Sebanyak 43 siswa SMP Islam Terpadu (SMPIT) Mutiara Makassar, didampingi empat guru dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Makassar (UNM), mengunjungi Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (4/11/2026). Kunjungan dalam rangka outing class ini mengusung tema “Explore, Experiment and Innovate” sebagai upaya memperluas wawasan siswa melalui kegiatan literasi dan pengenalan ilmu pengetahuan secara langsung.
Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Feby memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus menjelaskan peran perpustakaan sebagai ruang belajar, sumber informasi, dan sarana pengembangan pengetahuan bagi peserta didik.
Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang disampaikan oleh Kak Rina. Siswa juga mendapatkan penjelasan tentang klasifikasi koleksi bahan pustaka dan cara menelusuri koleksi di layanan perpustakaan umum. Melalui pengenalan ini, peserta diajak memahami bagaimana koleksi perpustakaan dikelola dan bagaimana menemukan bahan bacaan sesuai kebutuhan informasi.
Setelah mendapatkan penjelasan, siswa diberi kesempatan untuk membaca berbagai koleksi buku yang tersedia di ruang layanan umum. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengenal beragam bahan bacaan sekaligus memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat memperoleh informasi dan menambah pengetahuan. Suasana membaca juga memberikan pengalaman langsung tentang pentingnya menjadikan aktivitas membaca sebagai bagian dari proses belajar.
Kepala SMPIT Mutiara Makassar, Muhammad Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan outing class tersebut bertujuan memperkuat wawasan siswa, khususnya di bidang literasi dan ilmu pengetahuan. Kunjungan ke perpustakaan diharapkan memberikan pengalaman belajar yang lebih luas melalui pengenalan langsung terhadap layanan dan fasilitas edukatif yang tersedia.
Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan diawali dengan pemutaran film edukasi berjudul “Robot dengan Kecerdasan Buatan (AI)” yang memperkenalkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan kepada para siswa. Pemutaran film menjadi pengantar untuk mengenal lebih jauh hubungan antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, selanjutnya memandu demonstrasi sains berupa Gaya Sentripetal, Air Ajaib, dan Semburan Naga. Setiap demonstrasi disertai penjelasan mengenai fenomena yang terjadi serta konsep ilmiah yang mendasarinya. Melalui peragaan dan percobaan sederhana, siswa diajak memahami bahwa berbagai peristiwa di sekitar mereka dapat dijelaskan melalui prinsip-prinsip ilmu pengetahuan.
Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mendapat kesempatan mencoba kembali sejumlah eksperimen yang telah diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa melakukan percobaan, mengamati hasilnya, dan mengenali hubungan antara tindakan yang dilakukan dengan fenomena yang muncul. Keterlibatan langsung ini mendorong keberanian untuk mencoba, mengajukan pertanyaan, serta mengembangkan rasa ingin tahu terhadap berbagai gejala ilmiah.
Rombongan juga diperkenalkan dengan sejumlah alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat-alat tersebut, siswa memperoleh pengalaman mengeksplorasi konsep ilmu pengetahuan dan teknologi secara konkret. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui penjelasan, tetapi juga melalui pengamatan dan keterlibatan langsung sehingga konsep sains lebih mudah dipahami.
Kunjungan ini memperlihatkan bagaimana perpustakaan dapat menjadi ruang pembelajaran yang mengintegrasikan literasi, pemanfaatan sumber informasi, serta pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui edukasi klasifikasi dan penelusuran koleksi, kegiatan membaca, pemutaran film sains, demonstrasi eksperimen, hingga penggunaan alat peraga interaktif, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang beragam di luar lingkungan sekolah.
Perpaduan wisata literasi dan eksplorasi sains tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat baca, kreativitas, serta semangat belajar siswa. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dalam menghadirkan layanan edukatif yang mendukung pengembangan pengetahuan dan rasa ingin tahu generasi muda. (*)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar