Selasa, 08 September 2026

Dari Buku hingga Eksperimen, Siswa STP Khoiru Ummah Gowa Belajar di Perpustakaan Sulsel


MAKASSAR — Sebanyak 23 siswa kelas I, II, dan III SD Tahfizh Plus (STP) Khoiru Ummah Gowa bersama tujuh guru pendamping mengunjungi Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (8/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal perpustakaan sekaligus memperoleh pengalaman belajar melalui buku, eksperimen, dan alat peraga sains.

Rombongan terlebih dahulu mengunjungi Layanan Perpustakaan Umum untuk mengenal berbagai fasilitas dan koleksi yang tersedia. Kegiatan dilanjutkan ke Layanan Referensi, tempat siswa diperkenalkan dengan koleksi literatur anak.

Di layanan tersebut, siswa membaca dan mengeksplorasi koleksi buku dengan bimbingan guru pendamping dan pustakawan. Mereka diberi kesempatan memilih bahan bacaan sesuai minat sehingga kegiatan membaca berlangsung lebih interaktif.


Kepala Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Gowa, Rahmatullah, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah memberikan pengalaman belajar di luar kelas sekaligus menumbuhkan minat baca dan budaya literasi peserta didik.

Usai mengunjungi Layanan Referensi, rombongan melanjutkan kegiatan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Rombongan diterima Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin.

Di PP-IPTEK, siswa diajak mengenal berbagai konsep sains melalui demonstrasi dan alat peraga interaktif. Kegiatan diawali dengan demonstrasi “Naga Api” dan “Tornado dalam Botol” yang menarik perhatian siswa.

Setelah menyaksikan demonstrasi, siswa diberi kesempatan mencoba sejumlah alat peraga yang tersedia. Mereka bergantian mengeksplorasi wahana edukatif, di antaranya Tebak Tanggal Lahir, Harpa Tanpa Dawai, Energi dan Daya, serta Gyro Extreme.

Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami konsep sains tidak hanya melalui penjelasan, tetapi juga dengan mengamati dan mencoba secara langsung. Suasana semakin semarak ketika siswa berusaha memahami cara kerja setiap alat peraga yang mereka gunakan.

Antusiasme siswa juga terlihat ketika mereka didorong untuk memperagakan kembali demonstrasi sains yang telah disaksikan. Mereka diarahkan untuk tidak mudah menyerah apabila percobaan yang dilakukan belum berhasil, melainkan mencoba kembali dan memahami penyebab kegagalannya.

Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, menyampaikan keberanian mencoba merupakan bagian penting dalam proses belajar sains. Menurutnya, anak-anak perlu diberi ruang untuk bereksperimen dan belajar dari proses ketika percobaan belum berhasil.

“Anak-anak kami dorong untuk mencoba kembali apa yang sudah mereka lihat. Kalau belum berhasil, jangan langsung menyerah, tetapi coba lagi dan cari tahu mengapa percobaannya belum berhasil. Dari proses itu, mereka belajar,” ujarnya.

Sri Wahyuni juga mengingatkan pentingnya pendampingan orang dewasa dalam melakukan demonstrasi sains tertentu. Salah satunya demonstrasi “Naga Api” yang membutuhkan bimbingan dan pengawasan agar dapat dilakukan dengan aman.

“Untuk demonstrasi tertentu, seperti Naga Api, anak-anak harus mendapat bimbingan dan pengawasan orang dewasa, baik orang tua maupun kakak. Keselamatan tetap menjadi hal utama dalam kegiatan eksperimen sains,” katanya.


Kunjungan tersebut memberikan pengalaman belajar yang memadukan kegiatan literasi dengan pengenalan sains secara langsung. Melalui membaca, mengamati, mencoba, dan bereksperimen, siswa diharapkan semakin memiliki rasa ingin tahu serta tumbuh kecintaannya terhadap buku dan ilmu pengetahuan sejak dini. (***)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar