MAKASSAR — Sebanyak 26 siswa SD Kristen Oikos Makassar, didampingi lima guru dan sejumlah orang tua, mengunjungi Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (3/11/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada anak-anak melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan.
Kedatangan rombongan disambut Kepala Seksi Layanan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu. Dalam kesempatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan berbagai layanan perpustakaan yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, menambah wawasan, dan mengembangkan kreativitas.
Kepala SD Kristen Oikos Makassar, Gloria Imanuella Ibrahim, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Melalui kegiatan membaca dan mengenal sains secara langsung, anak-anak diharapkan semakin tertarik untuk belajar. Kebiasaan membaca juga diharapkan dapat mendukung perkembangan kecerdasan dan kreativitas mereka.
Rangkaian kegiatan lainnya berlangsung di Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan diawali dengan sesi read aloud atau membaca nyaring bersama Kak Rina bersama Kak Diah dengan tema cerita “Anggota Tubuh Manusia”. Melalui cerita tersebut, siswa diajak mengenal bagian-bagian tubuh dan memahami fungsinya. Setelah itu, siswa diberi kesempatan membaca buku dan menuliskan kembali informasi yang mereka peroleh dari bacaan.
Selain kegiatan literasi, siswa juga mengikuti pemutaran film edukasi berjudul “Ayo Kita Rawat Bumi Kita” yang dipandu Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin. Film tersebut mengajak anak-anak memahami pentingnya menjaga lingkungan dan merawat bumi sejak dini. Pemutaran film ini merupakan bagian dari rangkaian Science Film Festival (SFF) 2026 yang mengangkat tema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
SFF 2026 merupakan inisiatif Goethe-Institut Indonesia yang melibatkan peserta dari 70 kabupaten/kota. Festival ini menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yakni Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan. Layanan PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu penyelenggara kegiatan tersebut.
Setelah pemutaran film, siswa mengikuti demonstrasi sains yang dipandu petugas PP-IPTEK. Sejumlah percobaan diperagakan, di antaranya Listrik Statis, Klip Terapung, dan Semburan Naga. Melalui demonstrasi tersebut, siswa diajak mengamati berbagai fenomena sains sederhana sekaligus mengenal prinsip ilmu pengetahuan yang melatarbelakanginya.
Suasana semakin interaktif ketika siswa mendapat kesempatan mencoba sejumlah percobaan dengan pendampingan petugas. Mereka tampak antusias mengamati hasil percobaan, mengajukan pertanyaan, dan mencari tahu bagaimana suatu fenomena dapat terjadi. Pengalaman ini menjadi cara untuk mengenalkan konsep sains melalui pengamatan dan praktik langsung.
Siswa juga mengeksplorasi berbagai alat peraga yang tersedia di PP-IPTEK, seperti Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Beragam alat peraga tersebut memberikan pengalaman belajar yang menggabungkan unsur bermain dan pengetahuan sehingga anak-anak dapat memahami konsep sains dengan cara yang lebih mudah dan menarik.
Melalui kunjungan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan literasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang belajar interaktif yang mendorong anak-anak mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak dini.
Kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama. Dengan mengusung tema gaya pahlawan, para siswa dan guru berpose dengan penuh semangat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kepahlawanan. Momen tersebut sekaligus menjadi kenangan kebersamaan dalam kegiatan wisata literasi dan sains di Perpustakaan Sulawesi Selatan.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar