anak sibuk dengan gadget. Tapi di sini, kami benar-benar hadir untuk mereka,” tambahnya.

PP-IPTEK memang dirancang dengan pendekatan edukatif yang menyenangkan, kreatif, mudah diakses, dan berkesan untuk segala usia. Orang dewasa pun bisa ikut mencoba alat peraga dan terlibat langsung dalam berbagai eksperimen sederhana bersama anak-anak mereka.

Selama masa liburan ini, pengelola mencatat peningkatan jumlah kunjungan, terutama dari keluarga yang ingin memberikan pengalaman liburan yang berbeda dan bermanfaat bagi anak-anak.

Dengan layanan seperti PP-IPTEK, liburan sekolah tak lagi identik dengan biaya besar atau hiburan tanpa arah. Di sini, anak-anak bisa memperluas wawasan sambil bermain, sementara orang tua memperkuat hubungan emosional melalui kebersamaan yang hangat dan penuh makna. (***)

Minggu, 06 Juli 2025

Pustakawan Berkarya: 27 Buku Pilihan, Mulai dari Sulawesi Selatan hingga Mancanegara

Dalam semangat memperingati Hari Pustakawan Nasional yang jatuh pada tanggal 7 Juli 2025, Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan mempersembahkan 27 buku pilihan yang merefleksikan beragam peran pustakawan di Indonesia, dari pelestari budaya hingga agen literasi digital.

Tahun ini, Layanan PP-IPTEK mengangkat tema lokal yang menggugah kesadaran budaya dan intelektual:

🎯 “Sipakatau dalam Literasi, Sipakalebbi dalam Karya”

Tema ini berakar dari nilai kearifan lokal Bugis-Makassar. Sipakatau mengandung semangat saling memanusiakan yang menjadi jiwa dalam membangun budaya literasi. Sementara sipakalebbi adalah wujud penghargaan dan penghormatan yang diwujudkan dalam karya nyata pustakawan untuk masyarakat.

📍 Pustakawan Sulawesi Selatan

  • Guide 100 Buku Konten Lokal Sulawesi Selatan (Jilid 1, 2, dan 3)
    Penulis: Desy Selviana & Suharman Musa
    Sebuah upaya mendokumentasikan kekayaan budaya, sejarah, dan adat istiadat Sulawesi Selatan. Buku ini menjadi pintu masuk koleksi lokal di DPK Sulsel dan sekaligus jejak literasi berbasis kearifan lokal.

🌐 Suara Pustakawan Nusantara

  • Pustakawan Pelopor Budaya Baca SiswaSiti Juniarsih
    Memperlihatkan kiprah pustakawan sekolah yang menjadi agen perubahan dalam membangun minat baca pelajar.
  • Aksi Pustakawan Dimuat MediaDicki Agus Nugroho
    Buku ini memberikan panduan praktis agar kegiatan pustakawan dapat diliput oleh media              massa  baik cetak, televisi, maupun daring. Ditulis berdasarkan pengalaman nyata, buku ini            cocok bagi pustakawan yang ingin meningkatkan eksistensi dan publikasi programnya di ruang    publik.
  • Librarian’s Journey – Kelas Menulis Pustakawan
    Kisah pustakawan yang menembus batas negara, menjelajahi Asia, Australia, hingga Amerika dengan identitas profesi yang dibanggakan.
  • Pustakawan di Tengah Badai Digital – Muhammad Syarif Bando
    Refleksi dari Kepala Perpusnas RI tentang transformasi digital pustakawan yang tetap menjaga peran strategisnya dalam dunia literasi.
  • Melejitkan Kompetensi Pustakawan Melalui Mentoring – Maemunah
    Panduan untuk pustakawan yang ingin tumbuh secara profesional melalui proses pendampingan (mentoring).
  • Literasi Pustakawan – Nasrullah
    Sebuah gambaran utuh tentang kompetensi, tugas, dan citra pustakawan masa kini.
  • Cerita Tentang Pustakawan & Kepustakawanan – Blasius Sudarsono
    Cerita eksistensial tentang perjalanan menjadi pustakawan yang penuh makna dan filosofi.
  • Pustakawan... Yuk Menulis! – S.P. Andriani & Didik Muryati
    Buku motivasi untuk mendorong pustakawan aktif menulis sebagai bentuk kontribusi pengetahuan.
  • 10 Khazanah Pemikiran Pustakawan – Agnes Tri Maryunani dkk
    Kumpulan tulisan yang merekam inovasi, refleksi, dan transformasi pustakawan dari berbagai daerah.
  • Warna Warni Cerita Pustakawan di Masa Pandemi  – Ikatan Pustakawan Indonesia
    Dokumentasi semangat dan kreativitas pustakawan saat menghadapi krisis global.
  • Menembus Batas Hospitality Pustakawan – Achmad Nur Chamdi dkk
    Makalah pustakawan yang menjembatani literasi dan nilai-nilai humanis.
  • Pustakawan ½ GilaSuherman
    Satire jujur tentang dinamika profesi pustakawan dengan penuh dedikasi.

