Senin, 03 Agustus 2026

20 Peserta Magang dari SMK Negeri 4 Takalar dan UNM Ikuti Pembekalan di Layanan PP-IPTEK Perpustakaan Sulsel

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan kembali menjadi tempat pembelajaran bagi mahasiswa dan pelajar melalui program studi magang dan praktik kerja lapangan (PKL). Tahun ini, sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan magang, terdiri atas 7 orang dari SMK Negeri 4 Takalar, Jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, serta 13 orang dari Universitas Negeri Makassar (UNM) yang berasal dari berbagai program studi, di antaranya Sastra Inggris, Sastra Indonesia, dan Administrasi Pendidikan.

Masa pelaksanaan magang berbeda-beda pada setiap peserta, bergantung pada ketentuan dari masing-masing lembaga pendidikan, yakni berkisar antara satu hingga enam bulan. Program ini juga menjadi salah satu syarat penyelesaian mata kuliah maupun mata pelajaran, sekaligus memberikan pengalaman kerja nyata di bidang kepustakawanan dan pelayanan informasi.

Selama mengikuti magang, peserta memperoleh kesempatan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pustakawan, seperti layanan sirkulasi, penataan (shelving) koleksi, klasifikasi bahan pustaka baru, penginputan data koleksi, penyusunan materi promosi perpustakaan, hingga berbagai kegiatan teknis lainnya.

Pada kegiatan pembekalan di Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), Senin (3/8/2026) para peserta magang diterima langsung oleh Kepala Seksi Layanan Pusat Peraga IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaludin. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi kepada para peserta serta berharap program magang dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar yang mampu meningkatkan kompetensi, kedisiplinan, dan pengalaman kerja di lingkungan perpustakaan.

Selanjutnya, peserta memperoleh pembekalan dari Pengelola Layanan PP-IPTEK, Desy Selviana. Mereka diperkenalkan dengan fungsi layanan PP-IPTEK sebagai wahana pembelajaran berbasis alat peraga interaktif yang bertujuan menumbuhkan minat masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam sesi praktik, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga belajar secara langsung mengenai tata cara memberikan pelayanan dan edukasi kepada pengunjung. Mereka diajak memahami cara mengoperasikan berbagai alat peraga interaktif, seperti Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai, Halilintar, Katrol, Menurun ke Atas, Energi vs Daya, Gyro Extreme, Bola Listrik, hingga Lengkungan Nan Kokoh.

Pengelola Layanan PP-IPTEK, Desy Selviana, mengatakan pembekalan tersebut bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan pelayanan sehingga mereka mampu mendampingi pengunjung ketika mengikuti kegiatan di PP-IPTEK.

"Melalui pembekalan ini, peserta magang tidak hanya memahami cara mengoperasikan alat peraga, tetapi juga belajar memberikan informasi edukatif serta pelayanan yang baik kepada setiap pengunjung. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal yang bermanfaat bagi mereka di dunia kerja maupun pendidikan," ujarnya.


Melalui program magang ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan terus berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi generasi muda dengan memberikan pengalaman belajar yang aplikatif sekaligus memperkenalkan peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, literasi, dan pengembangan ilmu pengetahuan. (***)

Kamis, 23 Juli 2026

Hari Anak Nasional ke-42, Dispus Arsip Sulsel Tanamkan Karakter, Literasi, dan Cinta Sains Melalui Outing Class

MAKASSAR – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Muhammad Jufri, menerima kunjungan 43 siswa kelas I dan II SD Islam Ar-Raafi yang mengikuti kegiatan outing class dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Sultan Alauddin KM 7, Tala'salapang, Makassar, Kamis (23/7/2026). Rombongan siswa dipimpin Kepala SD Islam Ar-Raafi, Muh. Sadik, sementara Prof. Muhammad Jufri didampingi pejabat eselon III dan IV.

Mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan budaya literasi, pendidikan karakter, dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan di perpustakaan.

Dalam sambutannya, Prof. Muhammad Jufri mengajak para siswa membiasakan penggunaan empat "kata ajaib", yakni maaf, tolong, terima kasih, dan permisi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut merupakan fondasi pembentukan karakter anak yang santun, peduli, dan menghargai sesama.

Ia juga mengimbau pihak sekolah untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang dekat dengan anak. Kunjungan rutin ke perpustakaan, kata dia, tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga memperluas wawasan dan menumbuhkan rasa ingin tahu sejak usia dini.

Sebelumnya, Kepala Seksi Layanan Umum dan Multimedia, Hj. Feby Primajanti, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dengan PT Pegadaian Cabang Talasalapang dan Cimory dalam memeriahkan Hari Anak Nasional ke-42. Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan, H. Andi Sangkawana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kegiatan read aloud bersama Kak Rina yang membawakan buku cerita berjudul Rian dengan 4 Kata Ajaib. Melalui pembacaan cerita yang disampaikan secara interaktif, diselingi lagu dan tepuk tangan, para siswa diajak memahami pentingnya membiasakan empat kata ajaib "maaf, tolong, terima kasih, dan permisi" dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menumbuhkan minat baca sejak usia dini.


Selanjutnya, para siswa mengunjungi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) dan disambut oleh Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin. Pada sesi ini, mereka diperkenalkan dengan berbagai demonstrasi sains sederhana, seperti percobaan "Jeruk Kupas vs Jeruk Tidak Dikupas di Air" dan "Tumpukan Lima Gelas di Atas Kertas", yang menjelaskan konsep ilmiah melalui praktik langsung.

Keceriaan para siswa semakin terlihat saat mencoba berbagai wahana sains interaktif, di antaranya Harpa Tanpa Dawai, Tebak Tanggal Lahir, Energi dan Daya, Bola Listrik, Katrol, hingga Gyro Extreme. Wahana Gyro Extreme menjadi salah satu favorit karena memberikan pengalaman layaknya astronot sekaligus memperkenalkan prinsip giroskop, yaitu kemampuan benda berputar mempertahankan orientasi meski dipengaruhi gaya luar.


Melalui kegiatan outing class ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum menghadirkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang inspiratif. Dengan memadukan literasi, pendidikan karakter, dan pembelajaran sains, perpustakaan diharapkan mampu berkontribusi dalam membentuk generasi yang gemar membaca, berakhlak mulia, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Menutup kegiatan, Prof. Muhammad Jufri berharap anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu meraih cita-cita setinggi-tingginya. Ia meyakini bahwa kebiasaan mengucapkan empat kata ajaib, yaitu "maaf", "tolong", "terima kasih", dan "permisi", bukan sekadar ungkapan sopan santun, melainkan fondasi pembentukan karakter yang akan mengantarkan anak menjadi pribadi yang menghargai sesama, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan. "Anak-anak yang berilmu dan berakhlak baik adalah harapan bangsa. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang mampu mewujudkan cita-cita dan membawa Indonesia semakin maju," tutupnya. (***)

Senin, 20 Juli 2026

Indeks Kepuasan Masyarakat Perpustakaan Umum Sulsel Capai 88,02, Delapan Unsur Layanan Raih Kategori Sangat Baik

 


Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM). Pelaksanaan survei ini merupakan amanat Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik, yang mewajibkan setiap penyelenggara pelayanan publik melaksanakan SKM sekurang-kurangnya satu kali dalam satu tahun.

Objek survei adalah masyarakat atau pengunjung yang pernah memanfaatkan layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi di Jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'Salapang, Makassar. Pengumpulan data dilakukan pada periode Mei hingga Juni 2026.

Survei dilaksanakan oleh Asti Irandita Alyanda Yusuf, mahasiswa Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur, Politeknik STIA LAN Makassar. Penelitian melibatkan 377 responden pengguna layanan perpustakaan.

Berdasarkan karakteristik responden, mayoritas merupakan perempuan sebanyak 255 orang (67,6%), berusia 18–25 tahun sebanyak 313 orang (83,0%), berpendidikan terakhir SMA/SMK sebanyak 256 orang (67,9%), serta berprofesi sebagai mahasiswa atau pelajar sebanyak 282 orang (74,8%).

Penilaian dilakukan terhadap sembilan unsur pelayanan sesuai PermenPANRB Nomor 14 Tahun 2017, yaitu persyaratan pelayanan, prosedur pelayanan, waktu pelayanan, biaya/tarif, produk layanan, kompetensi petugas, perilaku petugas, penanganan pengaduan, serta sarana dan prasarana.

Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar unsur pelayanan memperoleh penilaian Sangat Baik dari masyarakat. Unsur persyaratan layanan dinilai mudah dipenuhi dengan 210 responden (55,7%) memberikan penilaian sangat baik. Prosedur pelayanan dinilai jelas dan mudah dipahami oleh 230 responden (61,0%), sedangkan durasi pelayanan telah memenuhi harapan menurut 221 responden (58,6%).

Unsur biaya atau tarif layanan memperoleh capaian tertinggi dengan 254 responden (67,4%) memberikan penilaian sangat baik. Hasil tersebut mencerminkan tingginya kepuasan masyarakat terhadap kebijakan layanan perpustakaan yang bebas biaya.

Sementara itu, produk layanan dinilai telah memenuhi kebutuhan pengguna oleh 256 responden (67,9%). Kompetensi petugas perpustakaan juga memperoleh kategori sangat baik, dengan 207 responden (54,9%) menilai petugas mampu memberikan informasi dan arahan yang dibutuhkan. Dari aspek perilaku petugas, sebanyak 235 responden (62,9%) menyatakan petugas bersikap sopan, ramah, dan membantu selama proses pelayanan.

Pada unsur penanganan pengaduan, sebanyak 253 responden (67,1%) memberikan penilaian sangat baik terhadap mekanisme penyampaian dan tindak lanjut pengaduan yang tersedia melalui petugas maupun instrumen survei.

Adapun unsur sarana dan prasarana memperoleh kategori Baik, dengan 238 responden (63,1%) memberikan penilaian baik. Penilaian ini mencakup kondisi pendingin ruangan (AC), jaringan Wi-Fi, tempat ibadah, area parkir, titik colokan listrik, koleksi perpustakaan, serta kenyamanan ruang baca. Unsur ini menjadi prioritas utama dalam upaya peningkatan kualitas layanan ke depan.

Berdasarkan hasil pengolahan data, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026 mencapai 88,02 dengan mutu pelayanan Baik (B) dan kinerja unit pelayanan Baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan telah memenuhi harapan masyarakat, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu terus ditingkatkan.

Hasil pengukuran juga menunjukkan bahwa delapan unsur pelayanan telah memperoleh kategori Sangat Baik, sedangkan unsur sarana dan prasarana masih berada pada kategori Baik, sehingga menjadi fokus utama dalam program peningkatan mutu pelayanan.

Sebagai tindak lanjut hasil survei, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan akan terus melakukan berbagai upaya perbaikan, antara lain melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi AC, jaringan Wi-Fi, tempat ibadah, area parkir, titik listrik, aksesibilitas, ruang baca, serta fasilitas pendukung lainnya. Selain itu, perpustakaan juga akan menambah koleksi buku, khususnya referensi terbaru, karya penulis lokal, serta bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan pelajar dan mahasiswa.

Peningkatan layanan digital juga menjadi perhatian melalui pengembangan informasi koleksi, layanan peminjaman daring, dan akses perpustakaan digital. Di samping itu, informasi mengenai persyaratan dan prosedur pelayanan akan terus disempurnakan pada media cetak maupun digital agar lebih mudah dipahami masyarakat.

Untuk menjaga kualitas pelayanan, perpustakaan akan melaksanakan pelatihan dan briefing secara berkala bagi petugas, memastikan sistem pengaduan memiliki mekanisme pencatatan dan tindak lanjut yang jelas, serta melaksanakan Survei Kepuasan Masyarakat secara berkelanjutan dengan mempublikasikan hasil dan progres perbaikannya kepada masyarakat.

Melalui hasil Survei Kepuasan Masyarakat ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan perpustakaan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sehingga perpustakaan dapat menjadi pusat pembelajaran, informasi, dan literasi yang semakin bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. (***)

Rabu, 08 Juli 2026

PP-IPTEK Sulsel Jadi Pilihan Liburan Edukatif Gratis bagi Anak


Di tengah libur semester sekolah, Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu destinasi edukatif yang mulai diminati masyarakat. Selain memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, seluruh fasilitas di layanan ini dapat diakses secara gratis.

Berlokasi di Jalan Sultan Alauddin Km 7, Tala'salapang, Makassar, PP-IPTEK menghadirkan berbagai wahana pembelajaran interaktif yang dirancang untuk menumbuhkan minat anak terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendekatan yang mudah dipahami, kreatif, menghibur, dan berkesan.

Pengelola PP-IPTEK, Desy Selviana, mengatakan layanan tersebut terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa dipungut biaya. Menurutnya, anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui berbagai alat peraga interaktif.

"Kami sangat terbuka untuk siapa saja, dan semua wahana bisa diakses secara gratis. Anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan," ujar Desy saat ditemui di PP-IPTEK, Rabu (08/07/2026).


Beragam alat peraga yang tersedia di antaranya Tebak Tanggal Lahir, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Gyro Extreme, Baterai Tangan, Bola Listrik, Energi vs Daya, Lengkungan Nan Kokoh, Menurun ke Atas, Gorden Otomatis, Halilintar, hingga Trainer Panel Surya. Melalui wahana tersebut, pengunjung diajak memahami konsep dasar sains dengan cara mencoba langsung setiap alat.

Selain fasilitas peraga, PP-IPTEK juga menyediakan koleksi bacaan yang beragam, mulai dari ensiklopedia ilmu pengetahuan, ensiklopedia agama Islam, komik edukasi, cerita rakyat, hingga berbagai seri ilmu pengetahuan. Kehadiran koleksi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini.

Pada Rabu (08/07/2026), layanan ini kembali menerima kunjungan sejumlah keluarga. Salah seorang pengunjung, Farahdiba, mengaku sengaja mengajak anak dan keponakannya berkunjung setelah sebelumnya pernah mendampingi siswa SDIT Wihdatul Ummah Makassar mengikuti kegiatan edukasi di lokasi tersebut.


"Saya pernah mengajak siswa berkunjung ke sini. Sekarang saya ingin mengenalkan tempat ini kepada anak dan keponakan agar mereka bisa menikmati liburan yang bermanfaat sekaligus menyenangkan," ujarnya.

Menurut pengelola, PP-IPTEK dirancang sebagai ruang belajar yang dapat dinikmati seluruh kalangan. Tidak hanya anak-anak, orang tua juga dapat berpartisipasi mencoba berbagai alat peraga sehingga tercipta pengalaman belajar bersama yang interaktif selama masa liburan sekolah.

Senin, 06 Juli 2026

Dispusip Kolaka Utara Jajaki Pengembangan Layanan Perpustakaan


MAKASSAR – Kepala Bidang Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Pustaka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kolaka Utara, Supyani, S.Sos., melakukan kunjungan koordinasi ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan untuk menjajaki pengembangan layanan perpustakaan, Senin (6/7/2026). Kunjungan tersebut diterima Kepala Seksi Layanan Umum dan Multimedia, Hj. Feby Primajanti, didampingi sejumlah pustakawan.

Dalam pertemuan itu, Feby Primajanti memaparkan berbagai layanan unggulan yang dimiliki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, di antaranya Perpustakaan Ibu dan Anak, Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), Layanan Deposit, serta Layanan Abdul Rasyid Daeng Lurang. Ia juga menjelaskan berbagai program dan kerja sama yang dibangun bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sekaligus menumbuhkan minat baca masyarakat.


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antardaerah dalam pengembangan layanan perpustakaan yang inovatif, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Usai berdiskusi, Supyani melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Dalam kegiatan itu, ia didampingi pustakawan Hj. Nurmiati dan Desy Selviana, serta disambut Kepala Seksi Layanan, Sri Wahyuni Djamaluddin.

Di PP-IPTEK, pengelola memperkenalkan berbagai alat peraga interaktif yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sains, seperti Energi dan Daya, Menurun ke Atas, Gyro Extreme, hingga Trainer Panel Surya. Berbagai alat tersebut digunakan dalam kegiatan edukasi dan demonstrasi sains bagi pelajar maupun masyarakat umum agar konsep-konsep ilmiah dapat dipahami secara lebih mudah melalui praktik langsung.

Salah satu alat peraga yang menarik perhatian adalah permainan Tebak Tanggal Lahir. Permainan ini memanfaatkan konsep bilangan biner yang dikonversi ke dalam sistem bilangan desimal untuk menebak tanggal lahir seseorang. Selain menghibur, permainan tersebut menjadi media pembelajaran sederhana dalam mengenalkan konsep logika matematika yang menjadi dasar perkembangan teknologi modern.

Supyani mengatakan kunjungan tersebut memberikan banyak inspirasi bagi pengembangan layanan perpustakaan di Kabupaten Kolaka Utara. Menurutnya, konsep layanan yang memadukan literasi dengan wahana edukasi interaktif layak menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan daerah.

"Setelah melihat langsung berbagai layanan yang ada, kami berharap dapat menghadirkan layanan serupa di Kabupaten Kolaka Utara. Kami sudah memiliki ruang yang memadai untuk mengembangkan fasilitas seperti Perpustakaan Ibu dan Anak sehingga masyarakat, khususnya anak-anak, memiliki ruang belajar yang nyaman, ramah, dan menyenangkan," ujar Supyani.


Selain meninjau PP-IPTEK, Supyani juga mengunjungi Layanan Deposit untuk melihat koleksi terbitan yang berkaitan dengan Kabupaten Kolaka Utara. Kunjungan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian karya cetak dan karya rekam daerah sekaligus menjadi referensi dalam pengembangan layanan deposit di perpustakaan Kabupaten Kolaka Utara. (***)

Jumat, 03 Juli 2026

Mengenal Bank Indonesia Melalui Koleksi Buku Digital Perpustakaan


Setiap tanggal 5 Juli, Indonesia memperingati Hari Bank Indonesia sebagai momentum untuk mengenang sejarah kedaulatan moneter Indonesia sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi keuangan. Peringatan ini berakar dari berdirinya Bank Negara Indonesia (BNI) pada 5 Juli 1946 sebagai bank sirkulasi pertama milik pemerintah Republik Indonesia yang menerbitkan dan mengedarkan Oeang Republik Indonesia (ORI), mata uang pertama setelah Indonesia merdeka.

Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, mengendalikan inflasi, menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mendukung stabilitas sistem keuangan nasional. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai sejarah, kebijakan, serta peran Bank Indonesia dalam pembangunan ekonomi Indonesia, Perpustakaan Lontara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan berbagai koleksi buku digital yang dapat diakses melalui iBI Library.

Koleksi tersebut membahas beragam topik, mulai dari sejarah Bank Indonesia, kebijakan moneter, hukum perbankan, transformasi digital, pengelolaan cadangan devisa, sistem akuntansi bank sentral, hingga kiprah Bank Indonesia dalam mendukung pembangunan ekonomi di berbagai daerah di Indonesia.


Berikut 34 judul buku yang dapat menjadi sumber informasi dan referensi bagi masyarakat.

1. Manuver dan Sinergi Bank Indonesia Masa Pandemi

Penulis: Haryo Kuncoro, dkk.

Buku ini membahas kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional selama pandemi melalui sinergi kebijakan moneter dan sistem keuangan.

2. Hukum Perbankan Indonesia

Penulis: Dr. Elyana Novira, S.H., M.H.

Buku ini mengulas regulasi perbankan serta hubungan Bank Indonesia, OJK, dan LPS dalam menjaga stabilitas sistem perbankan Indonesia.

3. Seri I – Skandal Pemilihan Gubernur Bank Indonesia Miranda Goeltom dan Peran Nunun Nurbaeti

Penulis: Pusat Data dan Analisis Tempo

Buku ini mengulas dinamika proses pemilihan Gubernur Bank Indonesia beserta berbagai fakta yang melatarbelakanginya.

4. Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia, Nakhoda di Tengah Badai

Penulis: Pusat Data dan Analisa Tempo

Buku ini membahas kepemimpinan Perry Warjiyo dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional dan global.

5. Dinamika Perekonomian Hulu–Hilir Sungai

Penulis: Arlyana Abubakar, dkk.

Buku ini menjelaskan perjalanan ekonomi Kalimantan Selatan dan kontribusi Bank Indonesia dalam perkembangannya.

6. Menangkap Peluang di Tanah Wenang

Penulis: Rita Krisdiana, dkk.

Buku ini membahas perkembangan sosial ekonomi Sulawesi Utara serta kontribusi Bank Indonesia dalam pembangunan daerah.

7. Menavigasi di Tengah Ketidakpastian

Penulis: Idah Rosidah, dkk.

Buku ini mengulas transformasi Perpustakaan Bank Indonesia dalam mendukung perubahan organisasi melalui inovasi layanan informasi.

8. Mengadili Dewan Gubernur Bank Indonesia

Penulis: Burhanuddin Abdullah

Buku ini berisi catatan perjalanan karier serta pengalaman sebagai Gubernur Bank Indonesia.

9. Membangun Kemakmuran di Pedalaman

Penulis: Nawiyanto, dkk.

Buku ini membahas perkembangan ekonomi Kediri dan peran Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan daerah.

10. Seminar Proceedings Bank Indonesia–Federal Reserve Bank of New York

Penulis: Bank Indonesia

Buku ini memuat hasil seminar internasional mengenai stabilitas moneter dan pertumbuhan ekonomi global.

11. Pusat Ekonomi Maritim Makassar dan Peranan Bank Indonesia di Sulawesi Selatan

Penulis: Kasijanto Sastrodinomo

Buku ini mengulas sejarah Makassar sebagai pusat perdagangan maritim dan kontribusi Bank Indonesia terhadap perkembangan ekonomi Sulawesi Selatan.

12. Bersinergi dalam Keistimewaan

Penulis: Farabi Fakih, dkk.

Buku ini membahas peran Bank Indonesia dalam mendukung pembangunan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta.

13. Berbicara Tentang Bank Central Asia dan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia

Penulis: Dayan Hakim dan Putri Sion H. Sipahutar

Buku ini mengulas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) serta kaitannya dengan sektor perbankan nasional.

14. Konsepsi Pokok dan Pengalaman Bank Indonesia

Penulis: Dr. Perry Warjiyo

Buku ini membahas konsep dasar kebanksentralan berdasarkan pengalaman Bank Indonesia.

15. Sinergi dan Inovasi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Menuju Indonesia Maju

Penulis: Bank Indonesia

Buku ini memuat hasil Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2022 beserta arah kebijakan ekonomi nasional.

16. Merangkum Manikam Gedung-Gedung Bersejarah Bank Indonesia

Penulis: Sutrisno Murtiyoso, dkk.

Buku ini mengulas sejarah dan nilai heritage gedung-gedung Bank Indonesia di berbagai daerah.

17. Digital Transformation: The Way Forward

Penulis: Cecep Ridwan, dkk.

Buku ini membahas transformasi digital Bank Indonesia dalam menghadapi era ekonomi digital.

18. Seri Kebanksentralan 17: Pengelolaan Cadangan Devisa di Bank Indonesia

Penulis: Dyah Virgoana Gandhi

Buku ini menjelaskan pengelolaan cadangan devisa sebagai salah satu instrumen penting kebijakan moneter.

19. Fakta dan Ulasan Survei Konsumen oleh Bank Indonesia

Penulis: Pusat Data dan Analisa Tempo

Buku ini mengulas hasil survei konsumen Bank Indonesia pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo.

20. Semarang Sebagai Simpul Ekonomi

Penulis: Wasino, dkk.

Buku ini membahas sejarah perkembangan ekonomi Jawa Tengah dan peran Bank Indonesia di wilayah tersebut.


21. Sejarah Bank Indonesia Periode VII: 2004–2011

Penulis: Androecia Darwis

Buku ini mengulas perjalanan Bank Indonesia pada periode 2004–2011, termasuk berbagai kebijakan strategis yang ditempuh dalam menjaga stabilitas moneter, memperkuat sistem keuangan, serta menghadapi dinamika perekonomian nasional dan global.

22. The Role of Central Bank in New Sustainable Growth Model: Bank Indonesia's Perspectives

Penulis: Dr. Solikin M. Juhro

Buku ini membahas pandangan Bank Indonesia mengenai peran bank sentral dalam mendukung model pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui kebijakan moneter, stabilitas keuangan, dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

23. Memperkuat Simpul Ekonomi Kerakyatan Wilayah Pesisir: Bank Indonesia dan Perkembangan Ekonomi Cirebon

Penulis: Abdul Wahid, Ahmad Athoillah, Sutrisno Murtiyoso, Rita Krisdiana, dan Allan Akbar

Buku ini mengulas perkembangan ekonomi Cirebon sebagai wilayah pesisir yang memiliki peran penting dalam perdagangan serta kontribusi Bank Indonesia dalam memperkuat perekonomian daerah dan pemberdayaan masyarakat.

24. Seri Kebanksentralan 16: Sistem Akuntansi Bank Indonesia

Penulis: Abdul Rauf dan Haris Effendi

Buku ini menjelaskan sistem akuntansi yang diterapkan di Bank Indonesia, mulai dari prinsip, standar, hingga penyusunan laporan keuangan sebagai bagian dari tata kelola bank sentral yang transparan dan akuntabel.

25. Menapak Jejak Ekonomi Rakyat: Sejarah UMKM dan Kiprah Bank Indonesia dalam Pengembangannya

Penulis: Lesta Alfatiana, Rangga Ardia Rasyid, dan Tony Noor Tjahjono

Buku ini membahas sejarah perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia serta berbagai upaya Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan sektor UMKM sebagai penggerak perekonomian nasional.

26. Oedjan Mas di Bumi Sriwijaya: Bank Indonesia dan Heritage di Sumatera Selatan

Penulis: Kasijanto Sastrodinomo

Buku ini mengangkat sejarah dan warisan budaya Bank Indonesia di Sumatera Selatan, sekaligus menggambarkan perkembangan ekonomi wilayah tersebut dari masa ke masa.

27. Menegakkan Kedaulatan dan Ketahanan Ekonomi: Bank Indonesia dalam Pusaran Sejarah Kalimantan Barat

Penulis: Nawiyanto

Buku ini mengulas perjalanan sejarah perekonomian Kalimantan Barat dan kontribusi Bank Indonesia dalam menjaga ketahanan ekonomi serta mendukung pembangunan daerah.

28. Harmoni Dalam Perbedaan: Bank Indonesia Dalam Dinamika Ekonomi Solo Raya

Penulis: Andi Achdian

Buku ini membahas perkembangan ekonomi Solo Raya serta peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan di kawasan tersebut.

29. Mendukung Pertumbuhan Ekonomi di Daerah Modal: Bank Indonesia dalam Dinamika Perekonomian Aceh

Penulis: Mawardi Umar, Kamal A. Arif, Rita Krisdiana, Januar Aristianto, Nur Fadhilah, dan Allan Akbar

Buku ini menjelaskan perkembangan perekonomian Aceh serta berbagai kebijakan dan peran Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah pascaberbagai dinamika yang terjadi.

30. Managing Monetary and Financial Stability in a Dynamic Global Environment: Bank Indonesia's Policy

Penulis: Juda Agung, Solikin M. Juhro, Harmanta, dan Tarsidin

Buku ini membahas strategi kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang.

31. Dari BII ke Maybank Indonesia

Penulis: Tim Penyusun PDAT: Ismail, Asih Widiarti, Danni Muhadiansyah, dan Evan Koesumah

Buku ini mengulas perjalanan transformasi Bank Internasional Indonesia (BII) menjadi Maybank Indonesia, termasuk perubahan strategi bisnis, tata kelola perusahaan, dan perkembangan industri perbankan di Indonesia.

32. Seri Buku Sejarah dan Heritage: Menangkap Peluang di Tanah Wenang: Perkembangan Sosial-Ekonomi dan Bank Indonesia di Sulawesi Utara

Penulis: BI Institute

Buku ini mengangkat sejarah perkembangan sosial dan ekonomi Sulawesi Utara serta kontribusi Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan pembangunan daerah.

33. Dari Rimba Menjadi Kota: Bank Indonesia dalam Evolusi Malang Raya

Penulis: Nawiyanto

Buku ini membahas transformasi Malang Raya dari kawasan agraris menjadi pusat pertumbuhan ekonomi serta peran Bank Indonesia dalam mendukung perkembangan sektor perdagangan, jasa, dan keuangan di wilayah tersebut.

34. Menangkap Peluang di Tanah Wenang: Perkembangan Sosial-Ekonomi dan Bank Indonesia di Sulawesi Utara

Penulis: Rita Krisdiana, Cynthia Wuisang, Lesta Alfatiana, Rangga Ardia Rasyid, Allan Akbar, dan Mirza Ardi Wibawa

Buku ini mengulas perkembangan sosial dan ekonomi Sulawesi Utara dari perspektif sejarah, serta menggambarkan peran Bank Indonesia dalam mendukung stabilitas ekonomi, penguatan sektor perdagangan, dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Melalui berbagai koleksi buku tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai sejarah, kebijakan, serta peran strategis Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. Selain menjadi referensi bagi pelajar, mahasiswa, akademisi, dan peneliti, koleksi ini juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum yang ingin meningkatkan literasi di bidang ekonomi, keuangan, dan perbankan.

Perpustakaan Lontara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan terus berkomitmen menyediakan akses terhadap berbagai sumber informasi melalui layanan perpustakaan digital sebagai upaya mendukung budaya literasi di masyarakat.

Untuk melihat ulasan lengkap 34 koleksi buku Bank Indonesia dalam format video, silakan kunjungi kanal Ragam Telusur di YouTube https://www.youtube.com/watch?v=ZTjMXNTU6Cc.

Kamis, 02 Juli 2026

Mahasiswa UIN Alauddin Dalami Pelestarian Bahan Pustaka dan Sains Interaktif di Layanan Perpustakaan Sulsel

Sebanyak 25 mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar angkatan 2024 mempelajari praktik pelestarian bahan pustaka dan pemanfaatan Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) melalui kunjungan edukatif ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (2/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Pelestarian Bahan Pustaka yang diampu Ramadayanti, S.I.P., M.Hum.

Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar, Touku Umar, S.Hum., M.IP., mengatakan kunjungan lapangan tersebut merupakan bagian dari penerapan service learning untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah Pelestarian Bahan Pustaka melalui pengalaman belajar secara langsung.


Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Layanan Perpustakaan Umum. Di lokasi tersebut, rombongan diterima Kepala Seksi Layanan Umum dan Multimedia, Hj. Feby Primajanti, didampingi pustakawan Rezha Zharkasyid, yang memperkenalkan berbagai layanan perpustakaan sebelum mahasiswa melanjutkan kunjungan ke Bagian Pelestarian Bahan Pustaka.

Di Bagian Pelestarian Bahan Pustaka, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai proses pelestarian koleksi, mulai dari tahapan fumigasi bahan pustaka, proses penjilidan, hingga restorasi koleksi yang mengalami kerusakan. Mereka juga berkesempatan melihat secara langsung sejumlah koleksi yang sedang dalam tahap perbaikan.


Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Di lokasi tersebut, mahasiswa disambut oleh pengelola layanan. Salah seorang pengelola, Ainun Nasrah Mutia, menjelaskan bahwa alat peraga interaktif merupakan bagian dari koleksi perpustakaan yang memiliki fungsi edukatif, sejajar dengan koleksi buku cetak maupun digital.

"Alat peraga bukan hanya media hiburan, tetapi juga sarana edukatif yang memperkuat pemahaman konsep sains secara aplikatif," ujarnya.

Mahasiswa kemudian mencoba berbagai alat peraga interaktif, di antaranya Tebak Tanggal Lahir, Katrol, Menurun ke Atas, Bola Listrik, Gorden Otomatis, Panel Surya, Tunjuk Warna, Harpa Tanpa Dawai, Energi dan Daya, serta Gyro Ekstrem.


Katrol menjadi salah satu alat peraga yang paling diminati mahasiswa. Wahana tersebut memperkenalkan prinsip kerja pesawat sederhana melalui sistem roda dan tali yang mampu mengurangi gaya saat mengangkat beban. Melalui simulasi itu, mahasiswa memahami bahwa semakin banyak jumlah tali dan sistem katrol yang digunakan, semakin ringan beban yang diangkat, sebagaimana penerapannya pada timba sumur dan berbagai peralatan pengangkat beban.

Di sela kunjungan ke PP-IPTEK, rombongan melakukan sesi foto bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi., Psikolog, didampingi Kepala UPT Perpustakaan, Kaharullah, S.E., M.M.


Sebagai rangkaian penutup, mahasiswa mengunjungi Layanan Deposit untuk mempelajari pengelolaan koleksi deposit daerah. Pada sesi tersebut, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai proses penghimpunan, pelestarian, dan penyediaan terbitan yang menjadi bagian dari koleksi deposit Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan.