Kamis, 18 Januari 2024

Komisi I DPRD Luwu Timur Bermain Tebak Tanggal Lahir di PP IPTEK SULSEL

Sri Wahyuni Djamaluddin, Kasi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) menerima kunjungan Komisi I DPRD Kabupaten Luwu Timur di ruang Layanan PP-IPTEK, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (18/01/2024).

Saat berkunjung ke layanan ini, rombongan mendapatkan informasi edukasi dan diajak bermain oleh pengelola layanan, seperti pada saat bermain bermain Tebak Tanggal Lahir. Permainan ini merupakan sebuah permainan matematika yang sederhana tapi cukup menarik, dengan  menggunakan aturan (kaidah) bilangan biner yang diubah ke dalam bilangan desimal dan dimainkan oleh dua orang. George Boole menemukan sistem logika yang hanya berdasarkan pada dua angka yaitu 0 dan 1, ini menjadi dasar dari sistem bilangan biner.

Selain bermain tebak tanggal lahir, rombongan juga bermain alat peraga interaktif lainnya di antaranya Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Gyro Extreme, Energi VS Daya, Bola Listrik, Lengkungan Nan Kokoh, Menurun Ke Atas, Gorden Otomatis, Halilintar, Gorden Otomatis, Robot Line Follower dan Trainer panel surya. 

Menurut Arifin, S. Ag., M.H selaku ketua DPRD kunjungan tersebut dalam rangka konsultasi terkait  dengan bantuan alokasi anggaran penambahan literasi daerah Kabupaten Luwu Timur untuk tahun anggaran 2024. Semoga dengan kunjungan konsultasi ini, kami mendapat banyak masukan, data, dan informasi terkait upaya pengalokasian anggaran peningkatan literasi masyarakat di Luwu Timur. (***)



Rabu, 17 Januari 2024

Ring Puzzel Favorit Siswa SMKN 4 Jeneponto saat Berkunjung ke PP IPTEK SULSEL

Sri Wahyuni Djamaluddin Kasi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) menerima kunjungan 35 siswa SMKN 4 Jeneponto dan beserta guru pendamping di ruang Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (17/01/2024).

Menurut ST. Nurlia M. Ali selaku kepala sekolah menyampaikan kunjungan peserta didik ke Layanan PP-IPTEK dalam rangka meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan serta mendukung kualitas pembelajaran berbasis teknologi.

Petugas layanan menyampaikan informasi dan mengajak siswa bermain alat peraga seperti Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Gyro Extreme, Energi VS Daya, Bola Listrik, Lengkungan Nan Kokoh, Menurun Ke Atas, Gorden Otomatis, Halilintar, Gorden Otomatis, Robot Line Follower dan Trainer panel surya. 

Alat peraga yang paling menyita perhatian siswa adalah Ring Puzzel. Ring Puzzel salah satu mainan edukatif untuk anak yang dapat di jumpai di layanan PP-IPTEK dengan berbagai ukuran, serta tingkat kesulitan. Selain puzzel berbentuk ring, di sini juga dijumpai mainan puzzel lainnya. Permainan ini melatih koordinasi antara mata dan tangan, selain itu juga melatih konsentrasi, melatih motorik halus dan kasar serta memecahkan masalah. Permainan asah otak lainnya dapat yang dapat dijumpai adalah test kejelian, meja schulte dan tebak warna. (***)


Selasa, 16 Januari 2024

KOMISI IV DPRD SULBAR BERKUNJUNG KE LAYANAN PP IPTEK SULSEL

Sri Wahyuni Djamaluddin Kasi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) menerima kunjungan sekaligus mengenalkan alat peraga interaktif  kepada Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (16/01/2024) di ruang layanan PP-IPTEK. 

Kedatangan rombongan di antar langsung Kepala Bidang Perpustakaan Andi Sangkawana untuk melihat secara langsung berbagai alat peraga interaktif seperti Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Gyro Extreme, Energi VS Daya, Bola Listrik, Lengkungan Nan Kokoh, Menurun Ke Atas, Gorden Otomatis, Halilintar, Gorden Otomatis dan Trainer panel surya sebagai wahana pembelajaran menumbuh-kembangkan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di masyarakat, yang diperuntukkan untuk segala generasi.

Alat peraga yang menyita perhatian komisi IV DPRD Sulawesi Barat sah satunya Harpa Tanpa Dawai. Harpa atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Harp merupakan jenis alat musik petik.  Bentuknya tinggi, umumnya berwarna emas, dan memiliki senar. Alat musik ini berbentuk segitiga, dengan senar-senar halus di bagian tengahnya. Sebuah harpa dapat dimainkan baik dengan tangan, ataupun dengan tangan dan kaki, seperti yang ditemui pada pedal harp. Harpa merupakan salah satu instrumen yang tertua, dan konon telah digunakan sejak zaman Mesir Kuno.

