Jumat, 08 Maret 2024

Dialog Lingkungan Hidup di PP-IPTEK SULSEL

Kampus menjadi salah satu penyumbang sampah plastik yang mengancam lingkungan. Upaya yang dilakukan untuk mencegah semakin menumpuknya sampah plastik, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyelenggarakan Dialog Lingkungan Hidup dengan Tema Beat Plastic Pollution (Mengelola Polusi Plastik) pada Jumat (08/03/2024) di layanan pusat peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.

Dialog ini memaparkan soal hak atas lingkungan hidup, kerangka regulasi sampah plastik, permasalahan sampah, alternatif pengelolaan sampah, dengan berbagai nara sumber, seperti Dr. Bau Asseng, ST., M. Si (Kepala Dinas Persampahan Limbah Bahan Berbahaya, Beracun dan Peningkatan Kapasitas); Hastriani Rahayu (Duta Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan Tahun 2023) serta Immawan Muhammad Naldo (Sekretaris Bidang PC IMM Kota Makassar).

Kepala Dinas Persampahan Limbah Bahan Berbahaya, Beracun dan Peningkatan Kapasitas menjelaskan kondisi Tempat Pembuangan Akhir ( TPA) di Kota Makassar yang sudah melebihi kapasitas, proses Bank Sampah hingga total Reduksi Bank Sampah kota Makassar untuk tahun 2023 sebesar 484.462. 

Kegiatan ini sebagai upaya UPT Perpustakaan hadir sebagai penyedia layanan yang membuka akses masyarakat pada pengetahuan melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Berbagai koleksi literatur berkaitan dengan pengelolaan sampah seperti mengelola sampah plastik menjadi BBM. (***)

PP IPTEK SULSEL Hari Perempuan Internasional

Pengelolaan layanan perpustakaan dilakukan berdasarkan kebutuhan pemustaka sesuai perkembangan teknologi informasi dan layanan yang ramah serta menempatkan pemustaka sebagai faktor penting dalam kebijakan perpustakaan. Salah satu bentuk pengelolaan layanan perpustakaan yang diberikan ke pemustaka dengan mengangkat tema: "Hari Perempuan Internasional" yang bertepatan pada Jum'at (08/03/2024). Untuk memeriahkan Hari Perempuan Internasional, Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) berbagai informasi yang sajikan kepada pemustaka seperti Sejarah Hari Perempuan Internasional; Pahlawan Nasional Wanita Inspiratif serta Perempuan Pejuang Sulawesi Selatan.

Sejarah Hari Perempuan Internasional

Perayaan Hari Perempuan Internasional pertama kali digagas oleh Clara Zetkin (Pemimpin Kantor Perempuan untuk Partai Sosial Demokrat di Jerman). Ia menyampaikan pendapatnya ini dalam Konferensi Internasional Pekerja Perempuan yang diadakan di Copenhagen, Denmark pada tahun 1910.

Kemudian, Clara mengusulkan bahwa saban tahun di setiap negara seharusnya ada perayaan Hari Perempuan pada hari yang sama. Berdasarkan hasil keputusan Konferensi Internasional Pekerja Perempuan tersebut, Hari Perempuan Internasional dihormati untuk pertama kalinya di Austria, Denmark, Jerman dan Swiss pada tanggal 19 Maret 1911.

Sementara di Rusia, Hari Perempuan Internasional pertama mereka diperingati pada 23 Februari menjelang Perang Dunia I. Agar dirayakan secara serentak di semua negara, akhirnya Hari Perempuan Internasional disepakati jatuh pada tanggal 8 Maret setiap tahunnya.

Bukan hanya sekedar diperingati, setiap tahunnya Hari Perempuan Internasional memiliki tema yang ingin disuarakan. Pada tahun ini, peringatan Hari Perempuan Internasional mengusung tema "Inspire Inclusion" yang menekankan pentingnya keragaman dan pemberdayaan dalam semua aspek masyarakat.

Tema kampanye tahun ini juga menyoroti peran penting inklusi dalam mencapai kesetaraan gender. Hal ini juga mendorong semua orang untuk mengenali perspektif dan kontribusi unik perempuan dari semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berasal dari komunitas terpinggirkan.

Pahlawan Nasional Wanita Inspiratif 

Litbang KORAN SINDO telah melakukan survei berkaitan dengan 10 (sepuluh) pahlawan nasional wanita yang menjadi inspiratif bagi perempuan di tanah air.

1. Raden Ajeng Kartini – Jepara

Salah satu wanita inspiratif Indonesia ini terkenal dari usahanya memperjuangkan hak-hak wanita. Berkat pemikirannya yang maju, wanita Indonesia kini bisa bekerja serta menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi. Raden Ajeng Kartini menuliskan pemikirannya tentang kondisi sosial terutama kondisi perempuan pribumi dalam bentuk surat. Surat-surat tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kemudian dikumpulkan hingga menjadi sebuah buku.
2. Cut Nyak Dien – Aceh 

Pahlawan wanita inspiratif dari Aceh ini turut berjuang melawan Belanda saat Perang Aceh. Kematian suaminya saat bertempur melawan Belanda membuatnya marah hingga bersumpah akan menghancurkan Belanda. Cut Nyak Dien kemudian ditangkap dan di bawa ke Banda Aceh. Karena pasukan Belanda khawatir akan kehadirannya di Aceh, beliau kemudian dibuang ke Sumedang hingga akhir hayatnya.

3. Cut Nyak Meutia – Aceh

Cut Nyak Meutia juga berasal dari Aceh. Paras cantiknya seringkali menghiasi pertempuran melawan Belanda di Aceh Utara. Beliau berjuang bersama dengan suaminya, Teuku Chik Tunong. Suaminya kemudian ditangkap dan ditembak mati Belanda. Perjuangan melawan Belanda berlanjut bersama suami barunya Pang Nanggroe. Namun, suaminya tewas terkena tembakan Belanda. Cut Meutia akhirnya berjuang sendiri bersama pasukannya hingga wafat.

4. Raden Dewi Sartika – Jawa Barat

Raden Dewi Sartika adalah salah satu tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita. Ketertarikannya terhadap dunia pendidikan sudah ditunjukkan sejak Dewi Sartika masih kecil. Konon, sejak kecil setelah pulang sekolah, Dewi Sartika kerap kali bermain dengan memperagakan praktik guru di sekolah, mengajari baca tulis, dan bahasa Belanda kepada anak-anak pembantu di kepatihan. Hingga akhirnya anak-anak pembantu di kepatihan bisa menulis dan membaca dalam bahasa Belanda. 

5. Hj. Fatmawati Soekarno – Bengkulu

Ibunda dari presiden kelima Indonesia, Ibu Megawati Soekarno Putri ini adalah istri ketiga dari Presiden pertama RI, Soekarno. Fatmawati dikenal karena jasanya menjahit bendera pusaka Sang Saka Merah Putih. Bendera yang dijahit itu dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta, 17 Agustus 1945.

6. Martha Christina Tiahahu – Maluku

Gadis yang merupakan anak sulung dari Kapitan Paulus Tiahahu ini merupakan sosok pemberani. Ayahnya adalah pemimpin tentara rakyat Maluku pada saat itu. Dia dikenal sebagai gadis pemberani dan konsekuen terhadap cita-cita perjuangannya. Kehadirannya di tengah-tengah pertempuran membakar semangat kaum perempuan untuk mendampingi kaum laki-laki di medan perang.

7. Nyai Ageng Serang – Yogya 

Nyi Ageng Serang adalah anak dari Pangeran Ronggo Natapraja yang menguasai wilayah terpencil dari Kerajaan Mataram. Sepeninggal ayahnya yang wafat, beliau menggantikan kedudukan sang ayah. Saat dewasa juga Ia turut ikut berperang melawan penjajah. Berkat perjuangannya, Nyi Ageng Serang ditetapkan menjadi pahlawan nasional oleh pemerintah pada 1974. 

8. Hj. Rangkayo Rasuna Said – Jakarta

Sama seperti R.A Kartini, Rangkayo Rasuna Said juga memperjuangkan kesamaan hak pria dan wanita. Dikenal sebagai sosok pandai, cerdas dan pemberani, ia juga sangat memperhatikan kemajuan dan pendidikan untuk kaum wanita. Menurutnya, kemajuan kaum wanita tidak hanya bisa didapat dengan mendirikan sekolah, tapi juga harus disertai dengan perjuangan politik.

9. Nyai Hj. Siti Walidah Ahmad Dahlan – Yogya

Siti Walidah atau yang dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan adalah salah satu tokoh emansipasi wanita yang juga merupakan seorang istri dari pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan. Ia seringkali menemani suaminya dalam mengembangkan ajaran Muhammadiyah. Selain itu, dirinya juga mendirikan sekolah asrama dan sekolah putri yang mengajarkan pendidikan Islam bagi perempuan. 

10. Opu Daeng Risaju – Sulawesi Selatan

Pejuang wanita asal Sulawesi Selatan ini membangkitkan semangat para pemuda untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Tindakannya itu membuat Belanda kewalahan dan melakukan segala upaya menangkap dan menghentikan aksinya. Opu Daeng Risaju mengalami penyiksaan oleh Belanda saat tertangkap dan wafat di usianya yang ke 84.

Perempuan Pejuang Sulawesi Selatan

Naskah mencatat sejumlah tulisan tentang riwayat perjuangan para tokoh Sulawesi Selatan, khususnya kaum perempuan jauh sebelum kemerdekaan yakni pada zaman kerajaan, hingga fase mempertahankan kemerdekaan sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Tokoh pejuang perempuan Sulawesi Selatan mempunyai ciri-ciri khusus secara pribadi baik dalam perilaku maupun bertindak. Tokoh tersebut juga memiliki kesamaan perilaku dan tindak laku sosial. Kesamaan yang dimiliki walaupun pada umumnya berketurunan bangsawan, berdarah biru, jiwa kerakyatan, sifat kesederhanaan, sikap tegas, teguh penderian, bertanggungjawab, serta kemampuan/berketrampilan khusus yang dapat dilakukan secara nyata antara lain dalam strategi peran yang biasanya diakui hanya dimiliki oleh kaum laki-laki saja, disamping beliau-beliau juga adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki keluarga. Beberapa Tokoh Wanita Sulawesi Selatan di antaranya:

  • Retna Kencana Arung Pancana Toa Colliq Pujie Matiroe ri Tucae, Sastrawan dan Sejarawan Kosmopolit di Abad XIX

Menceritakan sejarah kehidupan peribadi Colliq Pujie yang dilatari oleh sistem sosial dan cultural dari zaman yang diwakilinya, serta sejarah kehidupan para raja yang masih tersimpan dalam memori Colliq Pujie yang tertuang dalam lontaraq. 

  • Banning Arung Data, Profil Pejuang Wanita dari Bone pada Abad ke XIX
  • I Tenribua Besse Kajuara, Ratu Bone: Profil Pejuang Wanita dari Bone pada abad ke XIX 
  • Pancai Tana Bunga Walie, Profil Wanita dalam Perjuangan Fisik Menentang Kehadiran Imperialisme dan Kolonialisme Belanda di Enrekang Massenrepulu 

Bunga Walie tidak hanya dikenal keberaniannya dan kegigihannya tapi juga mempunyai kemampuan mengatur strategi perlawanan dan peran terhadap pasukan Belanda. Dalam sejarah perjuangan perlawanan masyarakat Kerajaan Massenrepulu terhadap Belanda dipimpin oleh rajanya, Pancai Tana Bunga Walie.

  • Indo Caba Srikandi Masserempulu 1905-1906 

Ada dua tokoh srikandi perempuan bernama Indo Caba dan I ada dua tokoh srikandi perempuan bernama Indo Caba dan Indo Ranga yang selalu membantu dan mendampingi Arung (raja) Pancai Tana Bunga Walie dalam setiap serangan laskar kerajaan terhadap pasukan Belanda bahkan Pancai Tana Bunga Walie menetapkan sebagai pemimpin laskar yang anggotanya semua wanita. Diantara keduanya Indo Caba lah yang dikisahkan sebagai yang paling berani dengan teriakan Allahu Akbar menyerbu pasukan Belanda (ketika itu Indo Caba dan masyarakat Masserempulu sudah menganut agama Islam). Indo Caba adalah juga seorang istri dan ibu seorang putri yang masih balita yang rela ia ditinggalkan demi perjuangannya mencegah Belanda merebut tanah kelahirannya.

Ada suatu keistimewaan pada Indo Caba yang dalam masyarakat Masserempulu pada zaman itu merupakan tindakan yang sangat tidak lazim dilakukan apalagi oleh seorang perempuan yaitu kepalanya digundul dan sejak itu selalu gundul sampai akhir hayatnya ketika ia gugur dalam pertempuran terakhirnya di sebuah benteng yang bernama Benteng Mandatte terletak di sebuah bukit. Laskarnya pada akhirnya tidak mampu lagi mempertahankan diri terhadap serbuan pasukan Belanda yang dengan segaja beberapa meriam menggempur Benteng Mandatte, benteng perlawanan terakhir laskar Masserempulu yang hanya bersenjatakan batu-batu gunung, tombak dan bedil-bedil kuno. Akhirnya Benteng Mandatte jatuh ketangan Belanda pada tahun 1906.

  • Andi Kambo, Raja Luwu Menentang Belanda 1901-1935

Andi Kambo Raja yang memerintah di Kerajaan Luwu pada tahun 1901-1905, disebuah kerajaan yang terletak di sebelah utara Sulawesi Selatan. Perlawanan terhadap Belanda ini dimulai ketika Belanda mulai menunjukkan tanda-tanda ingin juga menaklukan Kerajaan Luwu yang diawali dengan cara-cara membujuk bahwa kalau keinginan Belanda untuk bekerjasama dipenuhi, maka kerajaan dan rakyat Luwu akan hidup sejahtera. Namun Andi Kambo tidak termakan oleh tipu muslihat Belanda itu dan melakukan persiapan menentang kedatangan kekuasaan Belanda di Luwu. Ternyata pasukan Belanda akhirnya jadi menyerang Kota Palopo, ibukota Kerajaan Luwu pada tanggal 11 September 1905 dan penyerangan itu terus berlanjut dan menjadi serangkaian pertempuran antara pasukan Belanda dan laskar Kerajaan Luwu. 

Berbagai taktik dilakukan oleh pasukan Belanda untuk mematahkan semangat perlawanan Andi Kambo sampai kepada memisahkannya dengan suaminya yang ditangkap dan dibuang oleh Belanda ke pulau Jawa karena ia dinyatakan sebagai otak semua perlawanan dan meninggal di tempat pembuangannya.

Sampai pada usia lanjut Andi Kambo tidak pernah surut perlawanannya terhadap Belanda sampai ia mangkat pada tahun 1935 dan digantikan oleh putra mahkota, anaknya yang bernama Andi Jemma Pattiware.


Sumber:

Senin, 04 Maret 2024

Anggota DPRD Kota Baubau ke Layanan PP IPTEK SULSEL

Sri Wahyuni Djamaluddin, Kasi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) menerima anggota DPRD Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara didampingi Syamsur Arif selaku koordinator pustakawan di ruang Layanan PP-IPTEK, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (04/03/2024).

Saat berkunjung ke layanan ini, rombongan mendapatkan informasi edukasi, seperti pada saat melihat alat peraga interaktif "Halilintar" menggunakan trafo step up yang berfungsi untuk menaikkan tegangan listrik. Semakin tinggi tegangan listrik maka semakin mudah listrik untuk loncat hingga menimbulkan bunga api.

Layanan ini juga menyediakan berbagai alat peraga interaktif lainnya seperti Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Gyro Extreme, Energi VS Daya, Bola Listrik, Lengkungan Nan Kokoh, Menurun Ke Atas, Panel Surya, Robot Line Follower dan Gorden Otomatis. Selain itu juga beberapa yang bertujuan mengasah otak seperti Ring Puzzel, meja schulte dan tebak warna.

H. Zahari, SE selaku Ketua DPRD menyampaikan kunjungan anggota DPRD bertujuan untuk melakukan konsultasi terkait program minat baca, yang telah berhasil meraih prestasi sebagai Provinsi Terbaik dalam Implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dan  Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dengan nilai 86,74 tertinggi di Indonesia tahun 2023. (***)

Kamis, 29 Februari 2024

Kunker DPRD SULBAR ke Layanan PP IPTEK SULSEL

Sri Wahyuni Djamaluddin, Kasi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) menerima kunjungan Usman Suhuriah, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulawesi Barat didampingi Syamsur Arif selaku koordinator pustakawan di ruang Layanan PP-IPTEK, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (29/02/2024).

Saat berkunjung ke layanan ini, beliau mendapatkan informasi edukasi, seperti pada saat melihat alat peraga interaktif "Halilintar" menggunakan trafo step up yang berfungsi untuk menaikkan tegangan listrik. Semakin tinggi tegangan listrik maka semakin mudah listrik untuk loncat hingga menimbulkan bunga api.

Layanan ini juga menyediakan bebagai alat peraga interaktif lainnya seperti Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Gyro Extreme, Energi VS Daya, Bola Listrik, Lengkungan Nan Kokoh, Menurun Ke Atas, Panel Surya, Robot Line Follower dan Gorden Otomatis. Selain itu juga beberapa yang bertujuan mengasah otak seperti Ring Puzzel, meja schulte dan tebak warna.

Usman Suhuriah di akhir kunjungannya menyampaikan perlunya profesionalisme untuk kunci sukses keberhasilan perpustakaan dalam memberikan pelayanan, salah satunya dengan menyediakan perpustakaan digital denga SDM yang andal. (***)


Kunjungan Kadis DPK Kab. Takalar ke Layanan PP IPTEK SULSEL

Kaharullah, SE., M.M. selaku Ka UPT Perpustakaan didampingi  Sri Wahyuni Djamaluddin, S.H., M.Si Kasi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi . Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan menerima kunjungan Muhsin, S. Sos, Kepala DPK Kabupaten Takalar beserta rombongan di Ruang Kerja Kepala Dinas pada Kamis (29/02/2024).

Tujuan kunjungan Kadis DPK Kabupaten Takalar yang dilantik pada (03/01/2024) guna memperdalam pengetahuan dan pengalaman terkait perpustakaan khususnya di Layanan Perpustakaan Umum dan Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak. 

Setelah rombongan melihat fasilitas dan sarana perpustakaan umum, rombongan kemudian menikmati fasilitas dan sarana layanan PP-IPTEK. Layanan yang menyediakan alat peraga interaktif sebagai wahana pembelajaran untuk menumbuh-kembangkan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Kepala UPT Perpustakaan menjelaskan mekanisme alat peraga yang merupakan hasil kerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi di Sulsel, salah satunya adalah Universitas Negeri Makassar (UNM), tujuannya  agar bisa diketahui dan menjadi sumber informasi dan pembelajaran bagi masyarakat dan menambah koleksi alat peraga interaktif yang ada di Layanan PP IPTEK Dispus Arsip Sulsel akan bertambah.

Pengelola layanan menyampaikan informasi edukasi dan mengajak rombongan bermain alat peraga interaktif, seperti  Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Gyro Extreme, Energi VS Daya, Bola Listrik, Lengkungan Nan Kokoh, Menurun Ke Atas dan Halilintar, Panel Surya dan Gorden Otomatis. 

Salah satu alat peraga yang menyita perhatian Kadis Perpustakaan Kab. Takalar yakni TEBAK TANGGAL LAHIR, alat peraga ini merupakan sebuah permainan matematika yang sederhana tapi cukup menarik, dengan menggunakan aturan (kaidah) bilangan binner yang diubah ke dalam bilangan desimal dan dimainkan oleh dua orang. George Boole menemukan sistem logika yang hanya berdasarkan pada dua angka yaitu 0 dan 1, ini menjadi dasar dari sistem bilangan binner. (***)


Sabtu, 24 Februari 2024

Siswa SMPIT Al-Insyirah Berkunjung Ke Layanan PP-IPTEK Sulsel

Pengelola layanan umum dan layanan pusat peraga ilmu pengetahuan dan teknologi (PP-IPTEK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menerima kunjungan 81 siswa (kelas 7 - 9 putra/putri) SMP Islam Terpadu (SMPIT) Al-Insyirah dan 10 guru pendamping di ruang layanan umum pada Sabtu (24/02/2024).

Muh. Hamzah, S.Pd Kepala sekolah menyampaikan kunjungan ini merupakan salah satu kegiatan untuk meningkatkan kualitas peserta didik, mengembangkan pengetahuan dan menambah minat wawasan literasi. 

Saat rombongan di ruang layanan PP IPTEK, pengelola layanan menyampaikan informasi edukasi dan mengajak siswa dan guru pendamping bermain alat peraga interaktif, seperti  Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Gyro Extreme, Energi VS Daya, Bola Listrik, Lengkungan Nan Kokoh, Menurun Ke Atas dan Halilintar, Panel Surya, Robot Line Follower dan Gorden Otomatis.

HARPA TANPA DAWAI banyak mendapat perhatian, karena alat musik ini menggunakan Sinar laser dan sensor yang dipasang saling berhadapan berfungsi sebagai dawai. Harpa merupakan  jenis alat musik petik tertua yang konon telah digunakan sejak zaman Mesir Kuno.

Alat peraga yang juga menyita perhatian siswa adalah Ring Puzzel. Ring Puzzel salah satu mainan edukatif untuk anak yang dapat di jumpai di layanan PP-IPTEK dengan berbagai ukuran, serta tingkat kesulitan. Selain puzzel berbentuk ring, di sini juga dijumpai mainan puzzel lainnya. Permainan ini melatih koordinasi antara mata dan tangan, selain itu juga melatih konsentrasi, melatih motorik halus dan kasar serta memecahkan masalah. Permainan asah otak lainnya dapat yang dapat dijumpai adalah test kejelian, meja schulte dan tebak warna.

Menurut Muslimin, S.Pd salah seorang guru pendamping menyampaikan kunjungan ini untuk meningkatkan minat baca siswa dan mengenalkan berbagai fasilitas dan sarana yang dimiliki perpustakaan umum yang berbeda dengan perpustakaan sekolah. (***)


Jumat, 23 Februari 2024

Siswa SMK Negeri 6 Bone Menambah Wawasan dan Pengetahuan di Perpustakaan Povinsi

Sri Wahyuni Djamaluddin Kasi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) menerima kunjungan 37 siswi Kelas XI Jurusan Otomatisasi dan Perkantoran serta 5 guru pendamping di Layanan PP-IPTEK, Jumat (23/02/2024). 

Haeruddin, S.Pd, Ketua Jurusan OTKP, SMK Negeri 6 Bone menyampaikan kegiatan ini sebagai upaya kegiatan pembelajaran di luar sekolah untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi siswa khususnya berkaitan dengan sarana dan fasilitas yang dijumpai di perpustakaan provinsi.

Saat menerima rombongan di ruang layanan PP IPTEK, pengelola layanan di sini menyampaikan informasi edukasi dan mengajak siswa dan guru pendamping bermain alat peraga interaktif, seperti  Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Gyro Extreme, Energi VS Daya, Bola Listrik, Lengkungan Nan Kokoh, Menurun Ke Atas dan Halilintar, Panel Surya, Robot Line Follower dan Gorden Otomatis.

TEBAK TANGGAL LAHIR, alat peraga ini merupakan sebuah permainan matematika yang sederhana tapi cukup menarik, dengan menggunakan aturan (kaidah) bilangan binner yang diubah ke dalam bilangan desimal dan dimainkan oleh dua orang. George Boole menemukan sistem logika yang hanya berdasarkan pada dua angka yaitu 0 dan 1, ini menjadi dasar dari sistem bilangan binner. 

Alat peraga yang juga menyita perhatian siswa adalah Ring Puzzel. Ring Puzzel salah satu mainan edukatif untuk anak yang dapat di jumpai di layanan PP-IPTEK dengan berbagai ukuran, serta tingkat kesulitan. Selain puzzel berbentuk ring, di sini juga dijumpai mainan puzzel lainnya. Permainan ini melatih koordinasi antara mata dan tangan, selain itu juga melatih konsentrasi, melatih motorik halus dan kasar serta memecahkan masalah. Permainan asah otak lainnya dapat yang dapat dijumpai adalah test kejelian, meja schulte dan tebak warna.

Di akhir kunjungan Haeruddin mewakili kepala Sekolah SMK Negeri Bone menyerahkan plakat, setelah rombongan melihat berbagai fasilitas dan sarana layanan perpustakaan seperti layanan sirkulasi dan layanan referensi. Selain itu pengelola perpustakaan (pustakawan) juga menyampaikan informasi berkaitan tugas mereka dan bagaimana mengelola perpustakaan. (***)