Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak (LAPIA) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menerima kunjungan edukatif dari 59 orang rombongan TK Merpatipos Makassar, Kamis (18/12/2025). Rombongan tersebut terdiri atas murid, guru pendamping, serta orang tua siswa yang turut mendampingi proses pembelajaran di luar kelas.
Setibanya di lokasi, para peserta disambut hangat oleh pengelola layanan perpustakaan. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan fungsi perpustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran kreatif yang mendukung pengembangan literasi dan sains anak sejak usia dini.
Selanjutnya, para murid diterima oleh Kepala Seksi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), Sri Wahyuni Djamaluddin. Dalam pengantarnya, ia menjelaskan tujuan kegiatan serta pentingnya menanamkan rasa ingin tahu dan ketertarikan terhadap ilmu pengetahuan sejak dini melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Science Film Festival (SFF) 2025, sebuah program internasional berbasis pendidikan sains yang dirancang untuk anak-anak. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman sains dasar melalui media visual, demonstrasi sederhana, serta aktivitas interaktif yang mendorong partisipasi aktif peserta.
Pada sesi demonstrasi, tim PP-IPTEK menampilkan percobaan bertajuk “Antigravitasi” menggunakan bola pingpong dan botol berisi air. Anak-anak tampak antusias dan terpukau saat menyaksikan bola pingpong tetap berada di mulut botol meski botol dibalik, menciptakan efek seolah melawan gaya gravitasi. Percobaan ini sekaligus menjadi sarana pengenalan konsep tekanan udara secara sederhana.
Selain itu, peserta juga mencoba alat peraga “Bola Listrik”, yang menunjukkan aliran energi listrik dari potensial tinggi ke potensial rendah. Saat anak-anak menyentuhkan ujung jari ke permukaan bola, aliran listrik bergerak mengikuti arah jari, menggambarkan perpindahan energi melalui jalur berpotensial rendah termasuk tubuh manusia.
Rangkaian kunjungan turut diisi dengan aktivitas membaca bersama, bercerita, serta bermain berbagai permainan edukatif yang tersedia di area layanan anak. Interaksi yang hangat antara fasilitator dan murid membuat suasana semakin hidup, dengan anak-anak aktif menjawab pertanyaan, mengikuti alur cerita, dan mengekspresikan rasa ingin tahu mereka.
Menjelang akhir kegiatan, para murid diarahkan ke area baca anak. Di lokasi ini, mereka diberi kesempatan memilih buku bacaan sesuai minat serta memainkan permainan edukatif yang tersedia. Aktivitas tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang ramah, aman, dan menyenangkan bagi anak.
Kepala TK Merpatipos, Andi Amalia Agub, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program pembelajaran luar kelas yang dirancang sekolah. Menurutnya, pengenalan perpustakaan sejak dini diharapkan dapat membangun kebiasaan membaca serta menumbuhkan kecintaan anak terhadap ilmu pengetahuan dan lingkungan belajar. (***)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar