Rabu, 07 Oktober 2026

Layanan PP-IPTEK Sulsel Gelar Science Film Festival, Siswa Al-Izhar Ikuti Wisata Literasi


MAKASSAR — Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu penyelenggara Science Film Festival (SFF) 2026 yang digelar secara hybrid pada 6–14 Oktober 2026. Kegiatan tersebut turut diikuti 60 siswa SD Islam Al-Izhar Cendekia Makassar bersama 10 guru pendamping dalam rangkaian wisata literasi, Kamis (8/10/2026).

Rombongan diterima Plt. Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Para siswa mengikuti kegiatan membaca dan membuat resensi buku, sekaligus mendapat penjelasan pustakawan mengenai pengelolaan koleksi dan sistem klasifikasi yang digunakan untuk memudahkan pemustaka menemukan bahan bacaan.


Kepala SD Islam Al-Izhar Cendekia Makassar, Dheby Kurnia R Hamizah, mengatakan wisata literasi tersebut bertujuan mengenalkan layanan perpustakaan, menumbuhkan minat baca, dan meningkatkan kecakapan literasi peserta didik.

Usai kegiatan literasi, rombongan melanjutkan kunjungan ke PP-IPTEK untuk mengikuti rangkaian SFF 2026 yang tahun ini mengangkat tema Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia tersebut melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yakni Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan.


Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, memandu kegiatan yang diawali pemutaran film sains Ayo Kita Rawat Bumi Kita. Pemutaran film menjadi pengantar bagi siswa untuk mengenal isu lingkungan dan sains melalui media audio-visual sebelum mereka mengikuti kegiatan praktik.

Setelah pemutaran film, siswa mengikuti demonstrasi Semburan Naga, Antigravitasi, Listrik Statis, Paperclip & Pepper Escape, dan Tornado dalam Botol. Demonstrasi disampaikan dengan pendekatan interaktif sehingga siswa tidak hanya menyaksikan percobaan, tetapi juga memperoleh penjelasan mengenai fenomena dan konsep sains yang melatarbelakanginya.

Antusiasme siswa terlihat ketika sejumlah peserta mendapat kesempatan mencoba kembali percobaan yang telah diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa melakukan percobaan secara langsung dan mengamati hasilnya. Kegiatan tersebut memberi ruang kepada siswa untuk berani tampil, mencoba, bertanya, dan belajar dari pengalaman.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat tersebut, siswa diajak mengenal berbagai konsep ilmu pengetahuan dan teknologi dengan cara yang lebih konkret dan menyenangkan.

Rangkaian kegiatan memadukan literasi membaca dengan literasi sains. Siswa tidak hanya membaca dan membuat resensi buku, tetapi juga menyaksikan film sains, mengikuti demonstrasi, serta berinteraksi langsung dengan alat peraga. Perpaduan tersebut membuat kunjungan menjadi pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga mendorong keingintahuan dan keberanian siswa untuk mencoba.


Kehadiran PP-IPTEK sebagai salah satu penyelenggara SFF 2026 sekaligus memperkuat peran layanan tersebut sebagai ruang edukasi yang memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat melalui berbagai pendekatan pembelajaran. Melalui film, demonstrasi, dan alat peraga interaktif, konsep sains dihadirkan lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari siswa.

Bagi peserta didik, kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar di luar kelas yang mempertemukan budaya membaca dengan eksplorasi sains. Sementara bagi PP-IPTEK, keterlibatan dalam Science Film Festival menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pembelajaran sains yang interaktif, edukatif, dan menyenangkan.

Selasa, 06 Oktober 2026

45 Siswa SD Akar Panrita Mamminasata Ikuti Edukasi Literasi dan Sains di Layanan Perpustakaan Sulsel

MAKASSAR — Sebanyak 45 siswa SD Akar Panrita Mamminasata bersama delapan guru pendamping melakukan kunjungan edukatif ke Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (6/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran di luar kelas untuk menumbuhkan minat baca sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi anak.

Rombongan disambut oleh pustakawan Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan. Para siswa kemudian mengikuti sejumlah kegiatan literasi yang dikemas secara interaktif, mulai dari Read Aloud bertema “Kata-Kata Ajaib”, ice breaking edukatif bersama Kak Rina, hingga kegiatan menjelajahi berbagai layanan dan ruang perpustakaan bersama Kak Diah.



Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan Layanan Referensi yang dipandu oleh Hj. Hamsiani, pustakawan. Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan layanan referensi sebagai salah satu layanan perpustakaan yang membantu pemustaka menemukan informasi dan sumber rujukan sesuai kebutuhan.

Suasana pembelajaran semakin meriah ketika siswa diajak berhitung sambil bernyanyi. Kegiatan tersebut dipandu oleh pustakawan bersama guru pendamping dengan memadukan permainan dan lagu edukatif. Selain belajar berhitung, siswa juga diajak berinteraksi, bekerja sama, dan melatih keberanian untuk tampil di depan teman-temannya.

Kepala SD Akar Panrita Mamminasata, Muji Widayati, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari program sekolah untuk memperkuat budaya literasi di kalangan siswa. Menurutnya, pengalaman belajar secara langsung di perpustakaan memberikan suasana berbeda sekaligus memperluas pengalaman belajar anak.

“Kami ingin anak-anak belajar tidak hanya dari buku teks di kelas. Dengan berkunjung ke perpustakaan dan PP-IPTEK, mereka bisa melihat langsung bahwa membaca dan ilmu pengetahuan itu menyenangkan serta dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Muji.


Setelah kegiatan literasi, para siswa melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan diawali dengan demonstrasi sains yang dipandu langsung Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin.

Para siswa mengikuti demonstrasi Semburan Naga, Antigravitasi, dan Listrik Statis sambil menyimak penjelasan mengenai fenomena dan konsep sains yang ditampilkan. Demonstrasi tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati secara langsung berbagai fenomena sains melalui percobaan yang sederhana dan interaktif.

Antusiasme siswa semakin terlihat ketika beberapa di antara mereka diberi kesempatan untuk memperagakan kembali percobaan yang telah dicontohkan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa mencoba melakukan demonstrasi secara langsung. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk berani tampil, mencoba, sekaligus memahami konsep sains melalui praktik.


Setelah demonstrasi sains, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan berbagai alat peraga interaktif yang tersedia di PP-IPTEK, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat peraga tersebut, siswa dapat mengamati dan mencoba berbagai konsep ilmu pengetahuan dan teknologi secara lebih konkret dan interaktif.

Rangkaian kunjungan tersebut memadukan kegiatan literasi dan pembelajaran sains dalam suasana yang edukatif dan menyenangkan. Siswa tidak hanya memperoleh pengalaman membaca dan mengenal berbagai layanan perpustakaan, tetapi juga mendapatkan kesempatan mengamati demonstrasi sains serta mencoba alat peraga interaktif secara langsung.


Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang tidak terbatas pada aktivitas membaca, tetapi juga menyediakan pengalaman edukatif melalui berbagai layanan dan fasilitas yang dapat mendukung proses pembelajaran siswa di luar lingkungan sekolah. (*)

Senin, 05 Oktober 2026

28 Siswa Bright Star Secondary School Ikuti Study Tour di Layanan Perpustakaan Sulsel


MAKASSAR — Sebanyak 28 siswa SMP Bright Star Secondary School Makassar bersama tujuh guru pendamping melakukan kunjungan ke Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (5/10/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan study tour sekaligus pembelajaran di luar lingkungan sekolah untuk menambah wawasan dan mengenal berbagai layanan perpustakaan serta fasilitas edukatif yang tersedia.

Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu selaku Plt. Kepala Bidang Perpustakaan di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Feby memperkenalkan berbagai layanan perpustakaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.


Kepala SMP Bright Star Secondary School Makassar, Sabriati, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sekolah melalui kegiatan belajar di luar kelas atau field trip. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung sekaligus menambah wawasan dan pengetahuan siswa melalui lingkungan pembelajaran yang berbeda dari sekolah.

Selama berada di Layanan Perpustakaan Umum, para siswa mengikuti kegiatan literasi dengan membaca koleksi yang tersedia. Mereka juga mengerjakan resensi buku sebagai bagian dari tugas pembelajaran. Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan informasi dari pustakawan mengenai pengelolaan koleksi yang disusun berdasarkan sistem klasifikasi untuk memudahkan pemustaka menemukan bahan bacaan sesuai kebutuhan.

Setelah kegiatan literasi, para siswa melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan diawali dengan demonstrasi sains yang dipandu langsung Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin.

Para siswa mengikuti demonstrasi Semburan Naga, Antigravitasi, dan Listrik Statis sambil menyimak penjelasan mengenai fenomena dan konsep sains yang ditampilkan. Demonstrasi tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati secara langsung berbagai fenomena sains melalui percobaan yang sederhana dan interaktif.

Antusiasme siswa semakin terlihat ketika beberapa di antara mereka diberi kesempatan untuk memperagakan kembali percobaan yang telah dicontohkan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa mencoba melakukan demonstrasi secara langsung. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada siswa untuk berani tampil, mencoba, dan memahami konsep sains melalui praktik.

Setelah demonstrasi sains, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan berbagai alat peraga interaktif yang tersedia di PP-IPTEK, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat peraga tersebut, siswa dapat mengenal berbagai konsep ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pengalaman yang lebih konkret dan interaktif.

Rangkaian kegiatan tersebut memadukan kegiatan literasi dan pembelajaran sains. Siswa tidak hanya membaca buku dan menyusun resensi, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenal pengelolaan koleksi perpustakaan, mengamati demonstrasi sains, serta mencoba berbagai alat peraga interaktif secara langsung.


Kunjungan tersebut sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas wawasan, memperoleh informasi, dan mendapatkan pengalaman pembelajaran di luar lingkungan sekolah. (*)

Jumat, 02 Oktober 2026

60 Murid Sekolah Kharisma Ikuti Pembelajaran Literasi, Keuangan dan Sains di Layanan Perpustakaan Sulsel


MAKASSAR — Sebanyak 60 murid Sekolah Kharisma Kelas I hingga VI bersama 15 guru pendamping melakukan kunjungan edukatif ke Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (2/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran di luar sekolah sekaligus memberikan pengalaman kepada murid untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar.

Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu selaku Plt. Kepala Bidang Perpustakaan di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Feby memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat serta menjelaskan peran perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyediakan sumber informasi untuk mendukung pengembangan pengetahuan.

Para murid kemudian mendapatkan pengenalan mengenai cara menemukan buku melalui sistem klasifikasi koleksi yang diterapkan di perpustakaan. Pustakawan menjelaskan bahwa klasifikasi merupakan sistem pengelompokan koleksi berdasarkan subjek atau bidang ilmu. Dengan sistem tersebut, murid dapat mengetahui lokasi koleksi dan menemukan bahan bacaan sesuai minat dengan lebih mudah.

Pengenalan klasifikasi menjadi bagian dari pembelajaran literasi informasi. Murid tidak hanya melihat koleksi yang tersedia, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai cara menelusuri dan menemukan bahan bacaan secara lebih mandiri.


Kegiatan literasi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan keaslian Rupiah melalui metode Dilihat, Diraba, dan Diterawang (3D). Materi tersebut disampaikan oleh Rasdiah Rasyid, pengelola Layanan Perpustakaan Lontara BI Corner Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan di Gerai SIPekAINGE’.

Dalam kegiatan tersebut, murid diperkenalkan dengan cara sederhana untuk mengenali ciri keaslian Rupiah pada setiap lembar emisi terbaru melalui metode 3D. Selain mengenali unsur pengaman uang, murid juga mendapatkan informasi bahwa desain Rupiah memuat unsur budaya dan kekayaan Indonesia. Setiap lembar Rupiah menampilkan kisah perjuangan, kekayaan budaya, serta keindahan alam Indonesia sebagai bagian dari identitas bangsa.

Ketua panitia outing, Nuraeni, S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kesempatan yang diberikan kepada rombongan Sekolah Kharisma untuk mengikuti kegiatan edukatif di Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan.

Setelah mengikuti kegiatan di Layanan Perpustakaan Umum, para murid melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan diawali dengan demonstrasi sains yang dipandu langsung Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin.


Para murid mengikuti demonstrasi Semburan Naga, Listrik Statis, dan Antigravitasi sambil menyimak penjelasan mengenai fenomena dan konsep sains yang ditampilkan. Demonstrasi tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk mengamati secara langsung penerapan konsep sains melalui percobaan yang sederhana dan interaktif.

Antusiasme murid semakin terlihat ketika beberapa di antara mereka diberi kesempatan memperagakan kembali percobaan yang telah dicontohkan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, murid mencoba melakukan demonstrasi secara langsung. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman untuk berani tampil, mencoba, sekaligus memahami konsep sains melalui praktik.


Setelah demonstrasi sains, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan berbagai alat peraga interaktif yang tersedia di PP-IPTEK, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat peraga tersebut, murid dapat melihat dan mencoba berbagai konsep ilmu pengetahuan dan teknologi secara lebih konkret dan interaktif.

Rangkaian kunjungan tersebut memadukan kegiatan literasi informasi dan pembelajaran sains. Murid memperoleh pengalaman mulai dari memahami cara menemukan koleksi melalui sistem klasifikasi hingga mengamati demonstrasi dan mencoba berbagai alat peraga interaktif.


Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang dapat memberikan pengalaman edukatif di luar lingkungan sekolah, dengan memadukan akses terhadap sumber bacaan dan pembelajaran ilmu pengetahuan melalui pengalaman langsung. (*)

Rabu, 30 September 2026

Study Tour, 51 Siswa Darul Marhamah Kenal Literasi dan Sains di Layanan Perpustakaan Sulsel


MAKASSAR — Sebanyak 51 siswa SMP Islam Terpadu Darul Marhamah Al-Qur’an Boarding School Makassar bersama sembilan guru pendamping melakukan kunjungan ke Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (30/9/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan study tour sekaligus pembelajaran di luar lingkungan sekolah untuk mengenal berbagai layanan perpustakaan dan fasilitas edukatif yang tersedia.

Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu selaku Plt. Kepala Bidang Perpustakaan di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Feby memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat serta memberikan gambaran mengenai perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyediakan sumber informasi dan mendukung pengembangan pengetahuan.

Kepala SMP Islam Terpadu Darul Marhamah Al-Qur’an Boarding School Makassar, Abdullah, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan study tour tersebut merupakan bagian dari program Takhassus. Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan Sarah Suleman, S.H., sebagai ketua penyelenggara.

Selama berada di Layanan Perpustakaan Umum, para siswa mengikuti kegiatan literasi dengan membaca koleksi yang tersedia. Mereka juga mengerjakan resensi buku sebagai bagian dari tugas pembelajaran. Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan informasi dari pustakawan mengenai pengelolaan koleksi yang disusun berdasarkan sistem klasifikasi untuk memudahkan pemustaka menemukan bahan bacaan sesuai kebutuhan.

Setelah kegiatan literasi, para siswa melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan diawali dengan demonstrasi sains yang dipandu langsung Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin.

Para siswa mengikuti demonstrasi Semburan Naga dan Antigravitasi sambil menyimak penjelasan mengenai fenomena dan konsep sains yang ditampilkan. Demonstrasi tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat secara langsung penerapan konsep sains melalui percobaan yang sederhana dan interaktif.

Setelah menyaksikan demonstrasi, beberapa siswa diberi kesempatan untuk memperagakan kembali percobaan yang telah dicontohkan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa mencoba melakukan demonstrasi secara langsung. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada siswa untuk berani tampil, mencoba, serta memahami konsep melalui praktik.

Setelah demonstrasi sains, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan berbagai alat peraga interaktif yang tersedia di PP-IPTEK, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat peraga tersebut, siswa dapat mengenal berbagai konsep ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pengalaman yang lebih konkret dan interaktif.


Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang memadukan literasi dan sains. Siswa tidak hanya membaca buku dan menyusun resensi, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenal pengelolaan koleksi perpustakaan, mengamati demonstrasi sains, serta mencoba berbagai alat peraga interaktif secara langsung.

Kunjungan study tour ini sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas wawasan, memperoleh informasi, dan mendapatkan pengalaman pembelajaran di luar lingkungan sekolah. (*)

Selasa, 29 September 2026

Dari Cerita hingga Sains, 22 Murid TK Tunas Kasih Belajar di Layanan Perpustakaan Sulsel


MAKASSAR — Sebanyak 22 murid TK Tunas Kasih Makassar bersama lima guru pendamping dan 22 orang tua mengikuti kunjungan edukasi ke Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran luar ruang untuk memperkenalkan perpustakaan sekaligus menumbuhkan minat baca dan pengalaman belajar anak sejak usia dini.

Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu selaku Plt. Kepala Bidang Perpustakaan di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Hj. Feby memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat serta memberikan gambaran mengenai perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyediakan sumber informasi dan mendukung pengembangan pengetahuan.


Agustina Nanere menyampaikan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran outdoor yang dirancang agar anak-anak memperoleh pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah. Melalui kunjungan ke perpustakaan, anak-anak diperkenalkan dengan buku, kegiatan membaca, serta suasana belajar yang menyenangkan.

Selama berada di layanan perpustakaan, para murid mengikuti kegiatan read aloud bersama Kak Rina melalui cerita bertema “4 Kata Ajaib”. Anak-anak menyimak cerita, kemudian diajak menebak gambar menggunakan flashcard dan bernyanyi bersama.

Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif untuk membuat anak-anak lebih aktif mengikuti proses pembelajaran. Cerita, gambar, dan lagu menjadi media yang digunakan untuk membangun ketertarikan anak terhadap aktivitas literasi sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai tempat yang menyenangkan.


Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Para murid diterima Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin. Di layanan tersebut, mereka menyaksikan demonstrasi sains bertajuk “Tornado dalam Botol” dan “Listrik Statis”. Demonstrasi tersebut memancing rasa ingin tahu anak-anak terhadap berbagai fenomena sains. Mereka tidak hanya menyaksikan percobaan, tetapi juga mendapatkan penjelasan sederhana mengenai fenomena yang diperagakan.


Antusiasme murid semakin terlihat ketika mereka diperkenalkan dengan sejumlah alat peraga interaktif, antara lain Harpa Tanpa Dawai, Tebak Tanggal Lahir, Energi dan Daya, Bola Listrik, Katrol, hingga Gyro Extreme. Gyro Extreme menjadi salah satu alat peraga yang menarik perhatian peserta. Wahana tersebut memberikan pengalaman bergerak sekaligus memperkenalkan prinsip giroskop, yakni kemampuan benda yang berputar untuk mempertahankan orientasinya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para murid memperoleh pengalaman belajar yang memadukan literasi dan sains. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan buku dan layanan perpustakaan, tetapi juga diajak belajar melalui cerita, permainan, lagu, demonstrasi, dan alat peraga interaktif.


Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perpustakaan dapat menjadi ruang belajar yang terbuka dan menyenangkan bagi anak-anak. Pengenalan perpustakaan dan ilmu pengetahuan sejak usia dini diharapkan dapat membangun rasa ingin tahu sekaligus memperkaya pengalaman belajar anak di luar lingkungan sekolah. (*)

BRIN Dorong Pengembangan Science Center, Kunjungi Layanan PP-IPTEK Sulsel


MAKASSAR — Direktorat Kemitraan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kunjungan kerja ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (29/9/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pendampingan pengembangan kawasan science center di Indonesia.

Tim BRIN yang terdiri atas Herviana Hapsari dan Maretin Dwikurnia Septiani diterima Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Sri Wahyuni Djamaluddin. Pertemuan tersebut menjadi ruang audiensi untuk membahas perkembangan pengelolaan dan layanan PP-IPTEK Sulsel, termasuk pemanfaatan alat peraga sebagai sarana edukasi sains bagi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, tim pendamping juga berkesempatan melihat secara langsung aktivitas layanan PP-IPTEK yang sedang menerima kunjungan murid TK Tunas Kasih Makassar. Kehadiran rombongan BRIN menjadi kesempatan untuk melihat interaksi peserta didik dengan layanan edukasi sains yang disediakan PP-IPTEK. Tim BRIN juga menyempatkan diri berfoto bersama pengelola dan peserta kunjungan sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan.


Tim pendamping selanjutnya mendengarkan berbagai masukan dari pengelola terkait pengembangan layanan PP-IPTEK. Masukan tersebut diharapkan dapat menjadi kontribusi strategis dalam memperkuat pengelolaan pusat peraga serta pengembangan kawasan science center di daerah.

Sri Wahyuni Djamaluddin menjelaskan, pemanfaatan alat peraga IPTEK di PP-IPTEK Sulsel tidak hanya dilakukan melalui aktivitas pengunjung secara langsung, tetapi juga diperkuat dengan kegiatan demo sains. Sebagian besar pengunjung berasal dari sekolah sehingga keberadaan alat peraga interaktif menjadi bagian penting dalam mengenalkan konsep sains dan teknologi dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan peserta didik tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga melihat dan mencoba langsung berbagai fenomena sains melalui alat peraga yang tersedia. Pola pembelajaran interaktif ini menjadi salah satu upaya PP-IPTEK Sulsel mendekatkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Perluasan akses layanan juga dilakukan melalui pemanfaatan platform digital. PP-IPTEK Sulsel mengembangkan website resmi www.peragaiptekdpksulsel.org dan akun Instagram @sulselsciencecenter untuk memperkenalkan layanan kepada masyarakat secara lebih luas.

Platform tersebut memuat informasi mengenai alat peraga, kegiatan demo sains, dokumentasi kunjungan, serta informasi dan koleksi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kehadiran kanal digital tersebut sekaligus menjadi sarana dokumentasi dan diseminasi kegiatan PP-IPTEK kepada masyarakat di luar pengunjung yang datang secara langsung.


Selain mengembangkan layanan secara langsung dan digital, PP-IPTEK Sulsel juga berpartisipasi dalam Science Film Festival 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober hingga 14 November 2026. Festival internasional tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperluas edukasi dan literasi sains melalui media film sekaligus memperkenalkan isu-isu ilmiah yang kontekstual kepada masyarakat.

Herviana Hapsari mengapresiasi perkembangan dan kreativitas pengelola PP-IPTEK Sulsel dalam mengembangkan layanan. Menurutnya, keberlanjutan pengelolaan alat peraga sejak hibah pada 2018 menunjukkan adanya upaya pengelola dalam mempertahankan dan memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai sarana edukasi.

“Layanan ini berkembang sangat baik. Kreativitas pengelola tidak hanya terlihat dari keberhasilan memelihara alat peraga sejak hibah tahun 2018, tetapi juga dari inisiatif memperluas jangkauan layanan melalui teknologi digital dan berbagai bentuk kolaborasi. Ini adalah praktik baik yang layak direplikasi di daerah lain,” ujar Herviana.

Ia mengatakan, komunikasi dan dukungan dari pemerintah pusat akan terus dilanjutkan untuk memperkuat eksistensi dan peran pusat peraga IPTEK di daerah. Upaya tersebut menjadi bagian dari pengembangan science center sekaligus mendorong peningkatan literasi sains dan inovasi di tengah masyarakat. (*)