Sebanyak 19 peserta didik SMKIT Ibnul Qayyim Makassar melakukan kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka disambut langsung oleh Hj. Feby Primajanti, Kepala Seksi Layanan Umum dan Multimedia, di ruang baca Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (10/08/2024).
Hj. Feby Primajanti menjelaskan bahwa perpustakaan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga berperan sebagai ruang inklusi sosial. Ia menekankan pentingnya perpustakaan sebagai tempat yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, seperti belajar kelompok, diskusi, dan berbagai aktivitas lainnya yang mendukung perkembangan pengetahuan dan kreativitas.
Kepala Sekolah SMKIT Ibnul Qayyim, Anto, S.E.I., M.E., menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan dan pengalaman peserta didik kelas XI. Selain itu, kunjungan ini juga memberikan kesempatan bagi siswa menyelesaikan tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang mengharuskan mereka meresensi buku nonfiksi. Sehingga mereka dapat menggunakan perpustakaan sebagai tempat menemukan berbagai informasi dan menambah wawasan.
Setelah menerima penjelasan tentang berbagai layanan perpustakaan, para siswa melanjutkan kunjungan ke layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Di sana, mereka disambut oleh Sri Wahyuni Djamaluddin, Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK yang memperkenalkan berbagai alat peraga interaktif, seperti Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai, dan lainnya, yang dirancang untuk membantu siswa belajar sains dan teknologi secara menyenangkan.
Salah satu alat peraga yang menjadi adalah alat peraga Harpa Tanpa Dawai. Pengelola layanan menjelaskan tentang cara memainkan Harpa dengan menggunakan Sinar Laser. Sinar Sinar laser dan sensor yang dipasang saling berhadapan berfungsi sebagai dawai di mana jari atau tangan memetik dawai sinar laser ini maka sinar laser yang sebelumnya mengenai sensor akan terhalang jari atau tangan. Melalui rangkaian transistor kondisi ini dibuat agar mengaktifkan suara di masing-masing nadanya.
Selanjutnya, siswa mengunjungi layanan Deposit, di mana mereka mendapatkan informasi tentang koleksi yang mencakup sejarah, budaya, adat istiadat, tokoh, hingga kuliner tradisional Sulawesi Selatan. Di sini mereka dapat memperdalam pemahaman mereka terhadap kekayaan budaya lokal. (***)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar