Minggu, 30 November 2025

Update: Dispus Arsip Sulsel Raih Pengelola BI Corner Teraktif 2025, Unhas Sabet Pengelolaan Terinovatif

Makassar — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispus Arsip) Provinsi Sulawesi Selatan kembali mencatat prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan Pengelola BI Corner Teraktif pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, Jumat, 28 November 2025. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dispus Arsip Sulsel, dr. Muhammad Ichsan Mustari, MHM, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan inovasi yang konsisten dalam mengembangkan BI Corner sebagai pusat literasi publik.

Tahun ini, Bank Indonesia juga memberikan apresiasi kepada berbagai lembaga pengelola BI Corner. BI Corner Universitas Hasanuddin berhasil meraih Award Pengelolaan BI Corner Terinovatif 2025, setelah pada tahun sebelumnya, 2024, juga mendapatkan penghargaan sebagai Pengelola BI Corner Terbaik. Sementara itu, BI Corner Dispus Arsip menerima penghargaan sebagai BI Corner Teraktif 2025, yang menunjukkan intensitas program, aktivitas literasi, dan keterlibatan publik yang terus meningkat sepanjang tahun.

Tim Humas Bank Indonesia melakukan monitoring BI Corner
di Layanan Perpustakaan Umum DispusArsip Sulsel

Capaian BI Corner Dispus Arsip merupakan buah dari kerja keras tim pengelola yang secara konsisten meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kegiatan literasi, serta menyiapkan portofolio lengkap sebagai bagian dari proses evaluasi Bank Indonesia. Upaya tersebut turut dipantau melalui monitoring resmi oleh Tim Humas Bank Indonesia yang menilai pemanfaatan fasilitas, dokumentasi kegiatan, serta standar layanan yang diterapkan di BI Corner Dispus Arsip. Dalam tahap penilaian, pengelola juga menyiapkan foto terbaru ruang BI Corner, data statistik pengunjung periode Januari–Oktober 2025, serta dokumentasi berbagai aktivitas literasi yang digelar sepanjang tahun.

Sejak dihadirkan melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) “Dedikasi untuk Negeri” pada 2017, BI Corner Lontara telah berkembang menjadi salah satu layanan unggulan Dispus Arsip Sulsel. Fasilitas ini menyediakan ruang baca modern, akses jurnal digital, koleksi buku ekonomi dan keuangan, serta publikasi Bank Indonesia. Sebagai ruang literasi aktif, BI Corner rutin menggelar kegiatan seperti outing class, diskusi, webinar, pendampingan mahasiswa, dan berbagai aktivitas kreatif yang menarik minat masyarakat.

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah kunjungan yang mencapai 6.168 pengunjung selama Januari–Oktober 2025, yang datang untuk membaca, berdiskusi, mengikuti program literasi, hingga memanfaatkan fasilitas digital yang tersedia. Pengunjung berasal dari berbagai kalangan, mulai dari siswa sekolah dasar, menengah, mahasiswa, komunitas literasi, hingga instansi pemerintah, memperlihatkan bahwa BI Corner telah menjadi ruang literasi publik yang inklusif dan diminati.

Dispus Arsip Sulsel menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas dukungan berkelanjutan melalui PSBI, serta kepada seluruh pelajar, mahasiswa, komunitas, dan mitra yang aktif memanfaatkan layanan BI Corner Lontara. Dengan penghargaan sebagai BI Corner Teraktif 2025, Dispus Arsip Sulsel berkomitmen terus meningkatkan mutu layanan dan memperluas manfaat BI Corner bagi masyarakat di Sulawesi Selatan. (***)

Rabu, 26 November 2025

UPT Perpustakaan Sulsel Dorong Penguatan Peran Science Educator di Indonesia

Makassar — UPT Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan literasi sains di Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap inovasi layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) dalam rangka meningkatkan kapasitas para pengelola Science Center. Komitmen ini juga ditunjukkan melalui partisipasi langsung Kepala UPT Perpustakaan Sulsel, Kaharullah, SE., MM., yang didampingi Sri Wahyuni Djamaluddin, selaku Kasi Layanan PP-IPTEK, dalam kegiatan peningkatan kapasitas tersebut. Kegiatan ini digelar oleh Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat Kemitraan Riset dan Inovasi, Rabu (26/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung secara virtual ini mengangkat tema “Peningkatan Kapasitas Pengelola Science Center: Science Educator”, sebuah topik yang relevan dengan kebutuhan penguatan kompetensi tenaga pendidik sains nonformal di era transformasi digital. Dalam sesi tersebut, UPT Pengelolaan Taman Budaya Kota Yogyakarta hadir sebagai narasumber utama dan membagikan pengalaman serta strategi dalam mengelola wahana edukasi berbasis science learning.

Lebih dari 25 instansi dan penyelenggara science center dari berbagai daerah di Indonesia ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Para peserta berasal dari lembaga pemerintah daerah, unit layanan publik, dan institusi yang berfokus pada pengembangan peraga sains untuk masyarakat.

Perwakilan dari Layanan PP-IPTEK, yang merupakan salah satu layanan strategis di bawah naungan UPT Perpustakaan Sulawesi Selatan, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan ini menjadi bukti bahwa UPT Perpustakaan Sulsel tidak hanya berperan sebagai pusat literasi membaca, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam memperkuat literasi sains melalui pengelolaan layanan peraga sains yang inovatif.

Kepala UPT Perpustakaan Sulsel, Kaharullah, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas Science Educator sangat penting untuk memastikan layanan sains dapat disampaikan secara menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya generasi muda.


“Science center tidak hanya menjadi tempat bermain, tetapi juga ruang belajar yang mampu menumbuhkan rasa ingin tahu. Pengelolanya harus selalu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan metode pembelajaran modern,” ujarnya dalam kesempatan terpisah.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan para pengelola science center mampu memperbarui pendekatan edukatif, memperkuat kemampuan teknis dalam mengoperasikan alat peraga, serta meningkatkan kreativitas dalam menyusun program pembelajaran berbasis sains.

BRIN sebagai instansi penyelenggara menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam memperluas jangkauan edukasi sains di Indonesia. Dengan dukungan dari UPT Perpustakaan Sulsel dan instansi lainnya, science center diharapkan dapat berkembang menjadi ruang pembelajaran publik yang modern dan responsif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.

Keikutsertaan UPT Perpustakaan Sulawesi Selatan dalam program nasional ini menjadi langkah strategis dalam mendukung visi pemerintah untuk membangun ekosistem literasi yang holistik: literasi baca-tulis, literasi digital, dan literasi sains. Dengan kolaborasi berkelanjutan, science center di Indonesia diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pelajar, pendidik, dan masyarakat umum, sekaligus menumbuhkan budaya ilmiah yang lebih kuat di daerah. (***)

Selasa, 25 November 2025

Listrik dan Elektronika – Konservasi dan Lingkungan

 Oleh: Ririn Rahmadani 


Buku Ensiklopedia IPTEK 5: Listrik dan Elektronika – Konservasi dan Lingkungan merupakan bagian dari seri ensiklopedia sains yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan ilmiah bagi pelajar dan masyarakat umum. Buku ini menyajikan informasi lengkap dan terpercaya mengenai dua bidang utama yang saling berkaitan, yaitu listrik dan elektronika serta upaya pelestarian lingkungan.

Melalui penyajian materi yang sistematis dan dilengkapi ilustrasi edukatif, buku ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan pemahaman pembaca mengenai teknologi kelistrikan, cara kerjanya, serta dampaknya terhadap lingkungan. Informasi yang diberikan dapat menjadi sumber belajar ideal bagi siswa maupun siapa saja yang tertarik pada perkembangan teknologi ramah lingkungan.

LISTRIK DAN ELEKTRONIKA

Listrik merupakan sumber energi penting yang menunjang hampir seluruh kegiatan manusia. Teknologi modern seperti komputer, televisi, kendaraan, telepon seluler, hingga peralatan rumah tangga bergantung pada aliran listrik. Perkembangan ilmu kelistrikan menjadikan banyak aktivitas lebih mudah, cepat, dan efisien.

Di masa depan, kebutuhan listrik akan terus meningkat seiring kemajuan teknologi. Karena itu, manusia perlu mengembangkan cara pembangkitan energi listrik yang lebih ramah lingkungan dan efisien agar keberlanjutan hidup dapat terjaga.

ELEKTROMAGNETISME

Elektromagnetisme merupakan ilmu yang menghubungkan arus listrik dengan medan magnet. Saat arus listrik mengalir melalui sebuah kawat, medan magnet akan terbentuk di sekitarnya. Prinsip ini dimanfaatkan untuk menggerakkan motor listrik dan menghasilkan energi pada generator.

Magnet Permanen dan Elektromagnet

Magnet permanen memiliki medan magnet yang tetap dan tidak dapat dihidup-matikan. Bentuknya dapat berupa ladam, batang, atau cincin. Sementara itu, elektromagnet adalah magnet yang bekerja hanya ketika arus listrik dialirkan melalui kumparan kawat.

Cara Kerja Elektromagnet

Kumparan kawat yang dialiri arus listrik akan menghasilkan medan magnet. Untuk memperkuat medan tersebut, kumparan dililitkan pada inti besi yang memiliki sifat magnetik. Semakin besar arus listrik yang mengalir, semakin kuat medan magnet yang terbentuk. Medan ini akan hilang ketika arus dihentikan, sehingga elektromagnet dapat dikendalikan sesuai kebutuhan.

Prinsip elektromagnetisme berperan penting dalam berbagai perangkat modern, seperti pengeras suara, bel listrik, relai, motor listrik, dan generator pembangkit listrik.

KONSERVASI DAN LINGKUNGAN

Konservasi berarti upaya menjaga dan melestarikan sumber daya alam agar tetap dapat menopang kehidupan manusia. Lingkungan yang sehat memiliki air bersih, tanah subur, udara segar, serta keanekaragaman hayati yang terjaga.

Namun, tingginya kebutuhan energi dan perkembangan teknologi dapat berdampak negatif terhadap lingkungan jika tidak dikelola dengan bijak. Polusi udara dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil, limbah elektronik, serta eksploitasi sumber daya alam menjadi ancaman bagi keseimbangan ekosistem.

Oleh karena itu, berbagai langkah pelestarian perlu dilakukan, seperti:

  • Penghematan energi listrik

  • Pemanfaatan energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan air

  • Pengolahan dan daur ulang limbah elektronik

  • Pengurangan penggunaan bahan berbahaya bagi lingkungan

Kesadaran global mengenai pentingnya pelestarian lingkungan mendorong banyak negara melakukan inovasi kebijakan dan teknologi. Salah satunya adalah program debt for nature, yaitu penghapusan sebagian utang negara berkembang dengan imbalan komitmen dalam penyediaan kawasan konservasi dan perlindungan biodiversitas.

Dengan menerapkan teknologi ramah lingkungan dan melestarikan sumber daya alam, kualitas hidup manusia dapat terus meningkat tanpa mengorbankan keberlanjutan bumi bagi generasi mendatang.


Judul Asli: The Kingfisher Science Encyclopedia
Penerbit Asli: Kingfisher Publication Plc – London
Penerjemah: Tim Penerbit Lentera Abadi
Editor: Dr. Riskiono Slamet, M.Sc.; Dr. Farah R., M.Sc.; Dr. Linus Pasasa, M.Sc.; Ir. Legius Paliling, M.Eng.; Nelda Yulita, S.Si.; Drs. M. Budiraharjo
Editor Bahasa: Johan Tambo,Santi Hakim
Penerbit Edisi Bahasa Indonesia: PT Lentera Abadi
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 2007
ISBN 979-3535-05-9 (jil.5) 

Senin, 24 November 2025

Guru TK Riyanti Makassar Ikuti Science Film Festival 2025, Ajak Siswa Kenal Planet dan Eksperimen Sains


Makassar Dua guru pendamping TK Riyanti Makassar, Ir. Agustina dan Arfina Ima Agustiawa, turut serta dalam kegiatan Science Film Festival (SFF) 2025 yang digelar di Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (24/11/2025).

Kegiatan edukasi ini dirancang untuk memperkenalkan konsep dasar sains kepada anak usia dini melalui media film. Pada kesempatan tersebut, para murid menonton film berjudul Astronomy for Kids yang menyajikan pengenalan berbagai planet beserta karakteristik utamanya.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh pengelola Layanan PP-IPTEK dan diterima langsung oleh Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Sri Wahyuni Djamaluddin. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa pemilihan film bertema planet bertujuan memberikan fondasi awal ilmu sains melalui pendekatan visual yang ramah anak.

“Film animasi sains membantu anak memahami konsep dasar dengan lebih mudah. Tayangan seperti ini memudahkan mereka mengenal informasi awal tentang planet melalui media yang menarik,” ujar Sri Wahyuni.

Usai pemutaran film, para murid diajak menjawab sejumlah pertanyaan untuk mengukur pemahaman mereka, seperti planet terdekat dari matahari dan planet terbesar di tata surya. Beberapa murid mampu menjawab dengan tepat berdasarkan materi yang dipelajari melalui tayangan tersebut.

Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi sains bertajuk “Antigravitasi” menggunakan bola pingpong dan botol berisi air. Dalam percobaan itu, bola dimasukkan ke dalam botol penuh air, lalu botol dibalik, namun bola tetap berada di mulut botol, menimbulkan efek seolah melawan gravitasi yang membuat para murid antusias.

Setelah demonstrasi, rombongan diajak berkeliling melihat berbagai alat peraga interaktif, mulai dari Gorden Otomatis, Bola Listrik, Harpa Tanpa Dawai, Kacamata Ultrasonik, hingga robot Halang Lintang. Dari sejumlah alat peraga tersebut, Bola Listrik menjadi yang paling menarik perhatian murid. Alat ini menunjukkan aliran energi listrik dari potensial tinggi ke potensial rendah. Ketika jari disentuhkan pada permukaan bola, aliran listrik mengikuti arah jari karena tubuh manusia menjadi jalur berpotensial rendah.


Kegiatan Science Film Festival 2025 ini menjadi bagian dari upaya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan menumbuhkan minat sains dan literasi sejak dini melalui program edukatif yang interaktif dan terstruktur. (***)

Rabu, 19 November 2025

Runiah School Belajar Literasi dan Sains Lewat Outing Class serta Pemutaran Film “Astronomy for Kids—Understanding Earth’s Movements” di Layanan Perpustakaan Provinsi


Makassar Sebanyak 11 siswa SD Runiah School Makassar bersama dua pendamping melaksanakan kegiatan outing class yang bertujuan memperluas wawasan literasi, meningkatkan ketertarikan terhadap sains, serta memperkenalkan teknologi melalui pengalaman langsung. Kegiatan berlangsung Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, pada Rabu (19/11/2025).

Kunjungan dimulai di ruang Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Rombongan disambut oleh Kepala Seksi Layanan Umum dan Multimedia, Hj. Feby Primajanti, yang mengapresiasi kedatangan siswa dan memuji inisiatif sekolah yang aktif memperkenalkan fasilitas literasi daerah kepada peserta didik. Ia menjelaskan bahwa perpustakaan kini berfungsi lebih luas sebagai pusat pengetahuan yang menyediakan berbagai referensi dan layanan, mulai dari koleksi cetak hingga layanan multimedia yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar dan masyarakat umum.

Para siswa kemudian diajak berkeliling untuk mengenal beragam koleksi buku dari berbagai bidang, seperti agama, sosial, bahasa, kesenian, ilmu pengetahuan dasar, dan sejarah. Untuk mendukung pembelajaran, setiap siswa dibekali lembar kerja outing class yang berisi tugas membaca dan menganalisis buku, termasuk mencatat judul bacaan, menuliskan hal yang dipelajari, manfaat membaca, serta pengalaman selama berada di perpustakaan. Pendekatan ini tidak hanya memperkenalkan siswa pada proses eksplorasi literasi, tetapi juga melatih kemampuan merangkum dan memahami informasi secara mandiri.

Setelah sesi literasi selesai, rombongan bergerak menuju Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) untuk mengikuti rangkaian kegiatan Science Film Festival (SFF) 2025 yang mengusung tema internasional “Green Jobs.” Kedatangan para siswa disambut oleh Kasi Layanan PP-IPTEK, Sri Wahyuni Djamaluddin, yang kemudian mengajak mereka menyaksikan film animasi edukatif asal Czech Republic berjudul “Astronomy for Kids—Understanding Earth’s Movements.” Film ini menjelaskan konsep rotasi dan revolusi bumi, serta pengaruhnya terhadap fenomena sehari-hari seperti terjadinya siang dan malam, perubahan musim, perbedaan durasi cahaya matahari, hingga variasi suhu di berbagai wilayah. Melalui visual animasi yang sederhana dan menarik, siswa dengan mudah memahami hubungan antara gerakan bumi dan ritme kehidupan di planet ini.

Tidak hanya menonton film, siswa juga mendapat kesempatan menjelajahi berbagai alat peraga interaktif di PP-IPTEK. Beberapa wahana yang menarik perhatian siswa antara lain Harpa Tanpa Dawai, Bola Listrik, Robot Halang Lintang, Jembatan Nan Kokoh, dan Gyro Extreme. Harpa Tanpa Dawai menjadi wahana paling digemari karena memungkinkan siswa memainkan nada tanpa menyentuh dawai. Instrumen ini bekerja menggunakan pancaran laser dan sensor cahaya, sekaligus memperkenalkan konsep teknologi saklar cahaya yang digunakan pada perangkat modern seperti pintu otomatis dan alarm keamanan. Wahana lain seperti Bola Listrik dan Gyro Extreme juga memberikan pengalaman langsung mengenai konsep kelistrikan dan keseimbangan rotasi yang selama ini hanya mereka pelajari melalui teori.