Dr. Hj. Suraidah Suhardi, SE., M.Si menyampaikan kunjungan tersebut bertujuan untuk sharing informasi terkait pelayanan berbasis digital. Rombongan juga berkesempatan mengunjungi Layanan Perpustakaan Umum yang dengan berbagai fasilitas yang dimiliki. (***)


Rabu, 03 Januari 2024

PP IPTEK SULSEL di "Hari Amal Bhakti Kemenag"

Pengelolaan layanan perpustakaan dilakukan berdasarkan kebutuhan pemustaka sesuai perkembangan teknologi informasi dan layanan yang ramah serta menempatkan pemustaka sebagai faktor penting dalam kebijakan perpustakaan. Salah satu bentuk pengelolaan layanan perpustakaan yang diberikan ke pemustaka dengan mengangkat tema: "Hari Amal Bhakti Kemenag" yang bertepatan pada Rabu (03/01/2024). Untuk memeriahkan hari jadi Hari Amal Bhakti Kemenag, Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) berbagai informasi yang sajikan kepada pemustaka seperti koleksi buku digital Kemenag; koleksi buku lokal Sulawesi Selatan terkait Kemenag; Hari Amal Bhakti Kemenag dan Sejarah Berdirinya Kemenang RI. 

Koleksi Buku Pendidikan Agama Digital Kemenang
Koleksi buku pendidikan agama yang memuat dalam platform CENDEKIA disiapkan untuk memudahkan akses sumber ajar bagi guru agama dan siswa-siswi di sekolah. Hadirnya aplikasi untuk mengatasi keterbatasan bahan ajar pelajaran agama di wilayah-wilayah tertentu yang tidak terjangkau. Melalui platform tersebut diharapkan guru dan siswa dapat terbiasa mengakses konten literasi digital dan menjadi rujukan utama dalam menggunakan buku ajar agama di sekolah.


Koleksi BukuTafsir dan dan Kajian Al-quran Digital Kemenang
LAJNAH PENTASHIHAN MUSHAF AL-QUR'AN terdiri buku-buku tafsir terbitan Kementerian Agama dan produk-produk hasil kajian keal-quranan lainnya.


Koleksi buku lokal Sulawesi Selatan terkait Kemenag

Agama Orang Bugis 
Penulis: Nurhayati Djamas
Penerbit: Badan Penelitian dan Pengembangan Agama, Departemen Agama R.I
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 1998
ISBN: 979-9167-00-9

https://www.koleksilokal.com/2022/03/agama-orang-bugis.html

Srikandi Pendidikan Dari Timur 
(Perjalanan Hidup, Visi dan Karir Prof. Dr. Hj. Andi Rasdiyanah)
Editor : Waspada, M.Sos.I., M.HI & Dr. Mohd. Sabri, AR.
Penerbit : Pustaka Al-Zikra berkerjasama dengan UIN Alauddin Makassar
Tempat : Yogyakarta
Tahun : 2017
ISBN : 978-602-5555-01-5


"Hari Amal Bhakti Kemenag 03 Januari, Sejarah Berdirinya Departemen Agama RI"

Pada 11 Juli 1945, di sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPKUPKI), Mohammad Yamin beradu argumen dengan anggota BPUPKI lainnya tentang pembentukan Kementerian Agama. Saat itu Mohammad Yamin memberikan usul terkait perlunya pembentukan kementerian yang istimewa, berhubungan dengan agama dan memberi jaminan pelayanan kepada umat Islam, dan kurang mendapat suara dan dukungan  dari anggota BPUPKI yang lain. Akhirnya, beliau berusaha menyuarakan pendapatnya kembali ketika sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sebagai pengganti BPUPKI berlangsung, tanggal 19 Agustus 1945.

Ternyata, perjuangan ini tidak digubris sama sekali seperti yang terjadi pada sidang BPUPKI sebelumnya. Dengan anggota PPKI yang terdiri dari 27 orang, 19 orang tidak menyetujui pembentukannya. Ki Hadjar Dewantara merupakan salah satu orang yang menolak usul Yamin dan menganggap bahwa masalah agama dapat dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Perjuangan Menuju Pembentukan Kementerian Agama
Pendapat Yamin mengenai dibutuhkannya kementerian yang mengatur urusan agama ini sempat berada di titik akhirnya. Akan tetapi, perjuangan belum berhenti. 

