Jumat, 25 September 2026

TK Kartika XX-13 Kenalkan Layanan Perpustakaan dan Sains Sejak Dini


MAKASSAR — Sebanyak 31 murid TK Kartika XX-13 Cabang Kompi Bantuan bersama empat guru pendamping berkunjung ke Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026). Kunjungan edukasi tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal perpustakaan sejak dini sekaligus mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran yang menyenangkan.

Kepala TK Kartika XX-13 Cabang Kompi Bantuan, Nurbah Ali, S.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan perpustakaan kepada anak sejak usia dini sebagai ruang belajar yang menyediakan berbagai sumber informasi dan pengalaman edukatif.

Selama berada di perpustakaan, para murid mengikuti sejumlah kegiatan, mulai dari mendengarkan dongeng, membaca buku, mengikuti ice breaking dan kegiatan read aloud, hingga berkeliling mengenal berbagai layanan dan fasilitas perpustakaan. Kegiatan dirancang agar anak-anak dapat belajar sekaligus bermain dalam suasana yang menyenangkan.

Dalam kegiatan read aloud, murid bersama Kak Rina menyimak cerita bertema “4 Kata Ajaib”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas literasi yang dikemas secara interaktif sehingga anak-anak dapat mengikuti cerita dengan lebih antusias.

Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Para murid diterima langsung Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin. Di layanan tersebut, anak-anak menyaksikan demonstrasi sains bertajuk “Balon Anti Pecah” dan “Listrik Statis” yang memancing rasa ingin tahu mereka terhadap berbagai fenomena sains.


Antusiasme murid semakin terlihat ketika mereka mendapat kesempatan mengenal dan mencoba berbagai alat peraga interaktif. Beberapa di antaranya Harpa Tanpa Dawai, Tebak Tanggal Lahir, Energi dan Daya, Bola Listrik, Katrol, hingga Gyro Extreme.

Gyro Extreme menjadi salah satu alat peraga yang paling menarik perhatian peserta. Wahana tersebut memberikan pengalaman bergerak yang menyerupai sensasi latihan astronot sekaligus memperkenalkan prinsip giroskop pada benda yang berputar dalam mempertahankan orientasinya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para murid tidak hanya diperkenalkan dengan buku dan layanan perpustakaan, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar melalui cerita, permainan, demonstrasi, serta alat peraga interaktif. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa perpustakaan dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak sejak usia dini. (*)

Study Tour, 30 Siswa SDN Kompleks IKIP Kenal Literasi dan Sains di Layanan Perpustakaan Sulsel


MAKASSAR — Sebanyak 30 siswa SDN Kompleks IKIP Kota Makassar bersama dua guru pendamping mengikuti kegiatan study tour di Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal berbagai layanan perpustakaan sekaligus mengikuti kegiatan edukatif di Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK).

Kepala SDN Kompleks IKIP Kota Makassar, Sarinikmah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar di luar lingkungan sekolah sekaligus mengenal perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyediakan berbagai sumber informasi dan pengalaman edukatif.

Kegiatan diawali dengan aktivitas literasi di Layanan Perpustakaan Umum. Para siswa memilih dan membaca koleksi buku yang tersedia dengan didampingi pustakawan. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal koleksi perpustakaan sekaligus memanfaatkan buku sebagai salah satu sumber pengetahuan.


Setelah kegiatan membaca, para siswa melanjutkan aktivitas ke Layanan PP-IPTEK. Kegiatan diawali dengan demonstrasi sains yang dipandu langsung Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin. Para siswa mengikuti demonstrasi Semburan Naga dan Antigravitasi sambil menyimak penjelasan mengenai fenomena dan konsep sains yang ditampilkan.

Setelah menyaksikan demonstrasi, beberapa siswa diberi kesempatan untuk memperagakan kembali percobaan sains yang telah dicontohkan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa mencoba melakukan demonstrasi secara langsung. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada siswa untuk berani tampil, mencoba, dan memahami konsep melalui praktik.


Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mendapat kesempatan memperagakan demonstrasi di depan teman-temannya. Pembelajaran menjadi lebih interaktif karena siswa tidak hanya melihat dan mendengarkan penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam percobaan.

Setelah demonstrasi sains, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan berbagai alat peraga interaktif yang tersedia di PP-IPTEK, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat peraga tersebut, siswa dapat mengenal berbagai konsep ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pengalaman yang lebih konkret dan interaktif.


Kunjungan tersebut memberikan pengalaman belajar yang memadukan kegiatan literasi dan pengenalan sains. Siswa tidak hanya memanfaatkan koleksi buku di perpustakaan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengamati, mencoba, dan mengenal konsep ilmu pengetahuan melalui demonstrasi serta alat peraga interaktif di PP-IPTEK. (*)

Rabu, 23 September 2026

Kunjungan Ketiga SD Islam Ar-Raffi, Siswa Ikuti Demo Sains dan Kenali Alat Peraga Interaktif

MAKASSAR — Kegiatan Outing Class Kecil SD Islam Ar-Raffi kembali berlanjut di Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (23/9/2026). Pada kunjungan ketiga ini, para siswa didampingi Ustazah Salsa dan Ustazah Firda mengikuti pembelajaran di luar kelas dengan mengenal berbagai layanan perpustakaan serta fasilitas edukatif di Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Outing Class Kecil SD Islam Ar-Raffi yang dilaksanakan selama tiga hari. Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar di luar lingkungan sekolah sekaligus mengenal perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyediakan berbagai sumber informasi dan pengalaman edukatif.


Kegiatan diawali dengan aktivitas literasi di Layanan Perpustakaan Umum. Para siswa memilih dan membaca koleksi buku yang tersedia dengan didampingi pustakawan. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal koleksi perpustakaan sekaligus memanfaatkan buku sebagai salah satu sumber pengetahuan.

Setelah kegiatan membaca, siswa melanjutkan aktivitas ke Layanan PP-IPTEK. Kegiatan diawali dengan demonstrasi sains yang dipandu langsung oleh Kasi Layanan PP-IPTEK Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin. Para siswa mengikuti demonstrasi Antigravitasi dan Air Tidak Tumpah dengan menyimak penjelasan mengenai fenomena dan konsep sains yang ditampilkan.


Setelah menyaksikan demonstrasi, beberapa siswa diberi kesempatan untuk memperagakan kembali percobaan sains yang telah dicontohkan. Dengan pendampingan pengelola, siswa mencoba melakukan demonstrasi secara langsung. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada siswa untuk berani tampil, mencoba, dan memahami konsep melalui praktik.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mendapat kesempatan untuk memperagakan demonstrasi di depan teman-temannya. Pengalaman tersebut membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif karena siswa tidak hanya melihat dan mendengarkan penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam percobaan.

Setelah demonstrasi sains, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan berbagai alat peraga interaktif yang tersedia di PP-IPTEK. Pengelola memperkenalkan sejumlah alat peraga, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir.

Sambil mendengarkan penjelasan mengenai fungsi, cara kerja, dan konsep dari masing-masing alat peraga, siswa mengerjakan lembar kerja yang telah disiapkan oleh guru pendamping. Informasi yang diperoleh selama pengenalan alat peraga dicatat siswa pada lembar kerja sesuai dengan tugas yang diberikan.

Kegiatan tersebut membuat siswa tidak hanya mengamati alat peraga, tetapi juga aktif menyimak, mencatat, dan mengolah informasi yang mereka peroleh. Lembar kerja menjadi bagian dari aktivitas pembelajaran untuk membantu siswa memahami kembali materi yang disampaikan selama pengenalan alat peraga.

Rangkaian kegiatan di PP-IPTEK memberikan pengalaman belajar yang memadukan pengamatan, praktik, penjelasan, dan aktivitas mencatat. Siswa dapat melihat bagaimana konsep sains diterapkan melalui demonstrasi sekaligus mencoba memperagakannya secara langsung.


egiatan Outing Class Kecil SD Islam Ar-Raffi selama tiga hari menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal perpustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar yang menghadirkan pengalaman literasi dan sains secara langsung. (*)

Selasa, 22 September 2026

Study Tour, 50 Santri Darul Marhamah Al-Qur’an Boarding School Kunjungi Layanan Perpustakaan Sulsel

MAKASSAR – Sebanyak 50 santri SMP-SMA Islam Terpadu Darul Marhamah Al-Qur’an Boarding School bersama sembilan guru pendamping mengikuti study tour ke Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Takhassus sekolah untuk memberikan pengalaman belajar di luar kelas sekaligus mengenalkan berbagai fasilitas edukatif yang tersedia di perpustakaan.

Ketua panitia pelaksanaan, Sarah Suleman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada para santri untuk memperoleh pengalaman dan wawasan melalui kunjungan langsung ke sejumlah fasilitas pendidikan.

Kedatangan para santri diterima di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Kepala Seksi Layanan Perpustakaan dan Multimedia, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Para santri juga mendapat gambaran mengenai perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyediakan sumber informasi sekaligus mendukung pengembangan pengetahuan.


Usai mengenal layanan perpustakaan, kegiatan dilanjutkan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Di lokasi tersebut, para santri mendapat penjelasan mengenai berbagai alat peraga interaktif dan mengikuti demonstrasi sains yang dipandu Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin.

Dalam kegiatan tersebut, para santri diajak melihat secara langsung demonstrasi Semburan Naga dan Gaya Sentripetal. Demonstrasi ini memberikan pengalaman berbeda karena konsep sains yang selama ini dipelajari secara teori dapat diamati melalui percobaan secara langsung.


Selain menyaksikan demonstrasi, para santri juga berkesempatan mencoba sejumlah alat peraga interaktif yang tersedia di PP-IPTEK. Salah satu yang menarik perhatian dan menjadi favorit adalah Gyro Extreme. Alat peraga tersebut memberikan pengalaman kepada peserta untuk memahami konsep keseimbangan dan gerak melalui praktik langsung.

Kegiatan di PP-IPTEK berlangsung interaktif. Para santri tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga diberi kesempatan mengamati, mencoba, dan berinteraksi dengan alat peraga yang tersedia. Pendekatan tersebut membuat pembelajaran sains berlangsung lebih menarik dan mudah dipahami.

Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan mengenal sejumlah fasilitas dan layanan lain di lingkungan perpustakaan. Melalui kegiatan tersebut, para santri memperoleh pengalaman bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca dan mencari buku, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran yang menghadirkan berbagai sumber informasi dan pengalaman edukatif.


Study tour melalui program Takhassus tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas yang memberikan kesempatan kepada para santri untuk memperluas wawasan melalui pengalaman langsung. Kunjungan ke perpustakaan dan PP-IPTEK juga memperkenalkan kepada peserta didik berbagai alternatif sumber belajar yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran. (*)

Finalis Duta Pendidikan Sulselbar 2026 Kunjungi Layanan Pusaka Perpustakaan Sulsel


MAKASSAR — Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi., Psikolog, menerima kunjungan finalis Duta Pendidikan Sulselbar 2026 di Layanan Pusaka (Pusat Unggulan Naskah Nusantara), Selasa (22/9/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembekalan dan pengembangan wawasan bagi para finalis, khususnya untuk mengenal peran perpustakaan dalam mendukung literasi, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam sambutannya, Prof. Muhammad Jufri mengatakan perpustakaan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca. Perpustakaan juga berkembang menjadi ruang untuk berekspresi, belajar, dan menyelenggarakan berbagai kegiatan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan literasi masyarakat.

Selain memperkenalkan peran dan layanan perpustakaan, Prof. Muhammad Jufri juga memberikan motivasi kepada para finalis dengan berbagi pengalaman mengenai berbagai aktivitas yang dijalankannya di luar tugas sebagai kepala dinas. 


Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Kepala UPT Perpustakaan, Kaharullah, S.E., M.M., dan Plt. Kepala Bidang Perpustakaan Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, serta para pustakawan fungsional.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sharing session yang membahas literasi, pendidikan, dan peran generasi muda. Dalam sesi tersebut, para finalis aktif mengajukan pertanyaan kepada pustakawan, antara lain mengenai cara mengajak masyarakat untuk membaca, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam mengerjakan tugas perkuliahan, serta akses informasi mengenai budaya Sulawesi Selatan.


Diskusi berlangsung sebagai ruang bertukar pengetahuan mengenai peran pustakawan dalam menyediakan dan mendiseminasikan informasi kepada masyarakat. Para finalis juga berdiskusi mengenai perkembangan teknologi informasi, termasuk pemanfaatan AI dan tantangannya dalam mendukung proses pendidikan.

Usai mengikuti sharing session, para finalis melanjutkan kunjungan ke sejumlah layanan perpustakaan, di antaranya Layanan Deposit, Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), serta layanan perpustakaan umum. Melalui kunjungan tersebut, para finalis mengenal secara langsung berbagai fasilitas dan layanan yang dikembangkan perpustakaan.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan Sahabat Pemuda Prestasi Indonesia, Duta Pendidikan Sulselbar, sebagai bagian dari rangkaian pembekalan bagi finalis Duta Pendidikan Sulselbar 2026.

Wakil Ketua Umum Duta Pendidikan Sulawesi Selatan dan Barat, Andi Muhammad Zachary Vhibar, mengatakan kunjungan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan di bidang pendidikan dan literasi di Sulawesi Selatan.

“Kunjungan ini merupakan langkah awal dalam membangun sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan dan literasi di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Kunjungan tersebut diharapkan dapat menambah wawasan para finalis mengenai peran perpustakaan dalam mendukung pendidikan dan literasi, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara generasi muda dan lembaga perpustakaan dalam menghadirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.(*)

Outing Class SD Islam Ar-Raffi Dorong Siswa Berani Bereksperimen di Layanan PP-IPTEK SULSEL

MAKASSAR — Kegiatan Outing Class Kecil SD Islam Ar-Raffi kembali berlanjut di Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (22/9/2026). Kali ini, siswa Kelas III didampingi Ustadz Muammar dan Ustadzah Azizah mengikuti pembelajaran di luar kelas dengan mengenal berbagai fasilitas edukatif, khususnya di Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Outing Class Kecil yang dilaksanakan SD Islam Ar-Raffi selama tiga hari, 21–23 September 2026. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar kepada siswa melalui pengamatan, praktik, dan interaksi langsung dengan berbagai fasilitas pembelajaran yang tersedia di perpustakaan.

Rombongan terlebih dahulu mengunjungi layanan perpustakaan umum dan diterima Plt. Kepala Bidang Perpustakaan sekaligus Kepala Seksi Layanan Umum dan Multimedia, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu. Pada kesempatan tersebut, Feby kembali memperkenalkan berbagai layanan perpustakaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.


Setelah mengenal layanan perpustakaan umum, para siswa melanjutkan kunjungan ke Layanan PP-IPTEK. Mereka diterima langsung Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, yang memperkenalkan berbagai fasilitas pembelajaran, mulai dari alat peraga interaktif hingga permainan edukatif.

Sebelum mencoba alat peraga, para siswa mengikuti demonstrasi sains yang diperagakan Sri Wahyuni bersama pengelola PP-IPTEK. Demonstrasi tersebut antara lain Semburan Naga, listrik statis, dan tornado dalam air. Melalui demonstrasi tersebut, siswa diajak mengamati secara langsung berbagai fenomena sains melalui percobaan sederhana.

Setelah demonstrasi, siswa diberi kesempatan mencoba berbagai alat peraga interaktif yang tersedia. Mereka tidak hanya mengamati cara kerja alat, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan dengan mencoba berbagai wahana edukatif yang tersedia di PP-IPTEK.

Suasana pembelajaran semakin menarik ketika siswa diberi kesempatan tampil di depan untuk melakukan demonstrasi sains atau eksperimen. Ustadz Muammar dan Ustadzah Azizah mendorong anak didiknya agar berani maju dan memperagakan kembali percobaan yang telah mereka lihat.


Menurut Ustadz Muammar dan Ustadzah Azizah, keberanian tampil di depan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar memahami konsep sains, tetapi juga dilatih untuk percaya diri, berkomunikasi, dan berani mencoba.

Dorongan tersebut mendapat respons antusias dari para siswa. Secara bergantian, mereka maju ke depan untuk memperagakan kembali demonstrasi yang telah disaksikan. Siswa lainnya turut menyimak ketika temannya melakukan percobaan.

Dalam kegiatan tersebut, siswa juga belajar bahwa sebuah percobaan tidak selalu langsung berhasil. Mereka diarahkan untuk memperhatikan setiap tahapan, mengikuti petunjuk, dan mencoba kembali apabila hasil percobaan belum sesuai dengan yang diharapkan.


Kegiatan praktik juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan apa yang mereka lihat dengan hal-hal yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Penjelasan pengelola PP-IPTEK membantu siswa memahami bahwa sains tidak hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga dapat dipahami melalui pengamatan dan percobaan sederhana.

Setelah mengikuti demonstrasi dan mencoba alat peraga, siswa bergantian mengeksplorasi berbagai wahana edukatif yang tersedia, di antaranya Tebak Tanggal Lahir, Harpa Tanpa Dawai, Energi dan Daya, serta Gyro Extreme.


Melalui kegiatan tersebut, Outing Class Kecil menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal layanan perpustakaan sekaligus belajar melalui praktik langsung di PP-IPTEK. Keberanian tampil, mengamati, mencoba, dan bereksperimen menjadi pengalaman yang melengkapi pembelajaran siswa di luar kelas. (*)

Senin, 21 September 2026

Outing Class Kecil, Siswa SD Islam Ar-Raffi Belajar Sains di PP-IPTEK Perpustakaan Sulsel


MAKASSAR — Sebanyak 30 siswa Kelas III SD Islam Ar-Raffi bersama dua guru pendamping, Ustadzah Jusni dan Ustadzah Kurniah, mengikuti kegiatan Outing Class Kecil di Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kunjungan belajar untuk mengenalkan teknologi sederhana dan memberikan pengalaman belajar melalui berbagai fasilitas edukatif yang tersedia di perpustakaan.

Ketua panitia kegiatan, Ustadzah Jusni, mengatakan Outing Class Kecil dilaksanakan selama tiga hari, 21–23 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti secara bergiliran oleh tiga kelas dengan jumlah keseluruhan 72 siswa dan sembilan guru pendamping.

Menurut Jusni, kunjungan ke perpustakaan menjadi salah satu rangkaian pembelajaran di luar kelas. Para siswa dibekali lembar tugas yang berisi kegiatan mengidentifikasi nama alat peraga interaktif dan memahami fungsinya dalam kehidupan sehari-hari.


“Dalam kegiatan ini, anak-anak dikenalkan dengan teknologi sederhana dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan pembelajaran. Mereka juga diberikan lembar tugas untuk mengenali alat peraga yang ada dan mengetahui fungsinya dalam kehidupan,” ujar Jusni.

Rombongan siswa disambut Plt. Kepala Bidang Perpustakaan sekaligus Kepala Seksi Layanan Umum dan Multimedia, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di layanan perpustakaan umum. Dalam kesempatan tersebut, Feby memperkenalkan berbagai layanan perpustakaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.

Feby juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan SD Islam Ar-Raffi yang secara rutin membawa siswanya untuk mengenal dan memanfaatkan layanan perpustakaan. Menurutnya, kunjungan sekolah dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan perpustakaan kepada anak sejak dini.

Setelah mengenal layanan perpustakaan umum, para siswa melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Mereka diterima langsung Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, yang memperkenalkan berbagai fasilitas pembelajaran, mulai dari alat peraga interaktif hingga permainan edukatif.

Sebelum mencoba alat peraga, para siswa mengikuti demonstrasi sains yang diperagakan Sri Wahyuni bersama pengelola Layanan PP-IPTEK, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Beberapa demonstrasi yang diperkenalkan antara lain Semburan Naga, Listrik Statis, dan Tornado dalam Botol.


Demonstrasi tersebut menjadi pengantar sebelum siswa mencoba berbagai alat peraga secara langsung. Mereka diberi kesempatan mengamati cara kerja alat, kemudian bergantian mencoba wahana edukatif yang tersedia.

Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, mengatakan keberanian mencoba merupakan bagian penting dalam proses belajar sains. Menurutnya, anak-anak perlu diberi ruang untuk bereksperimen dan belajar dari proses ketika sebuah percobaan belum berhasil.

“Anak-anak kami dorong untuk mencoba kembali apa yang sudah mereka lihat. Kalau belum berhasil, jangan langsung menyerah, tetapi coba lagi dan cari tahu mengapa percobaannya belum berhasil. Dari proses itu, mereka belajar,” ujarnya.

Setelah mengikuti demonstrasi, para siswa mencoba sejumlah alat peraga yang tersedia. Mereka bergantian mengeksplorasi berbagai wahana edukatif, di antaranya Tebak Tanggal Lahir, Harpa Tanpa Dawai, Energi dan Daya, serta Gyro Extreme.


Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga berkesempatan mengenal konsep sains dan teknologi sederhana melalui pengamatan, demonstrasi, serta praktik langsung. Kegiatan Outing Class Kecil yang berlangsung selama tiga hari tersebut diharapkan memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. (**)