MAKASSAR — Sebanyak 28 santriwati SMP IT Shohwatul Is’ad Kabupaten Pangkep bersama tiga guru pendamping mengunjungi Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (17/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan study tour Kelas 7 yang dikemas sebagai pembelajaran di luar lingkungan sekolah.
Kepala SMP IT Shohwatul Is’ad, Achmad Sochabat, mengatakan kegiatan outing tidak sekadar bertujuan mengenalkan fasilitas dan layanan perpustakaan kepada para santri. Dalam kunjungan itu, mereka juga mendapat tugas pembelajaran berupa penulisan hasil pengamatan selama berada di perpustakaan.
Menurut Achmad, tugas tersebut dirancang untuk melatih santri berani bertanya, menyimak informasi, mencatat, serta mengolah hasil pengamatan menjadi tulisan. Dengan demikian, kunjungan perpustakaan diharapkan memberi pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di dalam kelas.
“Anak-anak tidak hanya datang berkunjung, tetapi juga mendapat tugas untuk menulis hasil pengamatan. Mereka belajar bertanya, mendengarkan, mencatat, kemudian mengolah informasi yang diperoleh,” kata Achmad.
Sebelum mengikuti kegiatan di Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), para santri terlebih dahulu mengikuti pengenalan layanan perpustakaan umum. Pengelola memperkenalkan sistem klasifikasi koleksi yang membantu pemustaka menemukan buku berdasarkan subjek dan bidang ilmu.
Pengenalan tersebut memberikan pemahaman kepada para santri mengenai cara menelusuri koleksi secara mandiri. Dengan memahami pengelompokan bahan pustaka, mereka dapat menemukan bacaan sesuai minat dan kebutuhan tanpa selalu bergantung pada bantuan petugas.
Usai mengenal layanan perpustakaan, rombongan melanjutkan kegiatan ke PP-IPTEK. Para santri diterima Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, yang memperkenalkan berbagai fasilitas edukatif, mulai dari alat peraga interaktif dan permainan edukasi .
Sebelum mencoba alat peraga, para santri terlebih dahulu menyaksikan demonstrasi sains yang diperagakan Sri Wahyuni bersama pengelola PP-IPTEK. Sejumlah percobaan yang diperkenalkan antara lain Semburan Naga, berbagai percobaan terkait listrik statis, serta gaya sentripetal.
Sri Wahyuni mengatakan keberanian mencoba merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran sains. Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan ruang untuk bereksperimen dan belajar dari proses ketika sebuah percobaan belum berhasil.
“Anak-anak kami dorong untuk mencoba kembali apa yang sudah mereka lihat. Kalau belum berhasil, jangan langsung menyerah, tetapi coba lagi dan cari tahu mengapa percobaannya belum berhasil. Dari proses itu, mereka belajar,” ujarnya.
Setelah menyaksikan demonstrasi, para santri diberi kesempatan mencoba sejumlah alat peraga yang tersedia. Mereka bergantian mengeksplorasi berbagai wahana edukatif, di antaranya Tebak Tanggal Lahir, Harpa Tanpa Dawai, Energi dan Daya, serta Gyro Extreme.
Kegiatan tersebut memadukan membaca, penelusuran koleksi, wawancara, pengamatan, dan eksperimen dalam satu rangkaian pembelajaran. Para santri tidak hanya mengenal perpustakaan sebagai tempat membaca, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung memanfaatkan layanan dan fasilitas yang dapat menunjang proses belajar. (*)
.jpeg)