  • Penerapan Kode Etik PustakawanNurul
    Mengulas pentingnya etika profesi pustakawan dalam pelayanan publik.

  • Inovasi Pustakawan Menuju Indonesia MajuMuhammad Ivan dkk
    Kompilasi inovasi pustakawan dalam mendukung agenda literasi nasional.

  • Rekam Pengalaman dan Catatan PendapatSupriyanto
    Otobiografi pustakawan yang menapaki karier dari level dasar hingga puncak birokrasi fungsional.

  • Beyond Managing the Library, Managing KnowledgeKoko Srimulyo
    Memandang pustakawan sebagai aktor sosial dalam peta pengetahuan.

  • The Multitalent LibrarianAlfa Noranda dkk
    Kisah pustakawan dari berbagai jenis perpustakaan yang memiliki keahlian serba bisa.

  • Menjadi Pustakawan Hebat, Apa yang Harus Diperbuat?Agung Nugrohoadhi
    Tips dan strategi menghadapi perubahan zaman dan transformasi layanan.

  • Folklore Destinasi Wisata IndonesiaPustakawan Ahli Utama Perpusnas RI
    Cerita rakyat sebagai salah satu aset literasi budaya dan daya tarik wisata.

  • Pengaruh Pendidikan terhadap Kinerja PustakawanNilam
    Analisis hubungan antara jenjang pendidikan dan kualitas layanan pustakawan.

  • Pola Pengembangan Karier PustakawanIswadi Syahrial Nupin
    Motivasi kerja dan pemahaman teknis sebagai fondasi pengembangan karier pustakawan.

  • Literasi Informasi dan Kualitas Koleksi PTN KalselLaila Rahmawati dkk
    Penelitian tentang peran keterampilan pustakawan terhadap mutu koleksi perguruan tinggi.

  • Etika Kepustakawanan

    Penulis: Andi Mudassir, S.I.P., M.I.P., Syahrul Ikhsan, S.I.Pust., M.I.P., Hazan, S.Hum., M.I.P., Efan Saputra, S.I.P., M.I.P., Surya Handayani, S.I.P., M.I.P. ; Editor: Dr. Nurunnisa
    Buku ini mengupas prinsip-prinsip moral dan norma yang harus diikuti pustakawan dalam menjalankan profesinya. Dari integritas hingga tanggung jawab pelayanan informasi, buku ini mengingatkan bahwa kepustakawanan bukan hanya keahlian teknis, tetapi juga praktik etis yang menjaga kepercayaan publik terhadap perpustakaan.

  • Kepustakawanan dalam Ragam Aktivitas Pustakawan: Kumpulan Tulisan Apa Itu, Apa Ini, dan Apa Saja Tentang Jagad Kepustakawanan

    Buku ini merekam perjalanan perpustakaan dan pustakawan dari masa-masa minim pengakuan hingga kini menjadi simpul penting dalam ekosistem informasi digital. Di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya literasi informasi masyarakat, pustakawan ditantang untuk terus memperkuat kompetensi dan peran strategisnya dalam menjawab kebutuhan pemustaka yang semakin dinamis dan kritis.

Dari ruang-ruang layanan perpustakaan hingga forum literasi internasional, pustakawan Sulawesi Selatan telah menorehkan jejak yang bermakna. Melalui karya, tulisan, dan pelayanan yang menjunjung nilai sipakatau dan sipakalebbi, mereka menunjukkan bahwa profesi ini bukan sekadar menjaga pengetahuan, tetapi juga memanusiakan literasi dan memberi penghormatan pada setiap karya.

Sebagian besar buku yang ditampilkan dalam daftar ini dapat diakses secara digital melalui aplikasi iPusnas, sehingga masyarakat luas—termasuk pelajar, mahasiswa, dan pustakawan pemula—dapat membacanya dengan mudah dan gratis.

📘 Selamat Hari Pustakawan Nasional 2025
🎯 “Sipakatau dalam Literasi, Sipakalebbi dalam Karya”
📍 Layanan PP-IPTEK
📍 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan




Rabu, 02 Juli 2025

Ibu-Ibu Majelis Cinta Qur’an Ajak Anak-anak Liburan Sambil Belajar di Layanan IPTEK Perpustakaan Sulsel

Momentum liburan dimanfaatkan secara edukatif oleh Haeriani, Wihdania, Ridha, dan Musdalifah. ibu-Ibu-ibu ini dari Majelis Cinta Qur'an (MCQ) Makassar bersama 12 anak, yang merupakan putra-putri mereka mengunjungi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan pada Rabu (02/07/2025). Kunjungan ini disambut langsung oleh Desy Selviana bersama Ainun Nasrah Mutia selaku pengelola layanan memberikan edukasi serta pendampingan bagi anak-anak dalam mencoba berbagai alat peraga sains.

Salah seorang perwakilan orang tua, Haeriani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda liburan edukatif yang mereka rancang. "Kami adalah ibu-ibu pengajian dari MCQ Makassar. Tujuan kunjungan ini untuk mengenalkan anak-anak pada dunia perpustakaan dan sains sejak dini. Sebelumnya kami juga telah mengunjungi Perpustakaan Ibu dan Anak serta museum," ujarnya.


Selama berada di layanan IPTEK, anak-anak diajak mencoba sejumlah alat peraga interaktif seperti Panel Surya, Harpa Tanpa Dawai, Bola Listrik, Gyro Extrem, Katrol, Kursi Paku, dan lainnya. Tak hanya itu, anak-anak juga antusias menyaksikan demo sains “Tornado dalam Botol” yang disajikan oleh pengelola.

Bola Listrik menjadi alat peraga favorit. Alat ini menarik perhatian karena menunjukkan aliran listrik dari potensial tinggi ke rendah yang bisa dilihat secara visual ketika jari tangan ditempelkan ke permukaannya. Aliran energi akan mengikuti gerak jari, memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Selain berinteraksi dengan alat peraga, anak-anak juga membaca berbagai buku cerita dan sains, serta bermain puzzle bersama ibu mereka. Aktivitas bersama ini menjadi sarana membangun ikatan emosional yang kuat antara ibu dan anak, yang merupakan fondasi penting dalam perkembangan psikologis dan sosial anak.

Kehadiran orang tua dalam aktivitas bermain dan belajar tidak hanya memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak, tetapi juga memperkuat hubungan emosional yang berpengaruh besar terhadap kepercayaan diri dan semangat belajar anak di masa depan. Melalui kegiatan seperti ini, orang tua dapat lebih memahami minat dan potensi anak, serta menanamkan nilai-nilai positif dalam suasana menyenangkan.

Langkah MCQ Makassar ini menjadi contoh positif bagaimana masa liburan dapat dimanfaatkan secara kreatif dan edukatif, memperkenalkan anak-anak pada literasi dan sains, sekaligus membangun kedekatan emosional yang bermakna antara ibu dan anak. (***)