Rabu, 30 Agustus 2023

KILAS Sekolah Islam Athirah Ke UPT Perpustakaan DPK Sulsel

Kaharullah, SE., M.M. selaku Ka UPT Perpustakaan dan Hj. Nuraini H. Nanggo, S.E. Kasi Layanan Umum dan Multimedia menerima Saharuddin, S. Pd.  Kadept. Kurikulum Sekolah Islam Athirah beserta rombongan di Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) pada Rabu (30/08/2023).

Dalam sambutannya Ka. UPT Perpustakaan menyampaikan terima kasih atas kunjungan rombongan Sekolah Islam Athirah yang sangat terkait dengan program prioritas UPT Perpustakaan yakni "Mencerdaskan Anak Bangsa ANDALAN", selain itu juga menyampaikan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan program tersebut salah satunya melalui kegiatan Sains For All  serta pameran yang tengah berlangsung di Pekan Raya Sulsel 2023 yang sedang dilaksanakan di Kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Pelataran Wisma Negara Makassar.

Setelah rombongan di terima secara resmi yang terdiri dari 20 orang berasal dari berbagai guru bidang studi, ustaz dan pustakawan. Rombongan kemudian mendapatkan informasi edukasi dari pengelola layanan PP-IPTEK dan diajak bermain alat peraga interaktif seperti Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Energi VS Daya, Bola Listrik, Lengkungan Nan Kokoh, Menurun Ke Atas, Gyro Extreme, Halilintar, gorden otomatis serta panel surya.

Saharuddin, S.Pd menyampaikan Kunjungan Literasi (KILAS) merupakan salah satu program Culture yang kali ini dilakukan di Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan untuk melihat secara langsung aktivitas perpustakaan dalam rangka mewujudkan lingkungan kerja dan sekolah yang berbudaya dan berkarakter. (***)



Selasa, 29 Agustus 2023

Experiential Learning Siswa Yayasan Pendidikan St Martinus Di Layanan PP IPTEK SulSel

Kasi Layanan Pusat Peraga Ilimu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Sri Wahyuni Djamaluddin menerima kunjungan 81 siswa SD kelas 1 - 2 Yayasan Pendidikan St Martinus didampingi orang tua siswa dan guru pendamping pada Selasa (29/08/2023) di ruang Layanan PP-IPTEK jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.

Enny Lien selaku Kepala Sekolah mengatakan kunjungan siswa ini merupakan bagian dari pembelajaran Project Kurikulum Merdeka serta Profil Belajar Pancasila, mandiri dan bernalar kritis. Kunjungan ini diharapkan mampu mengasah kemampuan berpikir kritis anak tetapi juga memberikan pengalaman belajar (experiential learning) langsung melalui kunjungan di perpustakaan. 

Selain itu kunjungan ini juga bertujuan untuk mengenalkan perpustakaan serta manfaatnya sehingga akan mendorong minat baca anak sejak dini.

Khusus di layanan PP IPTEK, layanan ini  menyediakan berbagai alat peraga interaktif seperti  Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Energi VS Daya, Bola Listrik, Lengkungan Nan Kokoh, Menurun Ke Atas, Gyro Extreme, Halilintar, gorden otomatis serta panel surya.

Petugas layanan mengajak siswa bermain dan memberikan informasi edukasi berkaitan dengan fungsi dari masing-masing alat peraga. Alat peraga favorit siswa adalah Gyro xtreme. Alat ini dikembangkan oleh NASA untuk mempersiapkan astronot ke luar angkasa, dan seolah-olah membuat siswa seperti astronot. Peraga interaktif ini juga digunakan sebagai alat terapi pada tulang belakang.

Selain siswa orang tua dan guru pendamping juga ikut bermain alat peraga interaktif seperti tebak tanggal lahir. Di akhir kunjungan rombongan juga melihat berbagai fasilitas yang tersedia di layanan perpustakaan umum. (***)

Mencerdaskan Anak Bangsa ANDALAN menjadi prioritas UPT Perpustakaan DPK SULSEL

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan ikut memeriahkan Pekan Raya Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 2023 dalam rangka memperingati hari jadi Sulsel yang ke-354 di Kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Pelataran Wisma Negara Makassar, Senin (28/8/2023).

Pekan Raya Sulsel yang ke-9 ini bertema ‘Sulsel Andalan Indonesia’ menyuguhkan berbagai produk unggulan, salah satunya capaian Gubernur dalam Bidang Perpustakaan dan Kearsipan. Pameran ini diselenggarakan mulai dari tanggal 28 Agustus hingga 3 September 2023.

Kaharullah, SE., M.M. selaku Ka UPT Perpustakaan  mengatakan Pekan Raya Sulsel tahun ini memiliki keunikan karena pengunjung dapat melihat dan mempelajari salah satu alat peraga interaktif yakni Robot Line Follower, yang  bisa bergerak sendiri dengan mengikuti lintasan yang telah diciptakan. 

Selain itu pengunjung pameran juga bisa mendaftar sebagai anggota perpustakaan secara gratis dan menikmati berbagai buku best seller serta bahan bacaan digital melalui i Sulsel yang dapat di unduh di play store.

Pekan Raya Sulsel 2023 diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung perpustakaan baik yang ofline maupun yang online dalam rangka "Mencerdaskan Anak Bangsa ANDALAN" melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Sulsel Naoemi Octarina juga menyempatkan diri berkunjung ke stan pameran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu stan ini juga dikunjungi oleh Andi Ina Kartika Sari sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Moh. Hasan Sijaya  Staf Ahli Gubernur Sulawesi Selatan Bidang Ekonomi beserta pejabat lainnya untuk melihat secara langsung capaian keberhasilan Gubernur dalam Bidang Perpustakaan dan Kearsipan. (***)


Senin, 28 Agustus 2023

Yayasan Pendidikan St Martinus Mengenalkan Alat Peraga Interaktif Sejak Dini

Kaharullah, SE., M.M. selaku Ka UPT Perpustakaan dan Sri Wahyuni Djamaluddin serta pengelola Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan menerima kunjungan 70 murid Yayasan Pendidikan St Martinus pada Senin (28/08/2023). 


Kunjungan para murid didampingi oleh beberapa guru dan orang tua murid sebagai upaya  mengenalkan perpustakaan dan berbagai layanannya, salah satunya layanan alat peraga interaktif sebagai wahana pembelajaran untuk menumbuh-kembangkan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sejak dini.


Para murid antusias mencoba dan mendengarkan informasi edukasi dari pengelola layanan PP IPTEK  serta mengajak bermain berbagai alat peraga yang ada, seperti Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Gyro Extreme, Energi VS Daya, Bola Listrik, Lengkungan Nan Kokoh, Menurun Ke Atas, Gorden Otomatis, Halilintar, Gorden Otomatis dan Trainer panel surya. 

Andi Armady salah seorang guru pendamping mengatakan kunjungan ini untuk meminimalisir perkembangan teknologi informasi seperti kecanduan game dan rencana akan berkunjung ke Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak.

Jumat, 25 Agustus 2023

ORANG KAYA YANG MISKIN AMAL

Alkisah pada zaman dahulu tersebutlah sebuah negeri ada seorang orang kaya yang sangat terkenal kekayaannya. Di dalam negeri itu hanya dua tiga orang saja yang sama kekayaannya. Selain ia kaya, juga taat melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari semalam. Asal waktu shalat telah tiba, ia tidak menunda nunda waktu lagi langsung mengambil air wuduk dan pergi sembahyang, baik ia lakukan di rumah atau di mesjid dan di mushallah atau di tempat tempat yang layak lainnya. 

Sayang sekali orang ini, ia kaya harta, tetapi miskin dalam amal. Ia kaya harta tetapi sangat kikir mengeluarkan kekayaannya itu. Dalam pikirannya hanyalah selalu ia berusaha bagaimana cara sehingga hartanya dapat makin hari makin bertambah. Sesuatu rencana atau pekerjaan yang dapat mengurangi kekayaannya, selalu ditolaknya, baik secara halus atau pun dengan terang terangan. 

Berbeda dengan istrinya yang taat melaksanakan shalat serta taat pula melaksanakan syariat agama lainnya. Ia sangat dermawan dan suka menolong fakir miskin serta anak yatim piatu. la selalu peringatkan kepada suaminya agar jangan berlaku kikir, karena harta yang kita miliki ini tidak ada artinya apabila tidak dipergunakan untuk beramal. Tapi karena si suami sudah mabuk harta, sehingga kata-kata istrinya itu tidak dihiraukannya. Selalu di jawabnya, "Engkau dapat berkata demikian karena bukan engkau yang bersusah payah mencarinya. Harta ini memang sudah ada kemudian saya mengawinimu." Apabila suaminya sudah berkata demikian, maka istrinya diam saja dan tidak lagi meneruskan kata-katanya. 

Pada suatu ketika, orang kaya ini ingin menikmati padi yang baru diketam dari salah satu sawahnya yang berpuluh bahkan beratus petak jumlahnya itu. Untuk dijadikan lauk ia terpaksa pergi menyumpit burung dari pada memotong salah seekor hewan piaraannya yang beratus jumlahnya. Jangankan kambing apalagi kerbau, sedangkan seekor ayamnya saja, berat hatinya untuk memotongnya. la selalu berpikir apabila dipotong salah seekor hewan piaraannya itu, pasti akan berkurang lagi. Pada waktu ia pergi menyumpit burung, ia berhasil menyumpit seekor burung tekukur betina yang sedang gemuknya. Ia segera pulang ke rumahnya karena ia berpikir dengan burung yang seekor itu sudah cukup untuk dia nikmati bersama padi baru yang tentu sangat gurih itu.

Orang kaya ini tidak mengira, bahwa burung tekukur yang baru saja disumpitnya itu, akan memberikan malapetaka pada dirinya kelak di hari kemudian. Sesungguhnya burung tekukur yang baru disumpitnya itu, adalah induk burung tekukur yang mempunyai 3 ekor anak yang masih kecil kecil. Ketiga ekor anak burung tekukur ini, baru saja beberapa hari menetas. Mereka masih sangat mengharapkan bantuan dan lindungan dari induknya. Mereka akan mati kelaparan, apabila mereka tidak disuapi. Mereka akan mati kedinginan pada malam hari, apabila mereka tidak diselimuti oleh induknya. Apabila datang gangguan mereka belum dapat membela dirinya. Dengan kata lain mereka masih lemah dalam segala galanya, segala sesuatunya mereka masih sangat mengharapkan bantuan dari induknya. 

Induknya namun ia hanyalah seekor burung, tetapi ia tetap menyadari kewajibannya sebagai induk yang harus memelihara dan melindungi anak anaknya selagi mereka belum mampu untuk berdiri sendiri. Setiap hari ia terbang ke sana ke mari pergi mencari makanan. Tetapi bukanlah sendiri melainkan sebahagian besar adalah untuk dibawa pulang kepada anaknya yang sedang menunggu di sarangnya. la merasa sangat berbahagia apabila ia pulang sambil membawa banyak makanan untuk anak anaknya yang tentunya merasa sangat lapar. la merasa sangat gembira dan sangat puas, apabila makanan yang dibawanya itu diperebutkan oleh anak anaknya kemudian dimakannya dengan sangat lahapnya. la mengharapkan agar anak anaknya lekas besar dan dapat terbang untuk pergi mencari makanannya sendiri. 

Tetapi pada hari yang naas itu selagi induk burung ini sedang beristirahat di dahan sebatang pohon, orang kaya itu datang membidiknya dan melepaskan anak sumpitannya. Tanpa diketahuinya akan bahaya yang mengakhiri hidupnya itu, induk burung tekukur ini tetap dengan tenangnya beristirahat di dahan pohon tempat ia bertengger. Tetapi sejurus kemudian induk burung ini terkapar di tanah. la tidak lama menggelepar gelepar karena anak sumpitan tepat menembus dadanya yang mungil itu. la telah pergi untuk selama lamanya. la tidak sempat untuk pamitan dengan anak anaknya selalu mengharapkan kedatangannya kembali sambil membawa makanan.

Orang kaya itu tersenyum karena gembira serta bangga pada dirinya. Dianggapnya dirinya ahli menyumpit. la membawa pulang segera burung tekukur itu karena sudah tak mampu menahan air liurnya untuk menikmati gorengan burung tekukur yang pasti sangat gurih. 

Setelah tiba di rumahnya, ia menyuruh istrinya menggoreng burung tekukur. yang baru disumpitnya. Selesai digoreng dimakannya bersama nasi dari padi yang baru kemarin selesai dipotong. Dengan sangat lahapnya ia menikmati gorengan burung itu. la tidak menyadari bahwa tiga ekor anak burung sedang menciap ciap kelaparan menunggu kedatangan induknya untuk mengantarkan makanan seperti biasa. Tetapi ketiga ekor anak burung ini dari detik ke detik ciapannya makin melemah dan pada hari ketiga, ketiganya pun sudah kaku karena sudah mati. Mereka mati karena sudah tiga hari, mereka tak pernah lagi makan atau pun minum. Mereka pergi mengikuti induknya yang telah berangkat lebih dahulu. Penyebab kematiannya berbeda tetapi kematian mereka, induk dan anak burung ini tetap ada hubungannya, ialah akibat kekejaman orang kaya yang miskin amal itu. Demikianlah sifat dan tingkah laku  orang kaya ini. Setiap hari yang menjadi pikirannya ialah bagaimana usahanya sehingga hartanya makin hari makin dapat bertambah. Di samping itu shalatnya tidak pula ditinggalkan. Sepintas lalu apabila dilihat ia termasuk orang yang alim karena tak pernah meninggalkan sembahyangnya. Tetapi sebenarnya sebahagian besar syariat agama tidak dipatuhinya. la memang berhasil menambah tumpukan hartanya sampai ia meninggal dunia, ia pergi meninggalkan hartanya itu untuk selama lamanya. Yang dibawa pergi hanyalah beberapa meter kain kafan membungkus mayatnya masuk ke liang lahad. Sedangkan amalnya masih tanda tanya kalau dapat dikatakan hampir tidak ada selain hanya sembahyang saja. 

Rohnya langsung menuju surga yaitu surga tingkat pertama. Tetapi penjaga surga tingkat pertama ini menolaknya, sambil menyatakan, "Tempat tuan bukan di sini, sebab sewaktu tuan masih hidup di dunia, tuan rajin sembahyang sehingga seharusnya tuan masuk di Surga tingkat kedua." 

Maka orang kaya ini pun pergi ke Surga tingkat kedua. Sampai di sana ia pun ditolak oleh penjaga surga tingkat ke dua, sambil berkata, "Tempat tuan bukan di surga tingkat kedua sebab sewaktu tuan masih hidup di dunia tuan rajin bersembahyang. Tempat yang layak untuk tuan ialah pada Surga tingkat ketiga." 

Maka orang kaya ini pun pergi ke surga tingkat ketiga. Sampai di sana, ia ditolak oleh penjaga surga tingkat ketiga sambil berkata, "Tempat tuan bukan di sini, sebab sewaktu tuan masih hidup di dunia tuan sangat rajin sembahyang sehingga tempat yang layak bagi tuan ialah di surga tingkat keempat. " 

Maka orang kaya ini pun pergi ke surga: tingkat keempat. Sampai di sana, ia ditolak oleh penjaga surga. tingkat keempat sambil berkata, "Tempat tuan bukan di sini sebab waktu tuan masih hidup di dunia, tuan sangat rajin sembahyang. sehingga tempat yang layak bagi tuan ialah di Surga tingkat ke lima."

Maka orang kaya ini pun pergi ke surga tingkat kelima. Sampai di sana ia ditolak oleh penjaga surga: tingkat kelima, sambil berkata, "Tempat tuan bukan di sini, sebab sewaktu tuan masih hidup di dunia, tuan sangat rajin sembahyang sehingga tempat yang layak bagi tuan ialah surga tingkat keenam." 

Maka orang kaya ini pun pergi ke surga tingkat keenam. Sampai di sana ia ditolak oleh penjaga surga tingkat keenam sambil berkata, "Tempat tuan bukan di sini, sebab sewaktu tuan masih hidup di dunia tuan sangat rajin sembahyang, sehingga tempat yang layak bagi tuan ialah di surga tingkat tujuh."

Maka orang kaya ini pun pergi ke surga tingkat ketujuh. Sampai di sana, penjaga surga tingkat ketujuh sudah akan memasukkan ke dalam. Tetapi tiba tiba ada suara yang mengatakan, "Orang ini tidak layak dan tidak berhak masuk Surga. la adalah penyebab kematian saya dan kematian ketiga ekor anak saya." Rupanya suara itu adalah suara dari roh induk burung tekukur yang disumpitnya dahulu. 

Maka penjaga surga menolaknya dan menyuruh pergi ke penjaga Surga tingkat keenam. Sampai di sana hampir saja penjaga Surga keenam mempersilahkan masuk ke dalam. Tetapi tiba-tiba ada suara yang mengatakan, "la tidak layak dan tidak berhak masuk ke dalam surga karena penyebab kematian saya serta kematian ketiga ekor anak saya adalah karena dia." Suara ini adalah suara roh induk burung tekukur yang pernah disumpitnya dahulu.

Kita kembali membicarakan istri orang kaya ini yang sangat rajin sembahyang, juga rajin beramal dan melaksanakan syariat agamanya. Sehingga waktu ia mati, benar benar ia diterima masuk ke dalam surga yang ketujuh tanpa ada yang keberatan seperti suaminya dahulu. la kasihan juga kepada suaminya, tetapi apa boleh buat karena di akhirat setiap orang akan memper tanggung jawabkan perbuatan dan amalnya masing-masing. Suami tak dapat lagi membantu istrinya dan sebaliknya istri tak dapat membantu suaminya. 

Demikianlah cerita ini berakhir dengan menyatakan bahwa orang kaya yang kurang amalnya ditolak masuk surga. Sedangkan istrinya yang banyak amalnya terus masuk surga. Kebenaran cerita ini tidak meragukan karena adalah cerita agama.

Kesimpulan informasi:

  1. Informan mendengar cerita ini dari guru mengajinya kira kira pada waktu ia berusia sebelas tahun. Guru mengajinya ini tidak lain adalah imam di kampung tempat tinggalnya itu.
  2. Sekali sekalı biasanya pada hari Jumat, gurunya menceritakan cerita keagamaan dan cerita pendidikan lainnya. Salah satu cerita yang pernah diceritakan ialah cerita di atas.
  3. Cerita ini sangat berkesan pada diri informan serta kepada teman teman mengajinya yang lain. Karena informan banyak berteman mengaji sehingga melalui anak mengajinya cerita gurunya tersebar di seluruh kampung itu, malahan sampai di kampung yang dekat dari situ.
  4. Sampai sekarang benar benar banyak penduduk kampung ini gemar memelihara burung tekukur. Terutama karena burung ini biasa berbunyi pada waktu subuh kira kira jam 4 atau jam 5 subuh. Seakan-akan ia memberi tanda kepada penduduk terutama bagi pemiliknya agar bangun untuk melaksanakan shalat subuh. Banyak masyarakat yang mempercayai bahwa ia mengusik roh kaya yang masih gentayangan di bumi ini.
  5. Karena cerita ini mengandung pendidikan keagamaan, maka sangat baik dipelihara dan disebar luaskan.
Nama Informan: Daeng Sarro
Tempat Lahir: Takalar
Agama: Islam
Pekerjaan: Pegawai Agama
Pendidikan: Sekolah Agama
BAhasa daerah yang dikuasai: Makassar

Sumber:
Cerita Rakyat Makassar
(Mite dan Legenda) Daerah Sulawesi Selatan
Editor: Bambang Suwondo
Penerbit: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 1987



Jumat, 18 Agustus 2023

Robot Line Follower Kontribusi Univeritas Negeri Makassar Menyediakan Alat Peraga di Layanan PP-IPTEK SULSEL

Sri Wahyuni Djamaluddin, Kasi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) pada Jumat (18/08/2023) menerima Robot Line Follower dari Prodi Fakultas Teknis Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk dapat dilihat dan dipelajari oleh para pengunjung Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. 

Robot Line Follower ini merupakan karya Syahrul Ramadani yang pernah mengikuti Kontes Robot Indonesia. Hasil karya ini menjadi salah satu implementasi kerja sama dengan pihak Prodi Fakultas Teknis Universitas Negeri Makassar atas inisiasi dan salah satu pembina Robotika Prof Yasser Abd Djawad,PhD.

Robot Line Follower merupakan kendaraan yang bisa bergerak sendiri dengan mengikuti lintasan yang telah diciptakan. Inovasi ini dapat dikembangkan untuk mengantar barang supaya lebih mudah dan cepat.

Selain Robot Line Follower Prodi Fakultas Teknis juga telah menyerahkan alat peraga lainnya yakni Gorden Otomatis dan Trainer panel surya yang telah banyak dinikmati oleh pengunjung perpustakaan.

Pengelola Layanan PP-IPTEK sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan pihak UNM yang telah ikut serta berkontribusi menyediakan alat peraga interaktif sebagai wahana pembelajaran untuk menumbuh-kembangkan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Sulawesi Selatan.

Kamis, 17 Agustus 2023

PP IPTEK DPK SULSEL SIAP MEMANGUN DAERAH DENGAN SEMANGAT KEJUANGAN BUDAYA

  

Kamis (17/08/2023) Pengelola Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kasi PP-IPTEK Sri Wahyuni Djamaluddin beserta Andi Ichwansyah, Heri Rusmana beserta  para pejabat struktural, fungsional Pustakawan, Arsiparis, pegawai Non-ASN, dan siswa/mahasiswa Magang melaksanakan Upacara Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia di halaman kantor layanan Perpustakaan yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas, Ir. H. Andi Parenrengi, M.P.

Ir. H. Andi Parenrengi membacakan Samutan Gubernur Sulawesi Selatan Hari Jadi Ke-78 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung tema “Terus Melaju Untuk Indonesia Maju” yang merupakan seruan optimis untuk mengakselerasi pembangunan di segala bidang, dengan dibuktikan capaian pembangunan perekonomian Sulawesi Selatan dan berhasil meraih lebih dari 100 penghargaan dalam kurun waktu 2 tahun terakhir serta Pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, bandara dan berbagai program prioritas.

Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan ke 78 Republik Indonesia tersebut dirangkaikan dengan penyerahan Sertifikat Penghargaan kepada peserta Donor Darah yang telah lebih 10x mendonor. Diakhir acara diserahkan hadiah bagi para pemenang lomba Agustusan di lingkup Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan dan acara syukuran sejumlah P3K dan pengangkatan CPNS menjadi PNS di lingkup Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.

PP-IPTEK sebagai salah satu panitia Pekan Olah Raga ikut serta berperan aktif dalam suksesnya lomba Agustusan dan bertekat untuk membangun daerah dengan semangat kejuangan budaya Sipakalebbi (saling memuliakan), Sipakainga (saling mengingatkan), Sipapaccei (tolong menolong) dan Sipakatau (saling menghormati). ***

Minggu, 06 Agustus 2023

DPK SULSEL Bersama 450 Ribu Warga Sulsel Ikut dalam Jalan Sehat Anti Mager

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Ir. H. Andi Parenrengi beserta jajarannya turut serta bersama sekitar 450 ribu peserta jalan sehat Anti Mager terbesar menempuh jarak 5 km lebih dilepas Menteri Pertahanan RI Prabowo bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Ketua IKA Unhas Andi Amran Sulaiman di depan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel pada Minggu (06/08/2023).

Pelaksanaan jalan sehat Anti Mager dalam rangka memperingati HUT ke-354 Provinsi Sulawesi Selatan dan HUT ke-78 Republik Indonesia, dengan rute Start Depan Rujab – Jalan Sudirman – Jalan Haji Bau – Jalan Penghibur – Jalan Ujung Pandang – Jalan Riburane – Jalan Ahmad Yani – Jalan Sudirman – Finish Depan Rujab. 

Salah satu seksi di DPK Sulsel yakni Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) antusias mengikuti kegiatan ini dan terhibur dengan atraksi paralayang dan sukhoi dari TNI AU dan marching band dari IPDN.

PP-IPTEK sebagai Layanan ANDALAN menyediakan berbagai alat peraga interaktif yang nantinya akan ikut memeriahkan Pekan Raya Sulsel (PRS) yang akan berlangsung sepekan dipusatkan di Kawasan CPI Kota Makassar mulai 28 Agustus hingga 3 September 2023.