Pada masa-masa akhir 1945, KH Abudardiri, KH Saleh Su’aidy, dan M. Sukoso selaku anggota KNIP dari Karesidenan Banyumas melanjutkan perjuangan Yamin yang sempat menyerah. Mereka mengusulkan pembentukan Kemenag. kepada Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP). 

Saleh Su’aidy salah seorang pengusul yang mendapatkan respon yang baik menyampaikan “Mengusulkan supaya dalam negeri Indonesia yang sudah merdeka ini janganlah urusan agama hanya disambilkan kepada Kementerian Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan saja, tapi hendaklah kementerian yang khusus dan tersendiri,” dan mendapat suara dari M. Natsir, Muwardi, Marzuki Mahdi, dan Kartosudarmo yang juga merupakan anggota KNIP. 

Berkat perjuangan itu, akhirnya pemerintah melalui Penetapan Menteri Agama Nomor 6 Tahun 1956 tertanggal 1 Maret 1956 yang menetapkan bahwa hari Kamis, 3 Januari 1946 adalah hari berdirinya Departemen Agama. Hal ini berdasarkan Penetapan Pemerintah Nomor 1/S.D. tertanggal 3 Januari 1946 (29 Muharram 1365 H).

Hari Amal Bhakti Kemenag
Kemudian pada tanggal 3 Januari 1980 saat Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Departemen Agama penyebutan peringatan hari lahirnya Departemen Agama (sekarang Kementerian Agama) diubah menjadi Hari Amal Bhakti Departemen Agama RI (sekarang Hari Amal Bhakti Kementerian Agama RI).

Perubahan penyebutan nama menjadi Hari Amal Bhakti Kemenag RI bermaksud bahwa setiap memperingati hari jadi Kementerian Agama RI, maka tujuan yang paling penting adalah untuk menggugah kembali tekad seluruh jajaran Kementerian Agama RI agar meneruskan amal bhakti dalam melayani dan membimbing kehidupan beragama di Indonesia.

Sebutan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama RI juga mengandung makna bahwa lahir dan hadirnya Kementerian Agama RI merupakan salah satu rentetan konsensus nasional mengenai dasar dan ideologi negara, yaitu Pancasila.


Sumber lainnya:
  • https://news.detik.com/berita/d-6495723/hari-amal-bhakti-kemenag-sejarah-berdirinya-departemen-agama-ri/2
  • https://tirto.id/sejarah-hari-lahir-dan-berdirinya-kementerian-agama-3-januari-1946-f8J6

Layanan PP IPTEK, Alternatif Liburan Hemat dan Bermanfaat

Libur semester saat ini masih sedang berlangsung. Sebagai orang tua, terkadang bingung harus mengisi liburan anak-anak dengan kegiatan apa. Selain liburan ke tempat wisata dan mall yang ada di sekitar wilayah Sulawesi Selatan, ada alternatif pilihan lainnya yang bisa kita coba untuk mengisi liburan anak-anak agar tidak bosan di rumah. Salah satunya pergi ke Layanan Pusat Peraga Ilmu pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang terletak di jalan Sualtan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.

Selain tidak mengeluarkan biaya alias gratis, pergi ke Layanan PP-IPTEK juga banyak sekali manfaatnya. Pertama kita bisa mengenalkan anak dengan berbagai buku seperti ensiklopedia ilmu pengetahuan; ensiklopedia agama Islam, Komik, Seri Ilmu Pengetahuan, berbagai Cerita Rakyat; dll untuk menanamkan gemar membaca sejak dini. 

Layanan ini juga menyediakan berbagai wahana wahana pembelajaran untuk menumbuh-kembangkan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di masyarakat, untuk segala generasi secara MUDAH, MENGHIBUR, BERKESAN, DAN KREATIF, melalui berbagai program pembelajaran iptek dan peraga interaktif tentang APA, MENGAPA DAN BAGAIMANA iptek digali dan dimanfaatkan bagi kehidupan manusia agar lebih nyaman dan sejahtera.

Di sini pengunjung akan diberi informasi edukasi dan diajak untuk mencoba alat peraga IPTEK, seperti: Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Gyro Extreme, Energi VS Daya, Bola Listrik, Lengkungan Nan Kokoh, Menurun Ke Atas, Gorden Otomatis, Halilintar, Gorden Otomatis dan Trainer panel surya.

Beberapa pekan ini layanan PP-IPTEK menerima berbagai kunjungan beberapa orang tua yang membawa putra putrinya untuk melihat berbagai alat peraga interaktif dan setelah puas bermain alat peraga anak-anak tersebut membaca buku dan meminjamnya untuk di bawa pulang. (***)