Sebanyak 25 siswa dan 9 guru pendamping dari SMAIT Al Fatih melakukan kunjungan edukatif ke UPT Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin (23/6/2025). Rombongan diterima langsung di ruang layanan umum oleh Kepala UPT Perpustakaan, Kaharullah, SE., MM., bersama H. Andi Sangkawana selaku Kepala Bidang Perpustakaan serta Hj. Feby Primajanti, Kepala Seksi Layanan Umum dan Multimedia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Career Day Series dalam rangka “Pembelajaran Spesifik”. Kepala sekolah, Andi Agus, S.Pd., Gr., M.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan memperluas wawasan siswa dalam bidang literasi, teknologi, dan budaya lokal.
Dalam sambutannya, Kepala UPT Perpustakaan Kaharullah, SE., MM., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. “Kami menyambut baik kunjungan ini dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari SMAIT Al Fatih. Kegiatan telah kami susun sesuai dengan jadwal yang dikirimkan ke kami, mulai dari tur perpustakaan untuk mengenal fasilitas dan koleksi buku, pengenalan alat peraga interaktif serta demo sains hingga kuis interaktif dari pengelola Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), dan ditutup dengan kegiatan membuat resensi buku,” ungkapnya.
Siswa tampak antusias mengikuti setiap tahap sesuai jadwal, terutama saat mencoba berbagai alat peraga yang ada di Layanan PP-IPTEK, seperti Kacamata Ultrasonik, Bola Listrik, Panel Surya, Kursi Paku, dan Lengkungan Nan Kokoh. Alat-alat ini menarik perhatian karena memungkinkan siswa mengalami langsung prinsip-prinsip sains yang biasanya hanya mereka temui dalam teori di kelas.
Kacamata Ultrasonik dirancang untuk membantu penyandang tunanetra mendeteksi objek di depan mereka dengan memanfaatkan gelombang ultrasonik. Bola Listrik memperagakan konsep aliran muatan listrik dari potensial tinggi ke potensial rendah, ketika jari tangan didekatkan, tubuh menjadi jalur konduktif bagi listrik. Sementara itu, Kursi Paku menguji keberanian siswa untuk duduk di atas paku-paku tajam yang tersusun rapat; prinsip distribusi tekanan menjadikan kursi ini aman dan tidak melukai.
Adapun Lengkungan Nan Kokoh memperkenalkan konsep pembagian tekanan dalam struktur bangunan. Gaya berat pada lengkungan dipusatkan di kedua tepiannya melalui balok-balok yang saling mengunci, sehingga struktur tetap kokoh meski menahan beban. Prinsip ini diterapkan dalam jembatan melengkung maupun arsitektur tradisional seperti gapura di Candi Borobudur.
Konsep ini menjelaskan bahwa gaya berat pada lengkungan dipusatkan pada kedua tepinya, di mana balok-balok yang disusun saling mengunci hingga ke balok penahan terakhir. Prinsip ini membuat struktur tetap kokoh meskipun ada beban di atasnya. Contoh penerapan nyatanya dapat ditemukan pada jembatan melengkung dan gapura di Candi Borobudur.
Demo sains seperti “Sentripetal dalam Gelas” dan “Tornado dalam Botol” turut menambah semangat peserta. Di akhir kunjungan ke Layanan PP-IPTEK, pengeloal layanan memberi kuis interaktif untuk menguji pemahaman serta mendorong kemampuan berpikir logis dan ilmiah.
Di akhir kunjungan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muhammad Al-Ihwan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak perpustakaan. "Kami sangat berterima kasih karena siswa telah dikenalkan secara bagaimana manajemen perpustakaan dijalankan, mengenalkan berbagai alat peraga dan mengikuti demo sains yang menarik. Ditambah lagi, adanya kuis interaktif serta kegiatan resensi buku dari koleksi khusus Sulawesi Selatan, diharapakan mampu menmperkaya wawasan siswa. Ini menjadi pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan,” tegasnya.
Kunjungan ini diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan siswa tentang literasi, sains, dan budaya lokal, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar berbasis pengalaman. Pihak pengelola layanan UPT Perpustakaan berharap kunjungan seperti ini dapat mendorong generasi muda untuk lebih akrab dengan perpustakaan sebagai pusat pengetahuan, sekaligus menumbuhkan minat terhadap ilmu pengetahuan dan warisan budaya daerah sejak dini. (***)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar