MAKASSAR — Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu penyelenggara Science Film Festival (SFF) 2026 yang digelar secara hybrid pada 6–14 Oktober 2026. Kegiatan tersebut turut diikuti 60 siswa SD Islam Al-Izhar Cendekia Makassar bersama 10 guru pendamping dalam rangkaian wisata literasi, Kamis (8/10/2026).
Rombongan diterima Plt. Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Para siswa mengikuti kegiatan membaca dan membuat resensi buku, sekaligus mendapat penjelasan pustakawan mengenai pengelolaan koleksi dan sistem klasifikasi yang digunakan untuk memudahkan pemustaka menemukan bahan bacaan.
Kepala SD Islam Al-Izhar Cendekia Makassar, Dheby Kurnia R Hamizah, mengatakan wisata literasi tersebut bertujuan mengenalkan layanan perpustakaan, menumbuhkan minat baca, dan meningkatkan kecakapan literasi peserta didik.
Usai kegiatan literasi, rombongan melanjutkan kunjungan ke PP-IPTEK untuk mengikuti rangkaian SFF 2026 yang tahun ini mengangkat tema Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia tersebut melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yakni Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan.
Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, memandu kegiatan yang diawali pemutaran film sains Ayo Kita Rawat Bumi Kita. Pemutaran film menjadi pengantar bagi siswa untuk mengenal isu lingkungan dan sains melalui media audio-visual sebelum mereka mengikuti kegiatan praktik.
Setelah pemutaran film, siswa mengikuti demonstrasi Semburan Naga, Antigravitasi, Listrik Statis, Paperclip & Pepper Escape, dan Tornado dalam Botol. Demonstrasi disampaikan dengan pendekatan interaktif sehingga siswa tidak hanya menyaksikan percobaan, tetapi juga memperoleh penjelasan mengenai fenomena dan konsep sains yang melatarbelakanginya.
Antusiasme siswa terlihat ketika sejumlah peserta mendapat kesempatan mencoba kembali percobaan yang telah diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa melakukan percobaan secara langsung dan mengamati hasilnya. Kegiatan tersebut memberi ruang kepada siswa untuk berani tampil, mencoba, bertanya, dan belajar dari pengalaman.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat tersebut, siswa diajak mengenal berbagai konsep ilmu pengetahuan dan teknologi dengan cara yang lebih konkret dan menyenangkan.
Rangkaian kegiatan memadukan literasi membaca dengan literasi sains. Siswa tidak hanya membaca dan membuat resensi buku, tetapi juga menyaksikan film sains, mengikuti demonstrasi, serta berinteraksi langsung dengan alat peraga. Perpaduan tersebut membuat kunjungan menjadi pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga mendorong keingintahuan dan keberanian siswa untuk mencoba.
Kehadiran PP-IPTEK sebagai salah satu penyelenggara SFF 2026 sekaligus memperkuat peran layanan tersebut sebagai ruang edukasi yang memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat melalui berbagai pendekatan pembelajaran. Melalui film, demonstrasi, dan alat peraga interaktif, konsep sains dihadirkan lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari siswa.
Bagi peserta didik, kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar di luar kelas yang mempertemukan budaya membaca dengan eksplorasi sains. Sementara bagi PP-IPTEK, keterlibatan dalam Science Film Festival menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pembelajaran sains yang interaktif, edukatif, dan menyenangkan.




