Sebanyak 76 mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar melaksanakan kunjungan dan observasi lapangan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (04/12/2025). Rombongan mahasiswa didampingi oleh Dr. Hj. Mardyawati Yunus selaku dosen pengampu, serta disambut oleh Plt. Kepala UPT Perpustakaan, Kaharullah, S.E., M.M., bersama Kepala Seksi Layanan Umum dan Multimedia, Hj. Feby Primajanti, di Layanan Umum Perpustakaan Provinsi Sulsel.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan bimbingan langsung mengenai pelaksanaan manajemen perpustakaan oleh pustakawan yang bertugas. Mereka mempelajari berbagai aspek penting terkait layanan perpustakaan, mulai dari alur pelayanan pemustaka, pengelolaan dan klasifikasi koleksi, sistem otomasi perpustakaan, proses administrasi, hingga peran perpustakaan dalam meningkatkan literasi masyarakat.
Kunjungan kemudian berlanjut ke Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Rombongan diterima oleh Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Sri Wahyuni. Di area ini, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai manajemen layanan alat peraga interaktif yang disediakan perpustakaan bagi pemustaka. Layanan tersebut dihadirkan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih eksploratif dan partisipatif, khususnya dalam bidang sains dan teknologi.
Mahasiswa turut mencoba berbagai alat peraga interaktif seperti Tebak Tanggal Lahir, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Robot Halang Lintang, Tunjuk Warna, Gorden Otomatis, hingga Gyro Extreme. Dari berbagai alat tersebut, Gyro Extreme menjadi sorotan utama. Alat ini tidak hanya memberikan sensasi menantang dan memicu adrenalin, tetapi juga menciptakan pengalaman seolah-olah pengunjung merasakan kondisi seperti astronot di luar angkasa. Selain itu, Gyro Extreme memiliki manfaat terapi tulang belakang melalui pergerakan rotasi yang membantu relaksasi otot dan menjaga keseimbangan tubuh.
Kegiatan kunjungan ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan mahasiswa mengenai praktik manajemen perpustakaan sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi edukatif sebagai media pembelajaran. Pengalaman lapangan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri sebagai calon pendidik dan pengelola lembaga pendidikan yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (***)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar