Dalam rangka memperingati Hari Bumi ke-55, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan melalui Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menghadirkan berbagai koleksi buku bertema lingkungan hidup dan planet bumi. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya menjaga kelestarian bumi dan memahami fenomena alam di sekitarnya.
Hari Bumi, yang diperingati setiap tanggal 22 April, pertama kali digagas oleh Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson, pada tahun 1970. Gagasan ini muncul sebagai respons atas peristiwa tumpahan minyak besar di Santa Barbara, California, pada 1969 dan gerakan mahasiswa yang menyerukan perlindungan terhadap lingkungan. Tahun ini, Hari Bumi mengusung tema “Our Power, Our Planet” yang menekankan pentingnya kolaborasi global dalam mempercepat transisi menuju energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Melalui tema tersebut, Hari Bumi 2025 mengajak kita semua — individu, organisasi, dan pemerintah — untuk mengambil bagian dalam menyelamatkan planet ini melalui pilihan dan tindakan yang lebih ramah lingkungan. Kesadaran kolektif dan langkah nyata dapat menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Sebagai bagian dari peringatan ini, berikut adalah beberapa koleksi buku bersumber https://ipusnas2.perpusnas.go.id bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Selamat Hari Bumi! Saatnya bertindak, mulai dari hal kecil, demi bumi yang lebih baik..
🔥 Panas Bumi oleh Rofi'ah Nurhayati memperkenalkan energi terbarukan yang ramah lingkungan—energi panas bumi—dan mengajak peserta didik memahami serta menghargai potensi energi alternatif.
📖 Kisah Bumi oleh Sayur Kendal Fresh and Organic menyuguhkan cerita-cerita inspiratif untuk anak-anak tentang bagaimana menjaga bumi tetap lestari, dengan gaya bercerita yang menyenangkan dan edukatif.
📘 Bumimu Bumiku karya Muhammad Ramdhan Adi menyuguhkan pengetahuan dasar tentang Bumi dan benda langit lainnya, disampaikan dengan gaya yang menarik dan visual penuh warna, sangat cocok untuk anak-anak yang ingin mengenal planet tempat kita berpijak.
📗 Bumiku Menangis oleh Intan Novela Setya Monikasari mengupas isu pemanasan global yang semakin nyata dirasakan. Buku ini membuka mata pembaca mengenai peran manusia dalam memperparah atau memperbaiki keadaan Bumi.
📙 Merawat Bumiku karya Fajar Nugroho mengajak pembaca untuk menyadari pentingnya bumi dalam kehidupan. Buku ini menekankan bahwa kepedulian kita terhadap lingkungan akan sangat berpengaruh bagi masa depan generasi mendatang.
📕 Keajaiban Bumiku oleh Dian Diana & Hilman Latief menggambarkan fenomena-fenomena alam luar biasa di Bumi, mengajak kita untuk bersyukur dan semakin mencintai lingkungan tempat tinggal kita.
🌳 Lestari Hutanku Tersenyum Bumiku karya Triyani menyoroti pentingnya hutan bagi kelangsungan hidup makhluk di bumi dan dampak nyata dari kerusakannya. Buku ini mendorong kesadaran untuk menjaga kelestarian hutan demi keseimbangan ekosistem.
🇮🇩 Bumiku Indonesia: Kekayaan Alam Nusantara oleh Afrisya Laila Zakia, dkk menyadarkan kita akan ancaman terhadap kekayaan alam Indonesia akibat perilaku manusia, sekaligus menggugah semangat untuk melindungi lingkungan negeri tercinta.
🗣️ Jika Bumi Bersuara oleh Sobat Bumi Indonesia adalah karya sastra yang mengajak pembaca membayangkan jika bumi bisa berbicara—apa yang akan ia katakan tentang kerusakan yang terjadi?
🏚️ Belajar dari Kerusakan Akibat Gempa Bumi oleh Teddy Boen menyajikan pelajaran dari berbagai bencana gempa bumi dan pentingnya membangun bangunan tahan gempa demi keselamatan hidup di wilayah rawan bencana seperti Indonesia.
🌍 Seri Bumi Kita karya Bahrudin Supardi & Daris Efendi hadir dalam berbagai judul menarik seperti Isi Perut Bumi, Usaha Menyelamatkan Bumi, Wilayah Perairan Bumi, hingga Udara di Sekeliling Bumi. Seri ini memberikan pemahaman lengkap tentang struktur, kekayaan, dan permasalahan yang dihadapi planet kita.
Mari jadikan Hari Bumi sebagai momentum untuk semakin peduli terhadap lingkungan. Bersama, kita bisa berkontribusi menjaga kelestarian bumi melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak besar. Bumi adalah rumah kita bersama—rawat dan lindungi agar tetap lestari untuk generasi mendatang. 🌍💚