Teknik konstruksi sosrobahu terutama dipakai untuk membangun bahu lengan beton jalan raya. Penggunaan teknik konstruksi ini membuat proses pembangunan jalan tidak mengganggu arus lalu lintas. Pada teknik sosrobahu ini, lengan jalan layang ditempatkan sejajar dengan jalan yang ada di bawahnya lantas diputar 90 derajat. Teknologi kontruksi ini diberi nama Sosrobahu oleh Presiden Suharto yang diambil dari nama seorang tokoh cerita Mahabharata.
LENGKUNGAN NAN KOKOH merupakan salah satu alat peraga IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi di Jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang, Makassar. Pada alat ini pengunjung menyusun puzzle balok yang sesuai dengan pola sehingga membentuk jembatan melengkung. Lepaskan penumpu dengan cara menariknya, dan berdiri di atas jembatan yang baru saja disusun.
Petunjuk cara kerja dan penjelasan secara teori:
- Aturlah posisi penumpu tegak lurus dengan alas balok!
- Susunlah balok-balok pada alas membentuk lengkungan!
- Kembali penumpuk pada posisi semula
Gaya berat lengkungan dipusatkan di kedua tepiannya (kedua tepian balok yang di susun saling mengunci dengan yang lainnya sampai pada balok yang paling terakhir, yaitu balok pondasi atau balok penahan) sehingga lengkungan tetap berdiri tegak walaupun ada beban di suatu tempat.
Contohnya: jembatan melengkung, Gapura candi Borobudur menggunakan prinsip ini.
LENGKUNGAN NAN KOKOH memiliki konsep pembagian tekanan sehingga jembatan tersebut tetap kokoh walaupun pengunjung berjalan di atasnya. Sosrobahu merupakan aplikasi dari konsep gaya yang digunakan untuk membuat konstruksi jembatan layang.
