Selasa, 22 April 2025

APSI Sulsel Gali Inovasi Pembelajaran Lewat Kunjungan ke PP-IPTEK


Kepala Seksi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), Sri Wahyuni Djamaluddin, menerima kunjungan Ketua Pengurus Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Muliono, pada Selasa (22 April 2025), bertempat di Ruang Layanan PP-IPTEK.

Dr. Muliono hadir bersama Ketua Musyawarah Kerja Pengawasan Sekolah, H. Kamaruddin, dan Pengawas Madya Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, H. Jamid. Rombongan ini diantar langsung oleh Sitti Aliyah dan ke Layanan PP-IPTEK.

Kunjungan ini menjadi bagian dari persiapan APSI Sulsel dalam menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para pengelola perpustakaan sekolah. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada Sabtu, 26 April 2025, bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.

Selama kunjungan, para tamu disambut dengan demonstrasi berbagai alat peraga sains dan teknologi interaktif yang menjadi andalan PP-IPTEK. Beberapa di antaranya adalah Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Katrol, Energi vs Daya, Bola Listrik, Kacamata Ultrasonik, Gorden Otomatis, Robot Halang Rintang, dan Tunjuk Warna.

Alat peraga Tebak Tanggal Lahir menjadi sorotan dan favorit para pengunjung karena kemampuannya menggabungkan unsur matematika, logika, dan hiburan edukatif secara menarik.

Sri Wahyuni Djamaluddin menyambut baik kunjungan APSI Sulsel dan berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berkembang dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui pendekatan berbasis sains dan teknologi.

“Kami selalu terbuka untuk berkolaborasi demi memperluas akses dan minat terhadap IPTEK, khususnya di kalangan pendidik dan pengawas sekolah,” ujarnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pemantik ide segar dalam pengelolaan perpustakaan sekolah berbasis teknologi dan media pembelajaran inovatif, sejalan dengan semangat literasi sains di era digital. (***)

Rihlah Ilmiah Siswa Tahfizh Plus Kunjungi PP-IPTEK, Eksplorasi Ilmu Pengetahuan dengan Alat Peraga Interaktif

Sebanyak 40 siswa dan 12 guru pendamping dari Sekolah Tahfizh Plus (STP) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Khoiru Ummah Galesong-Takalar, melaksanakan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan pada Selasa, 22 April 2025. Kunjungan ini diterima langsung oleh Sri Wahyuni Djamaluddin, Kasi Layanan PP-IPTEK, di Ruang Layanan PP-IPTEK.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Rihlah Ilmiah siswa-siswi Sekolah Tahfizh Plus, khususnya untuk siswa tingkat SD kelas bawah (1, 2, dan 3). Ice Saharuddin, Kepala Sekolah STP-PKBM Khoiru Ummah Galesong, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan dunia ilmu pengetahuan kepada para siswa melalui berbagai alat peraga interaktif yang ada di PP-IPTEK.

Sri Wahyuni Djamaluddin dalam kesempatan tersebut memberikan perkenalan singkat mengenai layanan yang tersedia di PP-IPTEK, dilanjutkan dengan demonstrasi sains menarik, yaitu eksperimen “Koin Terapung” dan “Tornado dalam Botol.” Demonstrasi ini berhasil menarik perhatian siswa, yang tampak antusias dalam menyaksikan proses ilmiah yang terjadi.

Selain itu, para siswa juga untuk mencoba berbagai alat peraga interaktif yang dikelola oleh UPT Perpustakaan. Di antaranya adalah Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Katrol, Gyro Extreme, Energi vs Daya, Bola Listrik, Kacamata Ultrasonik, Gorden Otomatis, Robot Halang Rintang, Tunjuk Warna, dan berbagai alat lainnya yang memberikan pengalaman langsung dalam memahami konsep-konsep ilmiah.

Salah satu alat yang menjadi favorit di kalangan siswa adalah Gyro Extreme, yang tidak hanya mensimulasikan efek gravitasi luar angkasa, tetapi juga bermanfaat sebagai terapi tulang belakang. Siswa-siswi tampak tertarik mencoba alat tersebut, yang memberikan pengalaman unik dan mendalam tentang sains.

Juslimin, S.Pd, Ketua Panitia, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu memberikan wawasan baru dan menambah minat siswa dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. "Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk lebih mengenal dan mencintai dunia sains serta memperkaya pengetahuan mereka di luar ruang kelas," ujar Juslimin.

Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan dapat memperkuat pemahaman siswa terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan minat mereka untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri. (***)

Senin, 21 April 2025

Layanan PP-IPTEK Sulawesi Selatan, Mengenalkan Koleksi Buku Spesial Menyambut Hari Bumi Internasional

Dalam rangka memperingati Hari Bumi ke-55, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan melalui Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menghadirkan berbagai koleksi buku bertema lingkungan hidup dan planet bumi. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya menjaga kelestarian bumi dan memahami fenomena alam di sekitarnya.

Hari Bumi, yang diperingati setiap tanggal 22 April, pertama kali digagas oleh Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson, pada tahun 1970. Gagasan ini muncul sebagai respons atas peristiwa tumpahan minyak besar di Santa Barbara, California, pada 1969 dan gerakan mahasiswa yang menyerukan perlindungan terhadap lingkungan. Tahun ini, Hari Bumi mengusung tema “Our Power, Our Planet” yang menekankan pentingnya kolaborasi global dalam mempercepat transisi menuju energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Melalui tema tersebut, Hari Bumi 2025 mengajak kita semua — individu, organisasi, dan pemerintah — untuk mengambil bagian dalam menyelamatkan planet ini melalui pilihan dan tindakan yang lebih ramah lingkungan. Kesadaran kolektif dan langkah nyata dapat menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Sebagai bagian dari peringatan ini, berikut adalah beberapa koleksi buku bersumber https://ipusnas2.perpusnas.go.id bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Selamat Hari Bumi! Saatnya bertindak, mulai dari hal kecil, demi bumi yang lebih baik..

🔥 Panas Bumi oleh Rofi'ah Nurhayati memperkenalkan energi terbarukan yang ramah lingkungan—energi panas bumi—dan mengajak peserta didik memahami serta menghargai potensi energi alternatif.

📖 Kisah Bumi oleh Sayur Kendal Fresh and Organic menyuguhkan cerita-cerita inspiratif untuk anak-anak tentang bagaimana menjaga bumi tetap lestari, dengan gaya bercerita yang menyenangkan dan edukatif.

📘 Bumimu Bumiku karya Muhammad Ramdhan Adi menyuguhkan pengetahuan dasar tentang Bumi dan benda langit lainnya, disampaikan dengan gaya yang menarik dan visual penuh warna, sangat cocok untuk anak-anak yang ingin mengenal planet tempat kita berpijak.

📗 Bumiku Menangis oleh Intan Novela Setya Monikasari mengupas isu pemanasan global yang semakin nyata dirasakan. Buku ini membuka mata pembaca mengenai peran manusia dalam memperparah atau memperbaiki keadaan Bumi.

📙 Merawat Bumiku karya Fajar Nugroho mengajak pembaca untuk menyadari pentingnya bumi dalam kehidupan. Buku ini menekankan bahwa kepedulian kita terhadap lingkungan akan sangat berpengaruh bagi masa depan generasi mendatang.

📕 Keajaiban Bumiku oleh Dian Diana & Hilman Latief menggambarkan fenomena-fenomena alam luar biasa di Bumi, mengajak kita untuk bersyukur dan semakin mencintai lingkungan tempat tinggal kita.

🌳 Lestari Hutanku Tersenyum Bumiku karya Triyani menyoroti pentingnya hutan bagi kelangsungan hidup makhluk di bumi dan dampak nyata dari kerusakannya. Buku ini mendorong kesadaran untuk menjaga kelestarian hutan demi keseimbangan ekosistem.

🇮🇩 Bumiku Indonesia: Kekayaan Alam Nusantara oleh Afrisya Laila Zakia, dkk menyadarkan kita akan ancaman terhadap kekayaan alam Indonesia akibat perilaku manusia, sekaligus menggugah semangat untuk melindungi lingkungan negeri tercinta.

🗣️ Jika Bumi Bersuara oleh Sobat Bumi Indonesia adalah karya sastra yang mengajak pembaca membayangkan jika bumi bisa berbicara—apa yang akan ia katakan tentang kerusakan yang terjadi?

🏚️ Belajar dari Kerusakan Akibat Gempa Bumi oleh Teddy Boen menyajikan pelajaran dari berbagai bencana gempa bumi dan pentingnya membangun bangunan tahan gempa demi keselamatan hidup di wilayah rawan bencana seperti Indonesia.

🌍 Seri Bumi Kita karya Bahrudin Supardi & Daris Efendi hadir dalam berbagai judul menarik seperti Isi Perut Bumi, Usaha Menyelamatkan Bumi, Wilayah Perairan Bumi, hingga Udara di Sekeliling Bumi. Seri ini memberikan pemahaman lengkap tentang struktur, kekayaan, dan permasalahan yang dihadapi planet kita.

Mari jadikan Hari Bumi sebagai momentum untuk semakin peduli terhadap lingkungan. Bersama, kita bisa berkontribusi menjaga kelestarian bumi melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak besar. Bumi adalah rumah kita bersama—rawat dan lindungi agar tetap lestari untuk generasi mendatang. 🌍💚

Rabu, 16 April 2025

Pansus DPRD Sulbar Kunjungi Perpustakaan Sulsel, Tertarik Alat Peraga "Tebak Tanggal Lahir"


Makassar – Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Asriady Sulaiman, menerima kunjungan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Barat pada Rabu, 16 April 2025, di ruang layanan BI Corner, UPT Perpustakaan. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Perpustakaan.

Rombongan DPRD Sulbar didampingi oleh Liviyanti Sampe Buntu, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Barat.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Di sana, mereka diperkenalkan dengan berbagai alat peraga edukatif, seperti Kursi Paku, Bola Listrik, Baterai Tangan, Gorden Otomatis, dan Kacamata Ultrasonik yang dirancang untuk penyandang tunanetra.

Salah satu alat yang paling menarik perhatian adalah "Tebak Tanggal Lahir", permainan edukatif berbasis bilangan biner yang dikembangkan dengan konsep logika George Boole. Permainan ini menggabungkan unsur matematika dan interaksi dua orang untuk menebak tanggal lahir berdasarkan aturan bilangan biner yang dikonversi ke dalam bilangan desimal.

Selain itu, robot Halang Rintang juga menjadi daya tarik tersendiri. Robot ini bekerja seperti vacuum cleaner pintar, menggunakan berbagai sensor untuk bernavigasi dan menghindari rintangan.

Kunjungan ini diharapkan menjadi inspirasi dalam pengembangan regulasi perpustakaan di Sulawesi Barat, sekaligus mempererat sinergi antar-provinsi dalam meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat. (***)

Senin, 14 April 2025

Teknologi untuk Semua: Perpustakaan Sulsel Kenalkan Alat Bantu bagi Tuna Netra

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan terus berinovasi dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat. Salah satu buktinya tampak dalam kunjungan rombongan dari Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar, Senin (14/04/2025). Saat berkunjung ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), pengelola layanan PP-IPTEK menyambut mereka dengan mengenalkan berbagai alat peraga edukatif.

Dalam layanan ini, pengelola memperkenalkan beragam alat peraga seperti Kursi Paku, Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Bola Listrik, serta Gorden Otomatis. Tak hanya itu, mereka juga diperkenalkan dengan Kacamata Ultrasonik, alat bantu yang dirancang untuk penyandang tunanetra agar dapat mengenali objek di depannya dengan sensor ultrasonik.

Penambahan alat-alat interaktif ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dengan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar, khususnya Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika. Kolaborasi ini telah menghasilkan berbagai alat edukatif hasil karya mahasiswa UNM yang dapat di nikmati di perpustakaan, seperti Panel Surya, Tunjuk Warna, Robot Halang Rintang, dan lainnya yang mendukung metode pembelajaran berbasis teknologi.

Selain inovasi teknologi, UNM juga mendukung penguatan literasi melalui publikasi buku. Kepala Badan Penerbit, Sahade, S.Pd., M. Pd menyampaikan,

"Buku tersebut telah ber-ISBN dalam bentuk karya cetak sesuai dengan Perundang-Undangan Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam."

Hal ini menjadi komitmen perpustakaan dalam menyediakan sumber literasi yang tidak hanya sah secara hukum, namun juga berkualitas.

Inovasi ini mempertegas peran perpustakaan sebagai pusat edukasi yang tak hanya menyediakan buku, tetapi juga menyajikan pengalaman belajar berbasis teknologi yang inklusif dan menarik bagi seluruh lapisan masyarakat. (***)