Kamis, 20 Juni 2024

Kunjungan Studi Tiru ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan: Memperkuat Sinergi Pengembangan Perpustakaan dan Budaya Baca

Makassar, (20/062024). Muhammad Junaid Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca beserta rombongan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kutai Timur, yang melakukan kunjungan studi tiru ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan. Kunjungan yang bertujuan untuk memperkuat sinergi dan menggali inspirasi ini diterima langsung di ruang kerja kepala dinas oleh Hj. Feby Primajanti Kasi Layanan Umum dan Multimedia didampingi oleh koordinator pustakawan, Syamsul Arif serta beberapa pustakawan yang bertugas di UPT Perpustakaan.

Dalam sambutannya, Febi menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kunjungan tersebut. "Kami sangat senang dapat berbagi pengalaman dengan rekan-rekan dari berbagai daerah. Ini adalah kesempatan berharga untuk memperkuat jaringan dan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan ," ujar Febi.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Di sana, mereka diterima oleh Sri Wahyuni Djamaluddin, Kasi Layanan (PP-IPTEK)  yang memperkenalkan berbagai alat peraga interaktif untuk belajar sains dan teknologi. Pengelola layanan menyampaikan informasi edukasi serta mengajak rombongan untuk mencoba berbagai alat peraga interaktif yang tersedia.

Beberapa alat peraga yang menjadi perhatian khusus antara lain Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Gyro Extreme, Energi VS Daya, Tunjuk Warna, Kursi Paku, Bola Listrik, Lengkungan Nan Kokoh, Menurun Ke Atas dan Halilintar, Panel Surya, Robot Line Follower, dan Gorden Otomatis.

Salah satu alat peraga yang menarik perhatian rombongan adalah Tebak Tanggal Lahir. Alat peraga ini menggunakan aturan bilangan biner yang diubah ke dalam bilangan desimal dan dimainkan oleh dua orang. Konsep ini didasarkan pada sistem logika yang ditemukan oleh George Boole, yang hanya menggunakan dua angka yaitu 0 dan 1, sebagai dasar dari sistem bilangan biner. "Ini adalah cara yang sangat menarik untuk memahami logika matematika," ujar salah satu anggota rombongan.

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dan inspirasi bagi pengembangan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca di daerah masing-masing. Dengan demikian, sinergi antar instansi diharapkan semakin kuat demi meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di Indonesia. (***)

Selasa, 11 Juni 2024

Dispusipda Jawa Barat Berkunjung Layanan PP IPTEK SULSEL

Kaharullah, Kepala UPT Perpustakaan dan H. Andi Sangkawana Kepala Bidang Perpustakaan menerima rombongan Hj. I Gusti Agung Kimfajar Wiyati Oka selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusipda) Provinsi beserta perwakilan Dispusipda Kabupaten/Kota Jawa Barat di ruang Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (11/06/2024).

Setelah melihat fasilitas dan sarana layanan perpustakaan yang ada di lt.1, Kadis Perpustakaan Provinsi Jawa Barat dan rombongan meninjau fasilitas dan sarana Layanan Deposi kemudian ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Layanan yang menyediakan alat peraga interaktif sebagai wahana pembelajaran untuk menumbuh-kembangkan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). 

Di layanan ini, Sri Wahyuni Djamaluddin Kasi Layanan PP-IPTEK dan pengelola layanan menerima rombongan dan menyampaikan informasi edukasi serta mengajak rombongan bermain alat peraga interaktif, seperti  Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Gyro Extreme, Energi VS Daya, Tunjuk Warna, Kursi Paku, Bola Listrik, Lengkungan Nan Kokoh, Menurun Ke Atas dan Halilintar, Panel Surya, Robot Line Follower dan Gorden Otomatis. 

Pengelola layanan PP-IPTEK menjelaskan mekanisme alat peraga interaktif yang tersedia selain dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dan beberapa alat peraga lainnya merupakan hasil kerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi di Sulsel, salah satunya adalah Universitas Negeri Makassar (UNM) menyediakan alat peraga seperti Gorden Otomatis, Tunjuk Warna, Gorden Otomatis, Panel Surya dan Robot Line Follower. Alat peraga ini merupakan karya mahasiswa dan menjadi untuk belajar sains dan teknologi yang dapat di nikmati di perpustakaan.

Antusias Kadis rombongan studi komparatif yang 36 orang terdiri Dispusipda Provinsi Jawa Barat, Dispusipda Kabupaten Sukabumi, Dispusipda kabupaten Cianjur, Dispusipda kabupaten Depok serta Dispusipda Kota Bogor saat bermain tebak tanggal lahir.

Tebak tanggal lahir menggunakan aturan (kaidah) bilangan binner yang diubah ke dalam bilangan desimal dan dimainkan oleh dua orang. George Boole menemukan sistem logika yang hanya berdasarkan pada dua angka yaitu 0 dan 1, ini menjadi dasar dari sistem bilangan binner. 

Hj. I Gusti Agung Kimfajar Wiyati Oka menyampaikan kunjungan ini rangka meningkatkan kinerja serta menambah wawasan terkait pengelolaan dan pengembangan perpustakaan dan pengelolaan kearsipan khususnya capaian kinerja Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), yang mana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan memperoleh predikat peringkat pertama tingkat Nasional Tahun 2023. (***)

Kamis, 06 Juni 2024

Kunjungan Kadis DPK Kab. Banggai ke Layanan PP IPTEK SULSEL


Koordinator layanan umum Megawati menerima kunjungan Benyamin Pongdatu Kepala Dinas bersama Sulkifli A Pejabat Pembuat Komitmen Konstruksi dan Jasa Konsultasi Pengawasan,  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. Kunjungan tersebut di terima di layanan perpustakaan umum, Kamis (06/06/2024).

Setelah melihat fasilitas dan sarana perpustakaan umum dan layanan deposit, Kadis Perpustakaan Banggai meninjau fasilitas dan sarana layanan PP-IPTEK. Layanan yang menyediakan alat peraga interaktif sebagai wahana pembelajaran untuk menumbuh-kembangkan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). 

Di layanan ini, pengelola layanan menyampaikan informasi edukasi dan mengajak rombongan bermain alat peraga interaktif, seperti  Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Gyro Extreme, Energi VS Daya, Tunjuk Warna, Kursi Paku, Bola Listrik, Lengkungan Nan Kokoh, Menurun Ke Atas dan Halilintar, Panel Surya, Robot Line Follower dan Gorden Otomatis. 

Pengelola layanan PP-IPTEK menjelaskan  mekanisme alat peraga yang merupakan hasil kerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi di Sulsel, salah satunya adalah Universitas Negeri Makassar (UNM) menyediakan alat peraga seperti Gorden Otomatis, Tunjuk Warna, Gorden Otomatis, Panel Surya dan Robot Line Follower. Alat peraga ini merupakan karya mahasiswa dan menjadi sumber informasi dan pembelajaran bagi masyarakat yang dapat di nikmati di perpustakaan.

Salah satu alat peraga yang menyita perhatian Kadis Perpustakaan Kab. Banggai yakni Bola Listrik. Alat peraga ini memberikan gambaran tentang arus listrik yang mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah. Dan tubuh manusia memiliki potensial rendah, sehingga ketika mendekatkan jari tangan pada bola listrik, maka kita memberi jalan listrik untuk mengalir.

Kunjungan Kadis Perpustakaan Kab. Banggai, selain untuk melihat fasilitas dan sarana Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan juga menghadiri kegiatan FGD terkait pelaksanaan kebijakan pengembangan perpustakaan. (***)


Selasa, 04 Juni 2024

ISC Fasilitasi Alat Peraga Interaktif untuk PP IPTEK SulSel


Kaharullah, SE., M.M. Kepala UPT Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan pengajuan proposal  bantuan alat peraga interaktif sebagai upaya penambahan alat peraga yang ada di Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Sulawesi Selatan. Proposal ini diterima secara langsung oleh pak Irwan dari Indonesia Science Center (ISC) Selasa (04/06/2024)

Sebelumnya dilakukan zoom meeting khusus antara Tim fasilitasi ISC dengan Kepala Dinas Dr. H. Asriady Sulaiman, Kepala UPT Kaharullah, Kasi Layanan PP IPTEK Sri Wahyuni berserta pengelola layanan Perpustakaan pada tanggal 27 Mei 2024. Zoom meeting ini membahas prosedur yang perlu disiapkan dalam penyusunan proposal bantuan.

Dr. H. Asriady Sulaiman menyampaikan terima kasih atas niat baik dari rekan-rekan ISC untuk memfasilitasi bantuan alat peraga interaktif sebagai penambahan koleksi perpustakaan.

Selain penyerahan proposal, Kaharullah juga mengikuti undangan asistensi program urusan perpustakaan mewakili kepala dinas sebagai peserta yang akan memaparkan program perencanaan kegiatan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan 2023-2024. (***)

Sabtu, 01 Juni 2024

PP IPTEK SULSEL "Hari Lahir Pancasila"

Pengelolaan layanan perpustakaan melakukan berbagai kegiatan berdasarkan kebutuhan pemustaka. Salah satu bentuk pengelolaan layanan yang diberikan ke pemustaka mengangkat tema: "Hari Lahir Pancasila" yang bertepatan pada Rabu (01/06/2024). Untuk memeriahkan Hari Lahir Pancasila, Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) berbagai informasi yang sajikan eperti Sejarah Hari Lahir Pancasila serta koleksi buku digital terkait pancasila. 

Buku Kisah Pancasila menyajikan perjalanan lahirnya Pancasila sebagai philosophische grondslag atau landasan filosofis dari Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Kisah perjalanan Pancasila dari saat pertama disampaikan oleh Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945 tersebut sampai perumusan oleh Tim Sembilan pada 22 Juni 1945 dan sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada 18 Agustus 1945.

Penulis: Panitia Peringatan Hari Lahir Pancasila 

Buku Pancasila: Kekuatan Pembebas, Pusat Studi Pancasila UNPAR membahas tentang  Pancasila sejak tahun 1945 telah menjadi dasar berbangsa dan bernegara Indonesia. Ir. Soekarno menyebut Pancasila sebagai Philosofische Grondslag atau fundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, dan hasrat yang sedalam-dalamnya dari Indonesia merdeka yang akan berdiri kekal abadi. Selain itu, Ir. Soekarno juga menyebut Pancasila sebagai weltanschauung bangsa dan negara Indonesia. Di dalam Pancasila terkandung cita-cita, harapan, dan tujuan terbentuk dan berdirinya Indonesia bersatu. Melalui nilai-nilai Pancasila terciptalah sebuah masyarakat Indonesia yang kokoh dan harmonis. Pancasila, karena itu, menjadi pandangan dan keyakinan dasar bersama seluruh masyarakat Indonesia. Sejarah perumusan dan pemikiran tentang Pancasila sejatinya merupakan sejarah penciptaan dan penentuan identitas dan roh kebangsaan Indonesia.

Buku Pancasila Dasar Negara: Kursus Pancasila oleh Presiden Soekarno Tentang Pancasila mengisahkan tentang seorang filsuf konfusius Cina mengatakan bahwa dibutuhkan tiga unsur yang menyatu untuk membentuk sebuah negara yang kuat. Tentara yang kuat, pangan yang cukup, dan kepercayaan yang kuat. Sekitar tahun 1960-an, Indonesia pernah mengalami menjadi negara yang kuat di bidang tentara dan kepercayaan rakyat. Meski minus di bidang pangan, saat itu Indonesia mampu merebut Irian Barat dan memimpin negara-negara nonblok.

Hari ini, Indonesia mempunyai TNI-Polri yang kuat, pangan yang semakin baik, namun minus kepercayaan rakyat. Indonesia tengah dilanda krisis kepercayaan. Salah satunya kepercayaan apakah Pancasila sebagai ideologi, sebagai dasar negara, adalah yang paling pas dan terbaik untuk bangsa Indonesia. Sebagian rakyat juga tidak percaya Pancasila mampu menjalani fungsinya sebagai alat permersatu bangsa. “Pancasila adalah satu alat mempersatu, yang saya yakin seyakin-yakinnya bangsa Indonesia dari Sabang sampai ke Merauke hanyalah dapat bersatu padu di atas dasar Pancasila itu.”

Pancasila Dasar Negara: Kursus Presiden Soekarno tentang Pancasila. Sebuah buku yang disusun untuk membangun kembali kepercayaan rakyat, bahwa Pancasila adalah dasar negara yang pas dan baik bagi Indonesia, dengan ilmu yang benar. Ilmu yang kita dapatkan dari sumber utama, yaitu Bung Karno. Dengan kita mempelajari kembali, diharapkan dapat mengembangkan Pancasila sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini dan masa yang akan datang.

Seperti yang diungkapkan Bung Karno dalam Kursus (Pendahuluan) Presiden tentang Pancasila di Istana Negara, tanggal 26 Mei 1958, “Kejadian-kejadian yang akhir-akhir ini, Saudara-saudara, membuktikan sejelas-jelasnya bahwa jikalau tidak di atas dasar Pancasila kita terpecah belah, membuktikan dengan jelas bahwa hanya Pancasilalah yang dapat tetap mengutuhkan negara kita, tetap dapat menyelamatkan negara kita.”

Penulis: Tim Panitia Kongres Pancasila IX

Buku Pancasila dalam racikan obatku mengajak para pendidik untuk menemukan kembali ikhtiar Pendidikan Pancasila sebagai sarana penanaman nilai yang perlu dipandang dalam perspektif kekinian. Buku ini merupakan bunga rampai dari 112 tulisan refleksi mahasiswa Program Studi Farmasi Angkatan 2017 Universitas Sanata Dharma yang mengikuti perkuliahan Pendidikan Pancasila pada semester gasal 2017/2018. Berbagai pengalaman maupun komitmen yang mereka ungkapkan menunjukkan betapa pentingnya Pendidikan Pancasila bagi profesi mereka kelak. Buku ini juga menguatkan pandangan bahwa memahami konteks kaum muda sebagai penerima nilai dalam arus gerak zaman perlu diperhatikan. Pendidikan Pancasila jangan sampai terjebak pada formalitas yang mengaburkan cita-cita membangun masyarakat Pancasilais yang militan. Pendidikan Pancasila harus mampu membentuk jati diri dan karakter ke-Indonesia-an sejati, yang dalam konteks para penulis buku ini, menjadi calon Farmasis yang Pancasilais.

Penulis: Mahasiswa Peserta Mata Kuliah Pendidikan Pancasila Program Studi Farmasi Universitas Sanata Dharma Angkatan 2017 

Buku #Rayakan Pancasila#TahunPolitik#AnakMudaZamanNow mengulas tanggapan terkait ingar bingar tahun politik sekarang ini, kiranya tepat apabila mahasiswa sebagai kaum muda dapat menjajal praktik baik dari hasil perkuliahan Pendidikan Pancasila. Dengan berpikir dan berefleksi, mahasiswa diajak untuk bersikap kritis dan jernih atas fenomena aktual jelang tahun politik. Untuk selanjutnya mereka juga berani mengungkapkan compassionate commitment dengan menggunakan haknya secara bijak dalam pesta demokrasi mendatang. Hasil pergulatan gagasan dan refleksi para mahasiswa yang tertuang dalam buku ini bermuara pada komitmen bersama untuk senantiasa menggelorakan semangat Pancasila di Tahun Politik. Melalui “Rayakan Pancasila”, anak muda ini berharap agar Tahun Politik menjadi pesta demokrasi yang membahagiakan bagi setiap anggota bangsa yang ber-bhinneka tunggal ika.

Penulis: Mahasiswa Peserta Mata Kuliah Pendidikan Pancasila Program Studi Akuntansi Universitas Sanata Dharma

Sejarah Lahir Pancasila
Pancasila adalah dasar falsafah negara Indonesia yang menjadi panduan bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sejarah lahirnya Pancasila dapat ditarik kembali ke masa awal kemerdekaan Indonesia, di mana ideologi ini menjadi landasan bagi negara yang baru merdeka dari penjajahan Belanda. Berikut adalah garis besar sejarah lahirnya Pancasila:

  • Pidato Soekarno di Sidang BPUPKI (1 Juni 1945): Pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno, Presiden pertama Indonesia, menyampaikan pidato di hadapan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dalam pidato tersebut, Soekarno menyatakan bahwa Indonesia harus memiliki dasar negara yang terdiri dari lima sila atau pancasila.
  • Rapat Panitia Sembilan (10 Juli 1945): Setelah pidato Soekarno, Panitia Sembilan yang dipimpin oleh Soekarno dan Mohammad Hatta membahas lebih lanjut tentang ideologi negara. Mereka menetapkan bahwa Pancasila terdiri dari lima sila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
  • Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara (18 Agustus 1945): Ketika Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, masih belum ada keputusan resmi tentang dasar negara. Namun, pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Sembilan secara resmi menetapkan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Keputusan ini kemudian diakui dalam Pembukaan UUD 1945.
  • Pembukaan UUD 1945: Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila dinyatakan sebagai dasar negara Republik Indonesia.
Pancasila kemudian terus berkembang dalam sejarah Indonesia sebagai panduan utama bagi negara dalam membangun bangsa dan negara yang berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan sosial, persatuan, dan kesatuan. (***)