Kegiatan outing class tersebut diakhiri dengan demonstrasi sains bertajuk “Putar Ajaib,” yang menampilkan fenomena gaya sentripetal melalui percobaan sederhana namun memukau. Dalam demonstrasi ini, siswa melihat bagaimana air dalam gelas tetap berada pada tempatnya meskipun diputar dengan cepat dalam lintasan melingkar. Penyampaian interaktif membuat siswa terlihat antusias dan beberapa di antaranya bahkan mencoba melakukan percobaan tersebut di bawah bimbingan instruktur.


Kepala Sekolah Runiah School, Nina Novelia, S.Pd., Gr, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan siswa dalam bidang literasi, sains, dan teknologi, serta membantu mereka memahami bagaimana teori yang dipelajari di kelas terhubung dengan fenomena nyata di sekitar mereka. Menurutnya, pengalaman langsung seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan minat belajar dan rasa ingin tahu pada siswa sejak dini.

Kombinasi eksplorasi perpustakaan, pemutaran film sains edukatif, eksplorasi alat peraga, dan demonstrasi ilmiah menjadikan outing class ini sebagai pengalaman belajar yang komprehensif dan menyenangkan bagi siswa Runiah School Makassar. (***)

Science Film Festival 2025: Siswa SDIT Darussalam Makassar Antusias Saksikan Film Astronomi dan Demo Sains Di Layanan Perpustakaan Provinsi


Makassar – Sebanyak 52 siswa kelas V SDIT Darussalam Makassar didampingi empat guru mengikuti kegiatan Outing Class di Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (19/11/2025). Kegiatan tahunan yang mengusung tema “Berpetualang untuk Meningkatkan Wawasan dan Kebersamaan” ini menjadi ajang pembelajaran luar kelas yang menggabungkan literasi, sains, dan teknologi.

Rombongan diterima di ruang layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan oleh Kepala Seksi Layanan Umum dan Multimedia, Hj. Feby Primajanti. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kunjungan tersebut sekaligus memperkenalkan berbagai layanan pustaka dan koleksi buku yang dapat diakses pelajar maupun masyarakat luas.


Para siswa kemudian diajak mengenal ragam buku dari berbagai bidang, mulai dari agama, sosial, bahasa, seni, hingga sejarah. Untuk memperkaya proses belajar, setiap siswa dibekali lembar kerja berisi tugas membedah buku, seperti mencatat judul bacaan, informasi yang dipelajari, manfaat membaca, serta pengalaman menarik selama berada di perpustakaan.

Usai kegiatan literasi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kedatangan mereka disambut oleh Kasi Layanan PP-IPTEK, Sri Wahyuni Djamaluddin, yang mengajak siswa mengikuti rangkaian Science Film Festival (SFF) 2025 bertema “Green Jobs.”

Para peserta kemudian menonton film animasi edukatif “Astronomy for Kids – Exploring the Solar System” dari Republik Ceko. Film ini mengulas tata surya dengan cara yang mudah dipahami, mulai dari matahari, planet-planet, hingga karakteristik unik benda langit lainnya. Visualisasi yang menarik mendorong rasa ingin tahu siswa dan memperkenalkan mereka pada konsep dasar astronomi.

Tidak hanya menonton film, para siswa juga mencoba berbagai alat peraga sains di PP-IPTEK, seperti Harpa Tanpa Dawai, Bola Listrik, Robot Halang Lintang, Jembatan Nan Kokoh, hingga Gyro Extreme. Dari seluruh wahana, Harpa Tanpa Dawai menjadi yang paling diminati. Alat berbasis sinar laser dan sensor ini memungkinkan pemain menghasilkan nada tanpa menyentuh dawai, sekaligus memperkenalkan konsep saklar cahaya yang digunakan dalam teknologi modern seperti sensor pintu otomatis dan sistem keamanan

Kepala SDIT Darussalam Makassar, H. Jakfar Sadik, S.Ag., Lc., Gr., mengatakan kegiatan Outing Class tersebut merupakan bagian dari pembelajaran tematik untuk memperluas wawasan siswa di bidang sains, teknologi, dan literasi. Ia menegaskan bahwa pengalaman langsung melalui kunjungan edukatif membuat siswa lebih mudah memahami keterkaitan antara teori di kelas dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ditutup dengan demonstrasi sains bertajuk “Putar Ajaib” yang menampilkan fenomena gaya sentripetal melalui percobaan sederhana namun menarik. Antusiasme siswa tampak saat mereka menyimak penjelasan dan turut mengamati eksperimen-eksperimen yang disajikan secara interaktif. (***)


Eksplorasi Layanan Perpustakaan Sulsel, DPD RI Jajaki Kolaborasi Pengembangan Literasi


Upaya memperkuat kualitas layanan perpustakaan di lingkungan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) terus dilakukan melalui penjajakan kolaborasi dengan berbagai instansi. Salah satunya melalui kunjungan ke Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (19/11/2025). Rombongan dipimpin oleh Helmi Sayuti, Kepala Bagian Kearsipan, Perpustakaan, dan Penerbitan Setjen DPD RI, bersama Sangkala selaku Kepala Kantor DPD RI Provinsi Sulawesi Selatan, serta Sri Sulastri, Kasubag Perpustakaan DPD RI, dan turut didampingi sejumlah pustakawan.

Kedatangan mereka disambut oleh H. Andi Sangkawana, Kepala Bidang Perpustakaan, bersama Hj. Feby Primajanti, Kepala Seksi Layanan Perpustakaan BI Corner. Pertemuan membahas potensi pengembangan layanan yang telah dilaksanakan di Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.

Zulfikar Saifuddin selaku Kepala Biro Sistem Informasi dan Dokumentasi DPD RI menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk melakukan konsultasi secara komprehensif, mulai dari manajemen koleksi hingga penyediaan fasilitas literasi yang relevan dan adaptif. Pihaknya berharap dapat memperoleh masukan mengenai praktik terbaik dalam penyelenggaraan perpustakaan yang dapat diadopsi untuk memperkuat layanan internal DPD RI.


Setelah sesi pertukaran informasi, rombongan diarahkan untuk meninjau beberapa layanan unggulan yang dimiliki Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan. Salah satu yang menarik perhatian adalah Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), sebuah fasilitas edukatif yang menyediakan berbagai alat peraga interaktif berbasis sains. Rombongan diterima oleh Sri Wahyuni Djamaluddin, selaku Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, yang memaparkan tujuan dan fungsi fasilitas ini dalam memperkenalkan konsep-konsep ilmiah kepada masyarakat, terutama generasi muda. Melalui alat peraga yang dapat disentuh dan dioperasikan secara langsung, pengunjung diharapkan lebih mudah memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan mencoba sejumlah alat peraga yang menjadi favorit pengunjung, seperti Tebak Tanggal Lahir, Bola Listrik, Harpa Tanpa Dawai, Halilintar, Robot Halang Lintar, Kaca Mata Ultrasonik, serta berbagai alat lainnya yang dirancang untuk memicu rasa ingin tahu. Keberadaan fasilitas ini dinilai sangat penting dalam mendorong pembelajaran berbasis praktik, karena memberikan pengalaman langsung yang tidak selalu tersedia di ruang kelas. Pengalaman tersebut diyakini mampu menanamkan minat belajar sains sejak dini serta membuka wawasan mengenai perkembangan teknologi.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Layanan Deposit, sebuah layayanan perpustakaan yang memegang peranan penting dalam pelestarian karya cetak dan karya rekam terbitan lokal Sulawesi Selatan. Melalui peninjauan ini, rombongan memperoleh gambaran mengenai tata cara penyimpanan, klasifikasi, hingga pemeliharaan koleksi yang menjadi bagian dari upaya menjaga kekayaan intelektual dan budaya daerah. Layanan tersebut berfungsi sebagai pusat dokumentasi yang memastikan bahwa karya-karya lokal tetap terpelihara dan dapat diakses oleh masyarakat maupun peneliti.

Secara keseluruhan, kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kelembagaan antara DPD RI dan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan. Selain memperkaya wawasan mengenai pengelolaan perpustakaan, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan program literasi, penyediaan fasilitas pembelajaran, dan peningkatan kualitas layanan informasi bagi masyarakat. Rombongan DPD RI berharap hasil kunjungan ini dapat menjadi rujukan dalam memperkuat layanan perpustakaan di lingkungan kantor perwakilan, sehingga peran perpustakaan sebagai pusat literasi dan edukasi publik dapat terus ditingkatkan. (***)