MAKASSAR — Sebanyak 31 murid TK Kartika XX-13 Cabang Kompi Bantuan bersama empat guru pendamping berkunjung ke Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026). Kunjungan edukasi tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal perpustakaan sejak dini sekaligus mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran yang menyenangkan.
Kepala TK Kartika XX-13 Cabang Kompi Bantuan, Nurbah Ali, S.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan perpustakaan kepada anak sejak usia dini sebagai ruang belajar yang menyediakan berbagai sumber informasi dan pengalaman edukatif.
Selama berada di perpustakaan, para murid mengikuti sejumlah kegiatan, mulai dari mendengarkan dongeng, membaca buku, mengikuti ice breaking dan kegiatan read aloud, hingga berkeliling mengenal berbagai layanan dan fasilitas perpustakaan. Kegiatan dirancang agar anak-anak dapat belajar sekaligus bermain dalam suasana yang menyenangkan.
Dalam kegiatan read aloud, murid bersama Kak Rina menyimak cerita bertema “4 Kata Ajaib”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas literasi yang dikemas secara interaktif sehingga anak-anak dapat mengikuti cerita dengan lebih antusias.Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Para murid diterima langsung Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin. Di layanan tersebut, anak-anak menyaksikan demonstrasi sains bertajuk “Balon Anti Pecah” dan “Listrik Statis” yang memancing rasa ingin tahu mereka terhadap berbagai fenomena sains.
Gyro Extreme menjadi salah satu alat peraga yang paling menarik perhatian peserta. Wahana tersebut memberikan pengalaman bergerak yang menyerupai sensasi latihan astronot sekaligus memperkenalkan prinsip giroskop pada benda yang berputar dalam mempertahankan orientasinya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para murid tidak hanya diperkenalkan dengan buku dan layanan perpustakaan, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar melalui cerita, permainan, demonstrasi, serta alat peraga interaktif. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa perpustakaan dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak sejak usia dini. (*)