Selasa, 29 September 2026

BRIN Dorong Pengembangan Science Center, Kunjungi Layanan PP-IPTEK Sulsel


MAKASSAR — Direktorat Kemitraan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kunjungan kerja ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (29/9/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pendampingan pengembangan kawasan science center di Indonesia.

Tim BRIN yang terdiri atas Herviana Hapsari dan Maretin Dwikurnia Septiani diterima Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Sri Wahyuni Djamaluddin. Pertemuan tersebut menjadi ruang audiensi untuk membahas perkembangan pengelolaan dan layanan PP-IPTEK Sulsel, termasuk pemanfaatan alat peraga sebagai sarana edukasi sains bagi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, tim pendamping juga berkesempatan melihat secara langsung aktivitas layanan PP-IPTEK yang sedang menerima kunjungan murid TK Tunas Kasih Makassar. Kehadiran rombongan BRIN menjadi kesempatan untuk melihat interaksi peserta didik dengan layanan edukasi sains yang disediakan PP-IPTEK. Tim BRIN juga menyempatkan diri berfoto bersama pengelola dan peserta kunjungan sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan.


Tim pendamping selanjutnya mendengarkan berbagai masukan dari pengelola terkait pengembangan layanan PP-IPTEK. Masukan tersebut diharapkan dapat menjadi kontribusi strategis dalam memperkuat pengelolaan pusat peraga serta pengembangan kawasan science center di daerah.

Sri Wahyuni Djamaluddin menjelaskan, pemanfaatan alat peraga IPTEK di PP-IPTEK Sulsel tidak hanya dilakukan melalui aktivitas pengunjung secara langsung, tetapi juga diperkuat dengan kegiatan demo sains. Sebagian besar pengunjung berasal dari sekolah sehingga keberadaan alat peraga interaktif menjadi bagian penting dalam mengenalkan konsep sains dan teknologi dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan peserta didik tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga melihat dan mencoba langsung berbagai fenomena sains melalui alat peraga yang tersedia. Pola pembelajaran interaktif ini menjadi salah satu upaya PP-IPTEK Sulsel mendekatkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Perluasan akses layanan juga dilakukan melalui pemanfaatan platform digital. PP-IPTEK Sulsel mengembangkan website resmi www.peragaiptekdpksulsel.org dan akun Instagram @sulselsciencecenter untuk memperkenalkan layanan kepada masyarakat secara lebih luas.

Platform tersebut memuat informasi mengenai alat peraga, kegiatan demo sains, dokumentasi kunjungan, serta informasi dan koleksi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kehadiran kanal digital tersebut sekaligus menjadi sarana dokumentasi dan diseminasi kegiatan PP-IPTEK kepada masyarakat di luar pengunjung yang datang secara langsung.


Selain mengembangkan layanan secara langsung dan digital, PP-IPTEK Sulsel juga berpartisipasi dalam Science Film Festival 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober hingga 14 November 2026. Festival internasional tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperluas edukasi dan literasi sains melalui media film sekaligus memperkenalkan isu-isu ilmiah yang kontekstual kepada masyarakat.

Herviana Hapsari mengapresiasi perkembangan dan kreativitas pengelola PP-IPTEK Sulsel dalam mengembangkan layanan. Menurutnya, keberlanjutan pengelolaan alat peraga sejak hibah pada 2018 menunjukkan adanya upaya pengelola dalam mempertahankan dan memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai sarana edukasi.

“Layanan ini berkembang sangat baik. Kreativitas pengelola tidak hanya terlihat dari keberhasilan memelihara alat peraga sejak hibah tahun 2018, tetapi juga dari inisiatif memperluas jangkauan layanan melalui teknologi digital dan berbagai bentuk kolaborasi. Ini adalah praktik baik yang layak direplikasi di daerah lain,” ujar Herviana.

Ia mengatakan, komunikasi dan dukungan dari pemerintah pusat akan terus dilanjutkan untuk memperkuat eksistensi dan peran pusat peraga IPTEK di daerah. Upaya tersebut menjadi bagian dari pengembangan science center sekaligus mendorong peningkatan literasi sains dan inovasi di tengah masyarakat. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar